Showing posts with label novel. Show all posts
Showing posts with label novel. Show all posts

Ronggeng Dukuh Paruk

[Buku 30, Fiksi 4]

Penulis [Ahmad Tohari]
Editor [-]
Penerbit [GPU]
Halaman [397]
Tahun [2003]
Sampul [Adi Permadi]




“Di belakangku Dukuh Paruk diam membisu. Namun segalanya masih utuh di sana: keramat Ki Secamenggala, kemelaratan, sumpah serapah, irama calung, dan seorang ronggeng.”
-Rasus, hal 107-

Story:
Dukuh Paruk adalah sebuah desa/dusun terpencil di Jawa Tengah. Dalam sebuah hasil wawancara yang pernah saya baca entah di mana (lupa^^), Dukuh Paruk ini benar-benar ada nyatanya, walau tentu saja nama sebenarnya bukan Dukuh Paruk (telah diganti demi menghormati privacy dusun tersebut).

Kehadiran seorang ronggeng setelah sekian lamanya, bernama Srintil, menghidupkan kembali Dukuh Paruk yang telah lama ‘mengering’. Dalam budaya mereka, ronggeng adalah seorang yang sangat dipuja dan dihormati. Dan menjadi ronggeng bukanlah sesuatu yang bisa dipelajari. Alam lah yang memilih seseorang untuk menjadi ronggeng.

Bagi Dukuh Paruk, seorang ronggeng bukan hanya sekedar menari belaka, namun juga melayani setiap laki-laki yang ingin tidur dengannya. Begitu pula dengan Srintil. Karena hal tersebut adalah budaya di tempat tersebut. Setiap laki-laki berusaha untuk mendekati Srintil. Dan Setiap wanita berlomba melayaninya dan saling bersaing membanggakan suami mereka. Karena jika Srintil bersedia melayani suami mereka, hal itu merupakan suatu kebanggaan.

Srintil yang telah menjadi milik semua orang itu membuat rasa cemburu timbul di hati Rasus, teman bermainnya sejak kecil. Bagi Srintil pun, Rasus berbeda dari semua laki-laki yang ada di Dukuh Paruk. Rasus memiliki tempat tersendiri di hati ronggeng itu. Namun dalam satu kesempatan, Rasus memilih untuk meninggalkan Dukuh Paruk dan menjadi tentara.

Perginya Rasus membuat Srintil ingin meninggalkan dunia ronggeng. Ia mulai menolak setiap laki-laki yang ingin tidur dengannya. Demi mimpinya menjadi seorang istri dan ibu, Srintil kemudian mengasuh Goder anak Tampi, seorang warga Dukuh Paruk.

Dan Dukuh Paruk mulai resah akan kembali kehilangan kebanggaan mereka, seorang ronggeng.

Ayu thinks:
Ronggeng Dukuh Paruk adalah sebuah novel luar biasa yang kaya akan unsur budaya, sosial maupun politik. Penulis mencoba memotret salah satu sisi budaya Indonesia yang suram, lengkap dengan kelaparan dan kemiskinan yang diakibatkan oleh kebodohan masyarakatnya. Kejiwaan setiap karakternya tergali dengan baik. Bahkan pergantian point of view-nya sama sekali tidak mengganggu (saya).

Ronggeng Dukuh Paruk ini sebenarnya penyatuan dari trilogi Dukuh Paruk – Lintang Kemukus Dinihari – Jantera Bianglala. Dan saya tidak menyesal telat membaca buku ini, karena trilogi yang diterbitkan ulang dalam satu buku ini memasukkan kembali bagian-bagian yang ketika itu disensor.

Dan terusnya saya menunda-nunda untuk menyelesaikan buku ini (bukannya dihabiskan dalam sekali baca), mungkin adalah satu-satunya sebab kenapa saya memberi nilai empat (bukannya lima) dari lima bintang yang tersedia.

Dunia Duniya

[Buku 29, Fiksi 3]

Penulis [Dewi Sartika]
Editor [A. Ariobimo Nusantara]
Penerbit [Grasindo]
Tahun [2007]
Sampul [Samsudin]


“Di antara semua orang yang tidak peduli akan Si Gila. Di antara orang-orang yang iba, berapakah kiranya yang mengalirkan air mata?”
-Sihar-

Story:
Orang tua Duniya tidak ingin mendengar kenapa Duniya mendapat nilai merah, tidak ingin mendengar alasan Duniya mengambil mangkok Mama yang sudah tidak dipakai lagi. Mereka hanya ingin Duniya bersikap benar versi mereka, dan tidak mendatangkan masalah. Itu sebabnya mereka kerap ‘menghadiahkan’ pukulan dan cubitan pada gadis kecil itu.

Duniya tidak mengerti. Duniya tidak begitu memahami isi dunia ataupun segala macam prasangka. Tapi apa yang orang tua Duniya lakukan membuat gadis kecil itu mulai mempertanyakan banyak hal. Dan kenapa hal seperti itu terjadi pada dirinya.

Tapi ternyata Duniya tidak sendiri. Mutasor juga kerap diperlakukan seperti itu oleh orang tuanya. Juga Sihar. Sihar yang dibenci oleh orang-orang komplek. Sihar yang ketua geng berandalan. Sihar yang selalu menjaga Duniya.

Mereka adalah anak-anak yang tumbuh lewat kekerasan. Tidakkah para orang dewasa itu sadar, bahwa mereka merindukan terang?

Ayu thinks:
Novel ini mengajak kita untuk memahami dunia anak-anak. Tingkah laku mereka kadang terlihat salah di mata kita. Tapi mereka punya alasan melakukannya. Novel ini berusaha membuat kita untuk memahami alasan-alasan itu.

Dengan bahasa yang lugas dan nyaman diikuti, penulis yang pernah memenangkan sayembara novel DKJ dan penghargaan buku remaja terbaik IKAPI ini menyoroti masalah kekerasan terhadap anak melalui kaca mata sang anak tersebut.

