Showing posts with label nonfiction. Show all posts
Showing posts with label nonfiction. Show all posts

Selalu Percaya Pada Dirimu dan Mimpi-mimpimu

[Buku 13, Nonfiksi 6]

Judul Asli [ Always Believe in Yourself and Your Dreams]
Penulis [Patricia Wayant]
Alih Bahasa [Debbie Deci Natalia]
Editor [Stella Saputra]
Penerbit [Karisma Publishing Group]
Tahun [2006]




Ketika tugas di tangan adalah gunung yang ada di hadapanmu...


Ketika tugas di tangan adalah gunung
yang ada di hadapanmu
mungkin sepertinya itu terlalu sulit didaki.
Tetapi kau tidak harus mendakinya
seketika itu juga-
satu langkah saja dalam satu waktu
Ambil satu langkah kecil...
dan satu langkah kecil...
lemudian selangkah lagi...
dan kau akan mendapati...
tugas di tanganmu yang adalah gunung
di hadapanmu...

...adalah gunung
yang telah kau daki.
-Ashley Rice-

Pikirkan Hal-hal Positif Setiap Hari

[Buku 12, Nonfiksi 5]

Judul Asli [Think Positive Thoughts Every Day]
Penulis [Patricia Wayant]
Alih Bahasa [Amelia Listiani]
Editor [Stella Saputra]
Penerbit [Karisma Publishing Group]
Tahun [2006]




Tidak ada yang baik atau buruk, namun cara berpikir kitalah yang menjadikan sesuatu baik atau buruk."
-William Shakespeare-

Banggalah dengan Semua yang Telah Kau Capai

[Buku 11, Nonfiksi 4]

Judul Asli [Be Proud of All You've Achieved]
Penulis [Gary Morris]
Alih Bahasa [Debbie Deci Natalia]
Editor [Stella Saputra]
Penerbit [Karisma Publishing Group]
Tahun [2006]



Setiap orang ingin sukses, tetapi mereka sering tidak tahu ketika mereka memilikinya..."
-Tim Connor-

You Go, Girl... Keep Dreaming

[Buku 10, Nonfiksi 3]

Judul Asli [You Go, Girl... Keep Dreaming]
Penulis [Ashley Rice]
Alih Bahasa [Jesisca Tanuwidjaja]
Editor [Stella Saputra]
Penerbit [Karisma Publishing Group]
Tahun [2006]



Apa yang pertama kali dipelajari burung di dunia ini...
Pada saat tanah berada jauh di bawahmu...
Belajar untuk terbang."
-Ashley Rice-


Buku 'Smart Teen' yang ini untuk remaja banget^^. Tepatnya, anak perempuan yang akan menginjak remaja. Sayang, tidak full colour seperti 'Smart Teen' yang lain.

Inikah Waktunya untuk Membuat Perubahan?

[Buku 9, Nonfiksi 2]

Judul Asli [Is It Time to Make a Change?]
Penulis [Deanna Beisser]
Alih Bahasa [Debbie Deci Natalia]
Editor [Stella Saputra]
Penerbit [Karisma Publishing Group]
Tahun [2006]



Ketika nyanyian hatimu mulai mengalun, sebaiknya kau mendengarkannya dengan penuh rasa syukur... karena harmoninya akan membawa kebahagiaan bagimu dan melodinya adalah suara yang murni dari jiwamu."
-Deanna Beisser-
Hmmm....

Girls Who Grew Up Great

[Buku 8, Nonfiksi 1]

Judul Asli [Girls Who Grew Up Great]
Penulis [Gwendolyn Gray]
Alih Bahasa [Amelia Listiani]
Editor [Stella Saputra]
Penerbit [Karisma Publishing Group]
Tahun [2006]



Tidak pernah terlambat untuk menjadi apa yang mungkin bisa kamu capai."
-George Eliot (Mary Ann Evans), novelis Inggris-


Dari sekian serial 'Smart Teen' dari Karisma yang saya baca, ini mungkin yang paling saya suka. Mungkin. Karena tidak hanya berisi quote dan nasihat, tapi juga menyertakan kisah-kisah para wanita hebat yang telah berhasil mencapai mimpinya.

Bertanya atau Mati!