Dunia anak masih polos, belum ternodai oleh prasangka-prasangka buruk. Tugas kita untuk menjaga dunia mereka. Bukan dengan kekerasan, tentunya. Karena karakter seseorang terbentuk dari lingkungan tempat ia tumbuh.

Karena kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan.

Warrior: "Sepatu untuk Sahabat"

[Buku 28, Fiksi 2]

Penulis [Arie Saptaji]
Editor [-]
Penerbit [GPU]
Tahun [2007]
Sampul [Wawan]






Dari bumi Ngadirejo ini, ke langit mana engkau akan mengangkasa meraih bintangmu, Sri?
-Hal 27-


Story:
Sri terpilih menjadi anggota regu gerak jalan untuk perlombaan sekabupaten. Bukannya senang, Sri justru menjadi gundah. Masalahnya, sepatu Sri sudah berlubang, dan ia tidak punya uang untuk membeli yang baru.

Meminta Simbok untuk membelikannya? Kalau Sri minta, pasti Simbok akan membelikannya, walau harus ekstra kerja. Tapi Simbok sudah bekerja keras untuk membiayai kehidupan mereka berdua setiap harinya, manalah Sri tega meminta pada beliau.

Akhirnya Sri berusaha untuk mendapatkannya sendiri, dibantu oleh Lisa, sahabatnya yang ketua OSIS. Tapi kenapa setelah uang terkumpul, Sri tidak dapat membeli sepatu seperti keinginannya?

Ayu thinks:
Teenlit dengan sentuhan lokal. Saat membaca reviewnya di suatu blog, saya memang jadi penasaran dengan buku ini. Terlebih klub prosa yang saya ikuti mengambil tema lokalitas Januari ini.

Keseluruhan, saya suka buku ini. Apalagi, ini teenlit pertama yang saya baca setelah sekian lamanya ‘puasa’, dan ia menyuguhkan tema yang berbeda.

Yang (sedikit) mengganggu (untuk saya) adalah sajian pengetahuan umum yang menurut saya berlebihan (disajikannya).

Selebihnya baik-baik saja (^^). Saya memberikan tiga bintang dalam akun Goodreads.

Panah Patah Sangkuriang

Femmy Syahrani
[genre]
dongeng, legenda
[format]
paperback
[penerbit]
GPU
[tahun]
2003
[jumlah halaman]
120
[isbn]
979-22-0405-9







“Syarat yang harus kau penuhi adalah, sebelum fajar menyingsing kau harus membuat danau, lalu membangun kapal besar agar kita dapat melayari danau itu untuk berbulan madu.”

--Dayang Sumbi--

Sangkuriang tidak pernah melesatkan lebih dari satu anak panah setiap kali berburu. Semua karena busur dan anak panah pemberian Aki-nya yang sakti. Namun sejak Aki meninggal, kesaktian yang melekat pada panahnya tersebut perlahan meluntur, seiring dengan kondisi Emak –Dayang Sumbi– dan anjing kesayangannya –Tumang– yang juga menurun.

Satu hari satu anak panahnya tak sanggup membunuh kijang buruannya. Dan kesakitan yang dirasakan kijang itu turut dirasakan Sangkuriang.

Dayang Sumbi yang mendengar kisah Sangkuriang justru bersenang hati. Karena itu berarti kutukan Aki yang ditimpakan pada dirinya dan Tumang juga akan menghilang. Dengan segera Dayang Sumbi mengambil kitab milik Aki yang berisi ramuan penangkal kutukan dan menyuruh Sangkuriang mengambil hati hewan untuk melengkapi bahan ramuannya.

Namun keraguan Sangkuriang saat membidik mangsa buruannya justru membunuh Tumang. Atas permintaan Tumang sendiri, akhirnya Sangkuriang mengambil hati Tumang untuk diberikan pada Dayang Sumbi yang histeris saat mengetahui kematian anjingnya.

Sangkuriang yang merasa bersalah akhirnya pergi meninggalkan rumah.

Bertahun kemudian, Sangkuriang bertemu kembali dengan Dayang Sumbi yang sudah tak ia kenali rupanya. Dan Sangkuriang jatuh cinta pada Dayang Sumbi.

Kisah Sangkuriang adalah satu legenda ternama dari Jawa Barat yang menceritakan asal muasal Tangkuban Perahu.

Terinspirasi dari Disney yang meremake ulang dongeng-dongeng dunia, timbul keinginan penulis – mba’ Femmy – untuk menceritakan ulang dongeng rakyat Indonesia. Dan menurut saya mba’ Femmy berhasil membuat cerita rakyat yang tidak membosankan.

Bingung harus berkomentar apa^^, maka saya akan mengutip ucapan Sapardi Djoko Damono yang terdapat pada kover belakang: “Dengan cara bertutur demikian itu ia berhasil menggoda kita untuk, dengan penuh rasa ingin tahu, mengikuti bagian demi bagian sampai selesai, meskipun mungkin kita sudah pernah mendengar kisah itu.”

Ulysses Moore: Pintu Waktu

Pierdomenico Baccalario

[penerjemah] Damaring Tyas Wulandari, S.Si
[genre]
petualangan, fantasi
[format]
hardcover
[penerbit]
Erlangga for Kids
[tahun]
2007
[jumlah halaman]
222
[isbn]
978-979-015-511-4






“While of four one will open by lot
Of four three the motto will show
Of four two mean death on the spot
And one of four will lead below”

Pengantarnya yang unik membuat saya memasukkan buku petualangan fantasi ini ke dalam kantong belanjaan saat di toko buku Gramedia.

Cerita berawal dari kepindahan keluarga Covenant dari kota London ke Kilmore Cove, daerah pesisir di Inggris. Mereka menempati rumah tua bernama Argo Manor yang dulu dimiliki oleh Ulysses Moore, seorang yang aneh dan nyentrik. Rumah tersebut sangat terkenal di Kilmore Cove.

Keluarga Covenant memiliki sepasang anak kembar laki-laki dan perempuan bernama Jason dan Julia Covenant. Kalau Julia merasa kesal dengan kepindahannya ke daerah, maka Jason justru sebaliknya. Ia merasa dapat melakukan petualangan hebat di sini.

Satu hari, Rick Banner – teman baru si kembar – datang ke Argo Manor untuk menghabiskan waktu bersama Jason dan Julia. Rick sangat mengagumi dan penasaran pada Argo Manor. Itu sebabnya ia bersemangat saat Jason yang menganggap bahwa hantu Ulysses Moore gentayangan dalam Argo Manor mengajaknya berpetualang menelusuri rumah tua yang besar tersebut.

Julia yang tidak rela Jason dan Rick bersenang-senang sendiri, akhirnya mengikuti petualangan mereka. Hampir saja petualangan mereka sia-sia hingga Jason nyaris terjatuh dari tebing di belakang rumah. Saat bergelantungan di tebing tersebut, Jason menemukan sesuatu dalam lubang yang ia percayai sebagai gua.

Benda penemuan Jason membawa mereka berpetualang semakin dalam di Argo Manor, dan menemukan hal-hal menakjubkan yang harus mereka pecahkan bersama.

Buku pertama dari serial petualangan fantasi Ulysses Moore. Saya sangat berharap Erlangga menerbitkan buku selanjutnya. Dan hardcover juga, tentu saja^^.

Didukung ilustrasi yang indah oleh Iacopo Bruno, buku ini mengajak kita mengikuti petualangan tiga remaja tanggung tersebut. Dan sayang, harus berhenti sejenak untuk menunggu buku selanjutnya. Karena, saya lihat dari ending buku ini, Pintu Waktu adalah sebuah prolog dari keseluruhan petualangan yang akan dialami oleh si kembar Jason dan Julia serta Rick.

Kalau cepat-cepat membeli buku ini, bisa mengikuti kuis yang ada pada halaman belakang. Sayangnya hanya untuk anak kecil hingga remaja. Huks!

Stila-Aria.1 – Sahabat Laut

Sitta Karina
[genre]
pop, remaja
[format]
paperback
[penerbit]
Terrant Books
[tahun]
2007
[jumlah halaman]
337
[isbn]
979-3750-24-3





“Iya, nggak kalah canggih. Tapi alamnya juga jadi nggak kalah hancur. Sayang...”

--Aria--

Bekerja sama dengan WWF Indonesia, Sitta Karina mencoba mengajak remaja untuk peduli dengan lingkungan melalui novel terbarunya, Stila-Aria.

Stila-Aria dimaksudkan sebagai novel serial dengan Aria sebagai tokoh sentralnya. Pada buku pertamanya ini – Sahabat Laut – cerita dimulai dari kepindahan Aria ke tanah air setelah hidup di Amerika sejak berumur lima tahun.

Aria adalah cewek remaja yang kritis terhadap keadaan lingkungan. Ia sangat peduli pada lingkungan di tanah airnya –Indonesia– yang semakin lama semakin rusak. Sifatnya yang tegas dan unik tersebut membuatnya menjadi magnet dalam kelas barunya.

Dengan cepat ia bersahabat dengan dua cowok teman sekelasnya, Jamie – cowok peranakan Indonesia-Australia yang ‘terlalu’ sadar dengan wajah gantengnya, dan Musa yang sudah bosan menjadi bayang-bayang Jamie sejak TK. Ada juga Ayumi, sang kapten cheerleader, yang walau sering bersitegang, tetap berniat mengajak Aria masuk dalam eskul cheerleader pimpinannya.

Walau Aria selalu tampak ceria di sekolah, sebenarnya ia memiliki masalah dalam keluarganya yang tak pernah tinggal bersamanya hingga ia kembali ke Indonesia - yang mengingatkan saya pada komik Pop Corn. Tak ada seorang pun temannya yang tahu – termasuk Jamie dan Musa – tentang keadaannya hingga kedatangan seorang murid baru bernama Izar.

Sejujurnya, Stila-Aria kurang ‘nendang’ dibandingkan novel-novel Sitta sebelumnya (walau tak mengurangi minat saya untuk menyelesaikannya). Dengan ending yang ‘nanggung’ (mungkin memang dimaksudkan seperti itu), banyak hal yang tampak tidak selesai. Seperti tokoh Izar yang muncul belakangan dan memiliki peran penting dalam masalah Aria dengan masa lalunya, atau Soma yang muncul tiba-tiba dan tanpa kelanjutan. Pun chemistry antara Aria dan Adam yang kurang terlihat.

Lalu saya berpikir *halah*, mungkin karena novel ini bersambung (bukan serial dong, kalau begitu^^), maka para karakternya dibuat nanggung seperti itu.

Tapi tenanglah, hai para penggemar Sitta Karina! Novel ini jauh dari kata biasa. Gaya menulis Sitta Karina membuat novel ini berbeda dengan teenlit lainnya. Dan itulah yang saya suka darinya. Selain itu, Stila-Aria penuh dengan pesan moral untuk para pembacanya.

Sebagai salah satu penggemar Sitta Karina dan satu dari sekian manusia yang peduli dengan lingkungan, saya merekomendasikan novel ini untuk dibaca.

A Very Yuppy Wedding

Ika Natassa
[genre] pop, romance
[format]
paperback
[penerbit]
GPU
[tahun]
2007
[jumlah halaman]
288
[isbn]
979-22-3181-1







“This is not the feeling of wanting something that you can’t have. But having something that you can’t want.”
--Andrea--

Andrea, seorang bankir muda yang tengah sukses menuju puncak karirnya, padahal usianya belum lagi tigapuluh tahun. Seakan belum cukup sempurna. wanita karir yang super sibuk ini memiliki kekasih bernama Adjie – the most eligible bachelor in banking – yang berniat untuk menikahinya.

A puerrfectt life, eh?