Isman H. Suryaman

[genre] komedi, nonfiksi
[format]
paperback
[penerbit]
GPU
[tahun]
2004
[jumlah halaman]
240
[isbn]
979-22-0950-6





“Untuk sering bertanya dan tidak sekedar menerima. Untuk tidak lupa bermain dengan otak kita. Dan untuk menemukan kegembiraan serta ketertarikan pad ahal-hal sederhana. Terutama karena hal-hal tersebut adalah bagian dari menikmati hidup. Dan hidup adalah kebalikan dari mati.”

--Isman--

Saya akhirnya mendapatkan buku ini, langsung dari penulisnya *Ups, sebenarnya melalui mba’ Donna, partner mas Isman=P.

Bertanya atau Mati! (BaM) adalah kumpulan esai tentang kehidupan. Kita dapat membacanya dari dua sisi. Sisi merenung dan sisi menghibur :)

Sisi merenung; karena sesungguhnya seluruh esai berbalut komedi yang ada dalam buku ini mengajak kita untuk merenung dan, tentu saja, bertanya. Mulai dari hal yang tampak remeh seperti ‘kenapa peuyeum dan kentongan dijual bersamaan?’ hingga sisi penting dari kehidupan keseharian kita. Bahkan terselip juga beberapa penjelasan ilmiah, yang salah satunya cukup sering disebut dalam lembaran-lembaran buku ini, yaitu si belalang. Dan membuat saya bertanya (Nah, saya jadi bertanya, kan?^^), apakah mas Isman penggemar belalang? =P.

Sisi menghibur; karena BaM –tidak mungkin tidak– akan membuat kita tertawa, mulai dari taraf tersenyum simpul hingga terbahak-bahak. Bahkan Miki –kucing saya– pun menatap bingung melihat saya terbahak sendirian sambil memegang BaM (mungkin dia pun terpengaruh buku ini, jadi ikut bertanya-tanya ,“Apakah majikan tersayang saya sudah gila?”)

BaM mengajak kita merenung, bercermin untuk instropeksi diri, namun tidak dengan cara mengerutkan kening.

Gokil!

Miund
Rahat Books
Cetakan II, Juni 2007
Xiv + 222 hal.
797-1238-40-5



“...karena cinta sebagaimana juga hidup harus dibiarkan mengalir dan ditambahkan dengan usaha.”
~Miund~


Story:
Sedang berjalan-jalan di Metro Plaza Senayan bersama Wenni dan Tiyas.


Pernyataan bodoh:
Saya : “Bo, gue nggak ngerti deh ama Superman baru. Kenapa ya ketika dia jadi Clark Kent itu rambutnya gonjes, tapi kalo jadi Superman teh cepak. Ga berantakan lagi kalo terbang. Edan yah!”

Tanggapan tolol pertama:
Tiyas : “Mungkin pake hairspray.”

Tanggapan tolol kedua:
Wenni : “Ih kalo gue mah gak mikirin rambutnya. Yang gue gak ngerti... Superman itu kenapa matanya pake infra red? Hari gini jamannya udah bluetooth gitu loohh...”

*catatan redaksi: Wenni bekerja di bidang telekomunikasi.
-----------
Percakapan di atas hanya salah satu bagian dari kumpulan blog Miund (ya, ini nama orang), seorang perempuan twenstysomething di Jakarta. Masih banyak lagi berbagai bahasan ringan, lucu, dan tajam tentang kehidupan sehari-hari dalam buku ini. Disajikan dengan idealis tanpa menggurui. Kadang tampak ‘termehe-mehe’, naif, bingung dengan langkah yang diambil, yang akhirnya membuat tulisan pekerja kreatif ini jadi lucu, dalam, sekaligus...gokil!

[Sinopsis diambil dari back cover *males mode on^^*]

Ayu thinks:
Bukan bermaksud membandingkan, tapi memang tidak jauh berbeda dari buku Kambing Jantan-nya Raditya Dika. Yah, namanya juga tulisan yang diambil dari blog, yang berarti tulisan-tulisan tersebut adalah isi hati dari pemilik blog a.k.a jurnal pribadi a.k.a diary.

Tapi isinya memang cukup sesuai dengan judulnya, walau beberapa berisi kekesalan yang disamarkan menjadi komedi. Favorit saya adalah entry yang membahas tentang lagu dan permainan anak-anak. Menghibur!

Kalau kamu sedang malas mikir yang susah-susah, atau membutuhkan bacaan yang menghilangkan mood yang sedang buruk, bacalah buku ini. Gokil!^^

Aku Terlahir 500 gr Dan Buta ~Ikitemasu, 15-sai~

Miyuki Inoue

Tiwuk Ikhtiari (Terj.)