Tampaknya tidak begitu bagi Andrea. Karena, baginya, menerima pinangan Adjie, berarti ia harus berpikir dua kali meneruskan karir cemerlangnya di kantor tempat mereka berdua bekerja saat ini, secara para karyawannya dilarang memiliki hubungan kekasih.

Tapi Andrea dan Adjie punya rencana. Mereka hanya tinggal menyembunyikannya hingga beberapa bulan ke depan – saat kontrak mereka berdua di kantor itu selesai. Waktu yang cukup bagi mereka untuk menyiapkan pernikahan sembari mencari kerja di tempat lain, karena mau tak mau salah satu dari mereka harus keluar dari kantor itu kalau tidak mau membayar denda 500 juta karena pelanggaran kontrak.

Semua tampak berjalan lancar, walaupun dengan sedikit ‘gangguan’ seperti rongrongan sang wedding planner serta keinginan calon mertua yang perfeksionis. Hingga semua ini tampak sia-sia, ketika Andrea harus menghadapi kemungkinan Adjie berselingkuh dengan rekan kerjanya yang baru.

Satu lagi kisah perempuan kota yang sukses tapi kurang mensyukuri hidup sempurnanya. Tapi bukan berarti buku ini tidak bagus^^. Novel ini menarik dan memberi saya pengetahuan tentang salah satu profesi di bank, karena penulis detail sekali menjabarkan kegiatan Andrea di kantornya.

Hanya ada satu hal yang kadang membuat saya menghela napas. Nama fashion brand terkenal. Mango dan ZARA. Bukan berarti saya tidak menyukai mereka (justru sebaliknya!), tapi kedua nama brand tersebut terlalu sering disebut dalam novel-novel pop, seakan tidak ada merk lain yang sama bekennya.

Tapi untunglah hal tersebut tidak mengganggu saya menikmati jalan cerita novel ini.

Be With You [Ima Ai Ni Yukimasu]

Takuji Ichikawa

[penerjemah] terry gallagher
[tipe]
novel, fiksi
[genre]
romance
[penerbit]
VIZ media
[tahun]
2006
[jumlah halaman]
263
[isbn]
978-1-4215-0762-0




“When the rainy season returns, I will come back to see how the two of you are getting along.”

--Mio--


Novel dari seorang penulis Jepang yang akhirnya saya miliki juga setelah sekian lamanya mencari.

Novel ini bercerita tentang Takumi yang hidup berdua dengan Yuji, anak laki-lakinya yang masih berumur enam tahun, karena Mio, istrinya, telah meninggal dunia. Takumi mengatakan pada Yuji bahwa Mio pergi ke planet bernama Archive, sebuah tempat dimana semua orang yang meninggal dunia pergi.

Suatu ketika di hari hujan, dalam perjalanan pulang, Takumi dan Yuji menemukan seorang perempuan yang mereka kenali sebagai Mio. Mio kembali dari kematiannya, setidaknya itulah anggapan Takumi. Tapi Mio kembali tanpa ingatan apa pun.

Percaya bahwa dirinya adalah istri Takumi dan ibu dari Yuji, mereka kembali hidup bertiga. Takumi dan Yuji merahasiakan pada Mio bahwa dirinya sempat meninggal sebelum kembali tanpa ingatan. Dan Yuji menganggap Mio kembali dari planet Archive, sementara Takumi percaya bahwa Mio yang ada di hadapannya sekarang adalah hantu.

Walau begitu Takumi tidak peduli. Yang ia pedulikan hanyalah Mio yang telah pulang dan kembali hidup bersama dengan dirinya dan Yuji. Seiring waktu Takumi mulai menemukan rahasia sebab kenapa hantu Mio muncul kembali di hadapannya dan Yuji.

Pertama kali saya mengenal cerita ini ialah melalui filmnya. Sinematografi-nya yang cantik dan halus serta ceritanya yang manis membuat saya penasaran dengan bukunya yang langsung saya cari-cari.

Novel ini sungguh khas cerita Jepang, mengalir halus tanpa letupan-letupan besar dengan setting tempat yang cantik. Dengan sedikit balutan fantasi, Be With You hadir dengan ending yang tidak mudah ditebak.

From Batavia With Love

Karla M. Nashar

[tipe] novel, fiksi
[genre] pop, chicklit
[penerbit] gagas media
[tahun] 2007
[jumlah halaman] vi + 298
[isbn] 979-780-178-0


“Masa depan mungkin hanya sebuah impian dari hari ini. Namun sepanjang apa pun hari ini, ia pasti akan berlalu dan berganti menjadi hari esok. Demikian juga dengan mimpi. Sesulit apa pun kita meraihnya, jika berusaha pasti akan berhasil pada akhirnya. Kamu harus percaya itu.”

--Pieter--


Ada yang sudah pernah menonton Kate and Leopold, film yang menceritakan sepasang kekasih yang berbeda zaman? Novel ini mengingatkan saya pada film tersebut. Tapi tentu saja keduanya berbeda. Pada Kate and Leopold, mereka terikat karena salah satu tokoh melompati ruang dan waktu. Sedangkan dalam novel ini mereka terhubung oleh ikatan batin akibat sebuah jiwa resah yang belum tenang.

Adalah Tara Medira, seorang gadis yatim piatu yang mendapat pekerjaan menjadi guide bagi sepasang pemerhati sejarah yang ingin mengadakan riset di kota Jakarta. Kunjungan mereka ke museum Fatahillah mengantarkan Tara pada serangkaian mimpi aneh yang menghubungkannya pada sosok masa lalu dalam penantian panjang-nya.

Dari mimpi-mimpinya, Tara mulai mengenal sosok tersebut. Ia adalah Pieter Van Reissen, seorang aristokrat Belanda yang mengunjungi Batavia pada tahun 1905. Pieter, tanpa sengaja, berulangkali bertemu dengan seorang gadis pribumi bernama Yasmin, yang kemudian berkembang menjadi cinta di antara keduanya.

Sayang, gadis pribumi dan pemuda aristokrat Belanda bukanlah pasangan yang tepat, sehingga orang-orang di sekitar mereka merenggut paksa cinta yang terlanjur tumbuh dengan kuat tersebut.

Hal tersebut membuat Pieter tak tenang dan terus menanti hingga saat kematiannya. Maka ia menjadi jiwa yang resah akibat penantiannya itu. Dan seratus tahun pun berlalu, saat itulah jiwa resah milik Pieter bertemu dengan Tara yang dianggapnya dapat menghentikan penantiannya tersebut.

Mengambil setting di Batavia dan sedikit daerah Buitenzorg (Bogor) pada tahun 1900-an, Karla menggambarkan dengan jelas dan detail keadaan dan situasi saat itu. Saya salut dengan survei keadaan Jakarta pada masa lalu tersebut. Karakter Pieter yang terus penasaran pada gadis yang ditemuinya, Yasmin si gadis pribumi yang cerdas serta rasa kesepian yang ada dalam diri Tara mampu tergambar dengan baik, membuat saya enjoy membayangkannya selama membaca novel ini.

Tapi, hingga pertengahan cerita belum juga tampak interaksi antara Tara dan jiwa Pieter yang saya tunggu-tunggu. Pun adegan penting saat keadaan sebenarnya antara Pieter dan Yasmin terungkap hanya diceritakan melalui mulut Pieter kepada Tara, padahal adegan tersebut adalah adegan penting yang menentukan jiwa Pieter untuk terus menanti.

Walau begitu, kisah hidup Pieter maupun Tara sangat menarik untuk ditelusuri. Novel ini menarik, terutama karena mengusung tema masa lalu yang saya sukai^^. Saya akan memberikan delapan setengah poin dari sepuluh poin yang ada^^.

Kintaholic

Primadonna Angela

[tipe] novel, fiksi
[genre] teenlit
[penerbit] GPU
[tahun] 2007
[jumlah halaman] 248
[isbn]
979-22-3205-2





“Cincin itu hanya benda. Bisa diartikan simbol ikatan atau hubungan, tapi nggak mesti begitu, kan? Tergantung manusianyalah yang menafsirkan cincin bermakna apa,”

--Yanik--

Kalau kamu diberi kesempatan ke Jepang dan berperan dalam sebuah drama bersama aktor idolamu lalu tinggal seatap dengan dirinya, apa reaksimu? Kalau saya, mungkin akan seperti Miki –kucing saya- membuka mulut ingin mengeong, tapi nggak keluar suara *lol*.

Hal yang bagi saya hanya sekedar mimpi itu (kecuali kalau Jun Matsumoto tiba-tiba mendapat ‘pencerahan’ untuk menelpon saya =P), terjadi pada Yanik Prativi.

Demi menggapai Kinta, aktor yang sedang populer di seluruh dunia, Yanik berusaha mati-matian. Belajar bahasa Jepang, menghitamkan kulitnya yang seputih salju itu karena –konon– Kinta suka dengan cewek berkulit coklat seperti Lietha, sahabatnya. Hingga bingung harus curhat pada siapa tentang perasaannya pada Kinta. Tadinya Yanik ingin bercerita Lietha, sahabat baiknya sekaligus orang yang sudah dianggap adik sendiri oleh Kinta, tapi ia tidak bisa. Masalahnya Lietha sangat membenci para Kintaholic –sebutan bagi para penggemar Kinta, padahal Yanik sendiri adalah Kintaholic sejati!

Setelah membaca semua novel mba’ Donna, saya menemukan ciri khas di dalamnya (telat!), yaitu selalu terdapat list tentang sesuatu hal dan kehidupan keluarga para tokoh harmonis dan menyenangkan. Untuk saya pribadi, hal tersebut sangat menghibur. Rasanya senang membayangkan keluarga-keluarga seharmonis mereka. Membaca list-list tersebut juga suatu kenikmatan tersendiri^^. Dan dalam novel ini, list-list itu melengkapi setiap bab-nya.

Suasana Jepang yang digambarkan juga sangat jelas dan membuat keinginan saya untuk pergi ke Jepang bertambah besar^^. Chemistry antara Kinta dan Yanik juga terbangun dengan baik di sini. Intinya adegan demi adegan mengalir lancar seperti biasanya. Bravo mba’ Donna! *wink*. Sayang ada satu adegan penting yang ‘hanya’ diletakkan dalam list, yaitu adegan.... ups, nanti jadi spoiler... adegan dimana Yanik menangis sekeras mungkin. Padahal saya ingin sekali ‘melihat’ adegan tersebut.

Kintaholic, selain adalah buku kedelapan yang telah terbit, juga merupakan sekuel dari Belanglicious. Walau merupakan sekuel, kedua novel ini dapat dibaca secara terpisah karena tokoh utama dalam kedua novel tersebut berbeda (Belanglicious adalah kisah Lietha, sahabat Yanik). Namun akan lebih baik kalau membacanya berurutan. Lebih mantap!^^

Nah, silahkan membaca Kintaholic.

XX

AR Arisandi

GPU, September 2007

216 hal.

979-22-3204-4






"Aku tak sabar menunggu hari saat kita bisa menghabiskan pagi dengan melihat anak-anak kita tumbuh dan menikmati senja dengan melihat matahari terbenam."
--XX--


Selama bertahun-tahun Liana selalu menerima SMS pernyataan cinta dari seseorang bernama XX. Liana tidak pernah tahu siapa orang itu hingga suatu hari ketika ia dan tiga orang sahabatnya serta suami-suami mereka berkumpul setelah sekian lama.

XX kembali mengirimkan SMS yang hanya diketahui oleh mereka yang datang pada pertemuan itu. Dan itu berarti kecurigaan menyempit pada suami-suami sahabatnya, karena hanya mereka laki-laki yang hadir pada saat itu.