Elex Media Komputindo

xiv + 183 hal.

* Dimuat di Harian Batam Pos, Minggu, 29 April 2007

Bagaimana rasanya hidup tanpa mampu menikmati seluruh pemandangan di dunia yang penuh warna ini? Bagaimana rasanya hidup tapi selalu terancam oleh kematian yang dapat menjemput kapan saja? Hanya mengandaikannya saja mungkin kita tidak mampu, sudah takut lebih dahulu. Tapi bagi seorang Miyuki Inoue, hal itu harus ia hadapi dalam setiap detik napasnya.

Ayah Miyuki meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Hal itu menyebabkan ibu Miyuki, Michiyo, yang sedang hamil dirinya menjadi shock berat. Terlebih lagi keluarga ayah Miyuki tidak menyukai Michiyo sehingga ia harus menanggung kesedihan seorang diri. Akibatnya tubuhnya menjadi rentan, padahal kandungannya sudah mencapai 6 bulan.

Akibat rentetan kejadian tersebut, Michiyo harus melahirkan saat itu juga. Maka lahirlah Miyuki dengan berat hanya 500 gram, seperenam dari berat bayi pada umumnya. Begitu kecilnya Miyuki hingga dapat digenggam dengan satu tangan.

Dokter terus mengatakan agar Michiyo menguatkan hatinya karena hidup Miyuki hanyalah tinggal beberapa hari saja. Tapi Michiyo melakukan yang sebaliknya, ia terus memohon pada Tuhan agar Miyuki dibiarkan hidup. Michiyo terus menemani bayi mungilnya yang berada dalam inkubator. Hingga suatu hari Miyuki membuka matanya dan jari-jari mungilnya mengenggam jari Michiyo.

Miyuki memang selamat dari kematian yang telah divoniskan oleh dokter, tapi dengan resiko berbagai penyakit dalam tubuhnya yang bisa berakibat fatal bila keadaan tubuhnya memburuk. Dan ia pun harus rela hidup dalam gelap karena terkena ROP – Retinophaty of Prematurity, suatu penyakit yang mudah membuat mata bayi prematur mengalami kebutaan akibat terlalu banyak menghirup oksigen dalam inkubator.

Miyuki hidup hanya berdua dengan ibunya. Beliau bisa dibilang keras dalam mendidiknya, hingga terkadang membuat Miyuki tertekan dan merasa benci padanya. Bahkan pernah sekali ia ingin bunuh diri. Tapi semua itu karena ibunya ingin orang-orang tidak menganggap Miyuki berbeda. Perlahan Miyuki mulai mengerti sikap keras sang ibu, walau terkadang mereka masih sering bertengkar.

Michiyo, sang ibu, dengan setia terus mendampingi setiap kehidupan Miyuki. Hingga Miyuki bertekad kalau suatu hari nanti ibunya menangis, itu adalah tangisan bahagia. Bukan lagi tangisan karena kesedihan dan rasa lelah yang selama ini dialaminya.

Autobiografi Miyuki ini ditulis dan diterbitkan pada tahun 2000, saat ia berumur 16 tahun. Sebelumnya Miyuki pernah memenangkan lomba mengarang tingkat nasional Jepang untuk karyanya yang berjudul Air Mata Ibu dan cerpen berjudul Diriku Dalam Genggaman. Miyuki juga menerima penghargaan pendidikan Fukuoka atas karyanya. Kita juga dapat melihat kehidupan Miyuki dalam foto-fotonya yang terlampir dalam buku ini.

Miyuki mengajarkan pada kita bahwa sebuah keinginan yang disertai usaha keras dapat membuahkan hasil. Dan cacat fisik bukanlah suatu halangan baginya, justru menjadikan dirinya lebih terpacu dalam menggapai mimpi-mimpinya. Seperti yang dirinya katakan “Karena aku cacat, aku harus berusaha lebih keras dari pada orang lain”.

OUCH!!!

Melanie Subono

GagasMedia, 2007

Vi+132 hal.


“gue benci sekaligus cinta sama pekerjaan ini. Yes, love hurts...... namanya juga CINTA”

~Melanie~


Artis yang berlaku bak raja dunia memang bukan berita baru. Tapi coba dengarkan langsung dari orang yang benar-benar terlibat didalamnya.

Adalah Melanie Subono, seorang Liaison Officer (LO) di Java Musikindo. LO adalah penanggung jawab divisi talent yang bertugas mendampingi dan mengurusi artis selama mereka berada di Indonesia. Sounds cool, huh? Humm.... lebih baik kita simak baik-baik cerita Melanie.