Berpegang pada clue tersebut, mereka berempat mulai menyelidiki siapa sebenarnya XX. Namun hal ini justru memicu perselisihan-perselisihan pada rumah tangga ketiga sahabatnya yang memang terlihat rapuh.

Ketiga sahabatnya ingin terus membantu, tapi mereka tidak tahan pada kecemburuan terhadap suami-suami mereka yang selalu memuji Liana yang memang memiliki kecantikan luar biasa. Semakin bertambah petunjuk yang mereka dapat, semakin sahabat-sahabat Liana takut akan kehilangan suami mereka.

Membaca cerita dalam metro pop ini membuat saya teringat akan serial desperate housewive. Penuh intrik dan teka-teki. Yang menarik, novel ini justru diceritakan melalui sudut pandang salah satu dari sahabat Liana, sang masalah utama.

Buku ini menarik dan sama sekali tidak membosankan. Sepanjang kita menyusuri tiap halamannya, kita akan dibuat menebak-nebak siapa sebenarnya XX. Dan tidak semudah itu, karena semuanya memiliki motif untuk mendekati Liana, sang bunga di antara empat sahabat tersebut.

Rona Hidup Rona

Mia Arsjad

GPU, Juli 2007

320 hal.

979-22-3034-3

"Kalau memang kita harus pisah, bukan karena kita mau, tapi karena kita harus."
--Tama--


Story:
Rona baru saja mendepak tunangannya yang suka berselingkuh. Tapi keputusannya ini memicu kepanikan massal dari orang-orang sekitarnya. Bukan hanya karena semua rencana pernikahan sudah fix, tapi juga karena mereka takut Rona jadi perawan tua karena trauma mengingat umurnya yang sudah 28 tahun.

Rona sama sekali tidak trauma. Ia justru menemukan cinta baru. Dalam diri seseorang yang lebih muda sembilan tahun darinya. Masalahnya bukan karena laki-laki itu masih bau kencur, tapi karena dia adalah orang yang sedang dikejar-kejar oleh adik Rona untuk menjadi kekasihnya.

Tidak boleh ada yang tahu Rona menaruh hati pada daun muda. Tidak boleh ada yang tahu kalau ternyata laki-laki itu juga jatuh cinta pada Rona!

Ayu thinks:
Apa salahnya jatuh cinta pada yang lebih muda? Yah... mungkin salah kalau laki-laki itu gebetan adik sendiri *LOL*. Tapi cinta tidak bisa memilih jatuh pada siapa, seperti yang terjadi pada dua tokoh cerita ini.

Chicklit kedua – setelah Autum in Paris – yang saya baca setelah ‘puasa’ chick/teenlit beberapa waktu lamanya^^. Dan, maaf, karena saya sedang tidak mood ‘bercerita’, saya tidak memberikan komentar apapun selain nilai 8 dari 10 nilai yang tersedia untuk novel ini ;D.

Autumn in Paris

Ilana Tan

GPU, Juli 2007

272 hal.

979-22-3030-0





"Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu."
--Tatsuya--


Story
Ada tiga hal yang disukai Tara Dupont, yaitu, Paris, musim gugur dan Sebastien. Yang terakhir itu, walau perasaan Tara masih bertepuk sebelah tangan, Sebastien selalu hadir untuknya. Tara menyukai hidupnya, karena ia memiliki segalanya.

Suatu hari datanglah Tatsuya Fujiwara. Teman Sebastien berkebangsaan Jepang yang sedang mengurusi pekerjaannya di Paris tersebut justru membenci kota itu dan musim gugur. Namun sejak awal perjumpaan mereka, Tatsuya membangkitkan rasa penasaran pada diri Tara, hingga perlahan ia menyadari perbedaan rasa sukanya terhadap Tatsuya dan Sebastien.

Perjumpaan-perjumpaan mereka dilanjutkan dengan ajakan kencan dari Tatsuya melalui surat pembaca di radio tempat Tara bekerja. Dan diteruskan dengan kencan-kencan berikutnya.

Tapi kedatangan Tatsuya ke Paris tidak hanya sekedar mengurusi pekerjaannya. Ia mencari seseorang yang akan menghubungkan dia dengan masa lalu.

Apa yang akan terjadi bila masa lalu yang sedang Tatsuya kejar terikat benang merah dengan diri Tara. Dan hal tersebut justru menghancurkan harapan dan perasaan mereka berdua, hingga salah satu memutuskan lebih baik mengakhiri hidupnya?


Ayu thinks
Akhir-akhir ini banyak sekali ‘aroma Jepang’ yang terhembus dalam kepala saya (tentu saja di samping manga-manga yang kerap saya beli setiap minggu). Dari dua draft novel bersetting Jepang yang sedang ditulis oleh dua orang teman, tetangga saya yang bercerita bahwa dia pernah mengunjungi museum ghibli (Urgh, iri!), hingga novel yang saya ‘temukan’ di gramedia ini.

Awalnya saya tidak begitu tertarik, secara saya sedang berusaha menyelesaikan buku-buku yang masih menumpuk di rumah^^, tapi saat saya membaca sinopsisnya, ada nama Tatsuya Fujiwara di situ. Satu lagi aroma Jepang. Voila! Akhirnya terbeli juga buku itu.

Dan, ya, novel metropop ini bagus dan mengharukan. Tentu saja bagus, karena buku-buku (serta film-film) yang masuk di duaMataduaTelinga adalah yang saya sukai^^.

Jadi, ada dua hal yang akan saya lakukan setelah membaca novel ini. Mencari novel Summer in Seoul karya Ilana Tan yang lain (yang ternyata sedikit berhubungan dengan tokoh novel ini). Dan menyentuh kembali draft novel (juga bersetting Jepang) yang telah saya tinggalkan berbulan lamanya di dalam folder komputer. Wish me luck!^^

Perempuan Lain

Kristy Nelwan

Grasindo, 2007

xii + 362 hal.

979-759-774-1





“Maksud gue, status tuh penting nggak, sih?”

--Maya--


The Story:
Maya memergoki Fauzan, tunangan Hesti – sahabatnya – berselingkuh dengan wanita lain. Meluncurlah makian-makian kasar dari Maya. Ia paling benci dengan wanita perusak hubungan. Itu pula sebabnya, Maya kerap kesal dengan kakaknya yang selalu suka dengan pria beristri.

Kejadian tidak menyenangkan tentu diimbangi oleh hal-hal yang menyenangkan. Maya dipercaya menjadi PO untuk launch produk terbaru Nokila. Disanalah ia bertemu Sandi. Klien nya itu memberikan padanya perhatian lebih. Dan Maya jatuh cinta seperti Sandi yang juga jatuh cinta padanya.

Tapi bagaimana kalau ternyata Sandi sudah menjadi milik wanita lain? Dan Maya tidak pernah bisa melepasnya, karena ia sudah jatuh terlalu jauh dalam cintanya pada pria itu. Tentu saja, kalau sudah begini, hubungan mereka harus dirahasiakan rapat-rapat, terutama dari Hesti.

Maksudnya, tidak mungkin memberitahu sahabatnya itu, sementara karena perselingkuhanlah, Hesti memutuskan pertunangannya. Dan Maya memaki-maki wanita selingkuhannya itu lalu berpidato panjang lebar tentang dirinya yang membenci wanita yang mau saja jadi selingkuhan.

Dan sekarang dalam posisi itulah Maya berada, menjadi selingkuhan! Jadi, mengerti, kan, kenapa Maya harus menyembunyikan hubungannya dengan Sandi tersebut?

Ayu thinks:
Satu dari sekian buku yang saya pilih karena kovernya^^. Lihatlah kover buku ini, tidakkah memancing rasa penasaran dan keinginan untuk membacanya? Dan sangat melegakan bagi saya, ternyata saat dibaca, isinya jauh dari kata mengecewakan.

Novel ini bercerita tentang affairs, baik affair sang tokoh utama, maupun orang-orang di sekitarnya. Banyak menggunakan alur flashback yang perpotongan scene-nya menggunakan lamunan si tokoh. Untunglah tidak membingungkan saat scene berpindah kembali ke masa kini.

Oke, apa yang bisa diambil dari kisah ini? Yaitu, hati-hati jika berselingkuh.... hahaha =D. Salah! Lebih baik jauhkan diri dari sebuah affair yang hanya akan membuat kesulitan bagi diri sendiri^^. Kita memang tidak dapat mengontrol hati untuk tidak jatuh cinta pada seseorang, tapi kita dapat mengontrol tindak diri.

Bellamore ~ A beautiful love to remember

Karla M Nashar

GPU, Juni 2007

264 hal.

979-22-2974-4

“Some things better left unspoken.”

--Fabian--



The Story:

Lana baru saja didepak oleh Tristan dengan alasan yang sama ketika diputuskan oleh pacar-pacarnya sebelum Tristan – menolak untuk bobok bareng^^. Tapi sepertinya Lana tidak dibiarkan untuk berlarut-larut dalam kesedihan ditinggal Tristan, karena ada seorang Fabian Ferdinandi.

Jadi, Fabian akan menggantikan posisi Tristan?

Salah! Justru kekesalan Lana terhadap Fabian membuatnya tidak sempat bersedih lama-lama karena Tristan.

Fabian, cowok Itali rekan kerjanya itu, tidak pernah berhenti menggoda Lana. Cowok itu terus penasaran pada Lana yang dianggapnya aneh karena mempertahankan keperawanannya. Ia tahu betul bagaimana memancing emosi Lana yang selalu berusaha untuk tenang tersebut.

Seks, seks, dan seks. Hanya hal itu yang selalu Fabian bicarakan, dan kerap membuat Lana naik darah. Tapi ketika Fabian harus meninggalkan Indonesia, Lana merasa kehilangan sesuatu. Dan akhirnya waktu mempertemukan mereka kembali dalam dinginnya kota New York. Saat itulah Lana harus mengetahui kenyataan tentang Fabian.

Ayu thinks:

Satu lagi novel yang dengan blak-blakan membicarakan seks. Memang sudah tidak aneh lagi, tapi dalam novel ini dipadukan dengan sang tokoh utama yang justru mati-matian mempertahankan keperawanannya sebelum ia menikah.

Tapi, sayang, (menurut saya) kenyataan mengejutkan yang ada tidak terlalu mengejutkan. Entah kenapa saya sedikit kecewa saat hal tersebutlah yang menjadi kenyataannya. Tapi alur yang baik (walau agak panjang^^) dan chemistry yang kuat antara Fabian dan Lana membuat ‘kenyataan’ itu tidak begitu menganggu (lagi-lagi ini pendapat subyektif saya^^).

Jadi apa yang dapat diambil dari kisah ini? Tentu saja, walau di dunia serba modern dan serba bebas ini, keperawanan patutlah dijaga... hahaha =D. Dan saat kamu mencintai seseorang, bukan berarti kamu harus memiliki dirinya. Karena mencintai seseorang berarti menginginkan kebahagiaan untuk orang tersebut.

Quadrangle

Nadiah Alwi

QuadBooks, April 2007

xiv + 106 hal.

979-16155-0-1

“...Tapi, sepertinya semua itu sedikit banyak mendewasakanku.”
~Dheta~






Story:

Dheta dan Lina adalah sepasang sahabat. Namun semuanya hancur saat Mirdhal hadir di antara mereka. Semua itu terjadi saat mereka berada di Paris. Berat hati, Lina pun kembali ke Indonesia, sementara Dheta memulai kehidupan baru dengan keluarga barunya di Paris, serta menjalin hubungan dengan Mirdhal.


Hubungan yang memburuk itu tidak putus begitu saja, karena, Jacques – kakak tiri Dheta – tetap berhubungan baik dengan Lina, bahkan kini mereka bersahabat, walau Lina berada di Jakarta dan Jacques ada di paris.