Jabatan Melanie dalam Java Musikindo bukan hanya sekedar ia dapatkan karena statusnya sebagai anak sang pemilik. Melanie memulainya dari bawah. Berawal dari assisten pacar dalam mengantar-jemput artis, lalu naik menjadi pelaksana lapangan, kemudian akhirnya Melanie dipercaya memegang jabatan LO. Saat sang ayah mendirikan Java Musikindo, ditawarilah Melanie yang sudah memiliki kemampuan sebagai LO.

LO, pekerjaan yang sangat ia sukai sekaligus ia benci. Suka, karena tentu saja dapat berdekatan dengan si artis sekaligus menyerap ilmu-ilmu mereka tentang kehidupan panggung hiburan dunia. Benci, karena tugas LO dimulai jauh sebelum si artis melangsungkan konsernya. Tepatnya saat kontrak artis dan promotor ditandatangani. Dan saat para divisi lain sudah terlelap dalam tidur nyenyaknya ketika konser selesai, para LO masih harus berkeliaran. Belum lagi kelakuan si artis yang sering kali ajaib dan kebanyakan dari mereka ternyata mengidap amnesia akut ;-p

Karena itu LO dituntut harus bermental baja. Dan menurut Melanie, ini bukan hiperbolis. Benar-benar terjadi. Ia sendiri yang mengalaminya.

Ouch!!! Buku ini seru banget! Ternyata para artis dunia itu tingkahnya lucu-lucu. Ternyata lagi, mengurusi mereka lebih repot dari pada mengasuh anak kembar yang hiperaktif ;-p mulai dari artis yang masih norak dengan ketenarannya (teriak di mall saat sebuah televisi menayangkan gambar diri mereka) sampai artis yang meminta kamar di tingkat paling atas demi menghindari para fansnya dan memutuskan untuk tidak menggunakan lift selama tinggal di hotel itu! (capek dong turun naik!!)

Yang paling ajaib mungkin tingkah sang diva – Mariah Carey. Sampai-sampai Melanie membuat satu bab khusus dirinya dalam buku ini. Yang paling bikin ketawa adalah tingkah Maksim sang pianis. Mengajak Melanie dan para kru panas-panasan mengitari Blok M demi mendapatkan 'teh terenak di dunia' yang Maksim temukan kemarin. Setelah 15 menit berputar-putar akhirnya tempat yang pianis asal Kroasia maksudkan itu ketemu juga. Sebuah warung kecil. Maksim mengambil teh yang ia klaim sebagai ‘teh terenak di dunia’ itu.

Dan ternyata teh tersebut adalah..........

Baca aja deh sendiri ^___^

Aku & Marley


John Grogan
TransMedia

Setelah tanaman yang John berikan pada Jenny untuk dirawat bersama itu mati, mereka memutuskan untuk memelihara seekor anjing. Tanpa perlu dipikir ulang, pasangan pengantin baru itu membawa pulang seekor anak anjing kecil menggemaskan untuk mereka rawat. Anjing berbulu kuning jenis labrador retriever itu mereka namakan Marley

Dengan cepat Marley tumbuh besar menjadi anjing yang tidak mau diam dan siap menabrak siapa dan apa saja. Kenakalannya hampir tidak bisa ditolerir lagi, menggigiti tembok hingga berlubang, mencuri celana dalam, memakan semua benda yang bisa diraihnya. Akhirnya John dan Jenny memutuskan untuk membawanya ke sekolah kepatuhan. Sayangnya hal tersebut sama sekali tidak membawa hasil, malahan Marley diusir dari sekolah itu.

Dibalik semua kenakalannya itu, kesetiaan Marley pada John dan Jenny patut diacungi jempol. Marley selalu ada disamping mereka berdua, siap berbagi kebahagiaan juga kesedihan. Marley ada saat keduanya bahagia dengan kehamilan pertama Jenny, setia disamping Jenny saat ia bersedih akibat keguguran yang dialaminya. Marley selalu ada dalam setiap moment kehidupan John dan Jenny.

Buku ini menceritakan kisah nyata keluarga Grogan (John dan Jenny) mengenai kehidupannya bersama Marley yang disebut-sebut sebagai anjing terburuk didunia. Kalo gue pribadi sih kurang tahu apa benar kelakuan-kelakuan Marley yang diceritakan itu benar-benar seburuk itu? Mungkin itu karena gue belum pernah melihara anjing kali ya?? Tapi membaca kesetiaan Marley terhadap Grogan bikin gue terharu dan tersenyum lucu dengan kenakalan Marley yang kadang memang nggak kenal tempat itu, tapi kan dia itu hewan, ya nggak?

Berna & Garland


Nanae Gunji & Kasane Katsumoto
m&c - Komik Gramedia-majalah

“ibuku tak bisa melihat, itu sebabnya aku selalu bersama berna, si anjing pemandu. Tapi ibu merawatku dengan mata hatinya”
~mikita gunji~


Pada usia 27 tahun, penyakit behcet membuat Nanae Gunji kehilangan penglihatannya. Tapi hal tersebut tidak menghilangkan mimpinya untuk menjadi seorang ibu. Dengan keadaan Kouji, suaminya yang juga seorang tuna netra, mereka membutuhkan seekor anjing pemandu. Agar dapat mewujudkan mimpinya, Nanae berusaha keras menghilangkan rasa takutnya terhadap anjing.

Maka hadirlah Berna, seekor anjing betina jenis labrador berumur satu tahun enam bulan, dalam keluarga Gunji. Nanae dan Kouji tidak menganggap Berna hanya sekedar alat pengganti mata mereka, melainkan bagian dari keluarga mereka. Dimulailah kehidupan keluarga Gunji bersama Berna.

Akhir-akhir ini banyak sekali manga (yang terbit di Indonesia) yang menceritakan kisah para anjing pemandu, tapi buku (berdasarkan kisah nyata) inilah yang paling membuat saya tersentuh. Tentang anjing pemandu itu sendiri, walau belum banyak yang terbiasa, di Jepang tidak sedikit orang-orang tuna netra yang menggunakan jasa anjing pemandu (guide dog/ eye mate) dan pada dasarnya mereka dipinjamkan secara gratis kepada para penyandang cacat tersebut. Kalau di Indonesia, kira-kira ada nggak ya anjing pemandu seperti ini? Kurasa sih belum (nggak pernah lihat soalnya). Sebelum menyandang gelar sebagai anjing pemandu, si anjing itu harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu yang dibantu oleh para sukarelawan. Dan sebelum si pemilik mengambil anjing pemandu, mereka juga harus mengikuti pelatihan singkat agar si anjing dan juga pemilik terbiasa bersama.

Eneagram


Renee Baron & Elizabeth Wagele

Serambi, 2006

Eneagram adalah studi mengenai sifat-sifat dasar manusia yang terbagi menjadi sembilan tipe. Konon eneagram telah bermula sejak ratusan tahun yang lalu. Kesembilan tipe tersebut adalah: perfeksionis, penolong, pengejar prestasi, romantis, pengamat, pencemas, petualang, pejuang, pendamai.

Untuk mengetahui mana yang menjadi tipe diri, kita diajak mengisi kuis ditiap-tiap bab tipe. Buku ini juga memberi tips bagaimana menghadapi orang berdasarkan tipenya. Buku yang dilengkapi dengan ilustrasi dan komentarnya yang lucu-lucu ini mengajak kita mengenal sisi-sisi positif dan negatif dari kesembilan tipe tanpa menjadi bosan.
Sekedar informasi, aku orang dengan tipe no.9>> pendamai (walau sebenarnya masih bingung karena nilai untuk tipe pendamai dan tipe romantis sama besar. Jadi sebenarnya aku ini pendamai atau romantis ya??)

Tuesday with Morrie


Mitch Albom

Gramedia Pustaka Utama

"Kadang-kadang kita tak boleh percaya kepada yang kita lihat, kita harus percaya kepada yang kita rasakan. dan jika kita ingin orang lain percaya kepada kita, kita harus merasa bahwa kita dapat mempercayai mereka juga - bahkan meskipun kita sedang dalam kegelapan. Bahkan ketika kita sedang terjatuh"
~Morrie~

sebenarnya sih buku ini udah lama banget, tapi tiba-tiba jadi ingin membaginya.
Buku ini menceritakan kisah Albom mengenai pertemuan - pertemuannya dengan Morrie-profesor yang mengajari dirinya pada masa kuliah-pada bulan-bulan terakhir hidup sang guru tersebut.
Sebuah kisah nyata yang memberikan banyak sekali pelajaran mengenai makna hidup

"begitu kita ingin tahu bagaimana kita akan mati, itu sama dengan belajar tentang bagaimana kita harus hidup"
~Morrie~