Tahun pun berlalu. Lina dan Mirdhal kembali bertemu dalam satu kesempatan. Dan rasa itu pun turut hadir di antara mereka. Mirdhal mendekati Lina, mencoba menjalin hubungan yang ketika itu terputus di kota Paris. Tapi ada Jacques di sisi Lina, yang selalu memberinya sebuket bunga setiap tahunnya. Dan ada Dheta, yang belum memaafkan Lina, walau kini dia sendiri sudah menikah dengan seorang pria Perancis.

Saat cinta segi tiga antara Lina–Mirdhal–Dheta telah berubah menjadi cinta segi empat dengan kehadiran Jacques, apa yang akan terjadi?

Ayu thinks:
Yang membuat rasa penasaran saya terhadap novel ini adalah proses penerbitannya. Nadiah Alwi menerbitkannya secara indie (self publishing). Ia menangani semuanya sendiri. Saya pribadi sangat salut. Proses penerbitan yang berisi kesulitan dan kesenangan yang dialami penulis dapat dilihat dalam web pribadinya, http://quadrangle.web.id.

Dan novel ini menyenangkan, tidak hanya mengajarkan apa itu cinta, namun juga sebuah persahabatan yang sesungguhnya tidak layak dihancurkan begitu saja oleh sebuah masalah.

Psycho-logylove

Syafrina Siregar

Gramedia Pustaka Utama, Mei 2007

224 hal.

979-22-2879-9


“Maka jalani dan nikmati dengan penuh kehormatan dan tanggung jawab. Have a responsible and meaningful fun!”
~Amira~




Story:

Amira adalah seorang psikolog terkenal di Makassar. Namun ia selalu ‘bersembunyi’ di belakang nama samarannya –AJ – karena ia benci publikasi. Dan satu hal lagi, Amira fobia dengan pernikahan, padahal selama ini sebagian kliennya datang karena masalah pernikahan mereka.


Bahkan Amira bergeming ketika Ardi, seorang pengusaha sukses, pemilik hotel tempat dimana sahabatnya akan melangsungkan pernikahan, memberikan sinyal-sinyal ketertarikan padanya. Amira justru menikmati saat secara tak sengaja ia kembali bertemu dengan Putra, mantan pacarnya sewaktu kuliah, yang sayangnya sudah menikah.

Satu hari, sebuah peristiwa menyebabkan Amira ‘terjatuh’. Masa depan, karier dan nama baiknya, serta hidup Amira hancur berkeping-keping karena publikasi yang berlebihan. Dan ketika melarikan diri hanyalah satu-satunya pilihan, apa yang akan Amira lakukan?

Ayu thinks:
Dari seluruh novel Syafrina Siregar yang sudah saya baca (Kecuali Life begins at Fatty dan Kawin Kontrak –belum saya baca), ada satu persamaan pada tokoh-tokohnya; mereka semua adalah wanita mandiri yang hidup sendiri. Dan kehidupan mereka bukanlah berada di Jakarta atau Bandung – seperti yang selalu menjadi setting dalam novel-novel sejenis. Dan saya suka^^. Saya bisa membayangkan keadaan Makassar yang menjadi setting novel ini, karena digambarkan begitu baik.

Gemala dan Rumah Kayu Oak

Alif Ra’ain

Gagas Media, 2007

x + 156 hal.


"Hampir semua yang datang ke sini tidak pernah ingin kembali ke duniamu"

~Nacisot~


Setelah menyelesaikan tahun ajarannya di sekolah, Gemala dan Bei pun menyusul kedua orang tuanya ke kota London untuk menetap di sana. Mereka akan tinggal di Old Creek Street, di salah satu pemukiman tua yang terletak di sebelah barat London.

Lingkungan yang nyaman dan asri segera membuat Gemala menyukainya. Di belakang rumah yang luas terdapat beberapa pohon besar. Yang membuat Gemala tertarik adalah adanya sebuah rumah kayu mungil di salah satu pohon tersebut – terletak tepat bersebrangan dengan kamar Gemala di lantai dua.

Ibu melarangnya untuk menyentuh rumah pohon itu, karena berbahaya dan takut Bei akan ikut-ikutan. Tapi Gemala tidak bisa mengabaikan rasa penasarannya. Maka, saat kedua orang tua dan Bei pergi, Gemala memutuskan untuk menaiki rumah pohon tersebut.

Rumah pohon itu, walau sudah tua, ternyata masih berdiri kokoh. Didalamnya banyak terdapat pintu-pintu mungil dan sebuah kursi goyang. Yang membuat Gemala merasa aneh, ia tidak menemukan sedikit pun debu, padahal sudah lama tidak ada yang menempati. Tapi rasa gembira Gemala karena merasa menemukan tempat untuk dirinya sendiri membuatnya tidak menghiraukan hal itu.

Beberapa hari kemudian, Gemala kembali ke rumah pohon itu, membawa serta karpet lama yang sudah tidak digunakan lagi. Karena merasa nyaman, Gemala pun akhirnya tertidur.

Saat ia terbangun, rumah kayu itu sudah bertambah besar! Dan ia bertemu dengan seekor kucing besar yang bisa berbicara, mengenakan celana pendek dan sepatu boot, serta berdiri layaknya manusia!

Ternyata Gemala memasuki Azzrael, dunia yang penuh dengan sihir dan keajaiban. Tapi yang diinginkan Gemala hanya pulang ke rumahnya, ke tempat keluarganya. Maka Ralph – si kucing yang bisa berbicara tersebut – mengajaknya ke tempat Samuel Tua. Menurutnya hanya Samuel Tua yang bisa memulangkan Gemala.

Ternyata tidak semudah itu menemukan pintu keluar dari dunia ini. Ditemani oleh teman-teman barunya, Gemala pun menjalani petualangan penuh kejutan yang melibatkan perseteruan antar kekuatan sihir demi menemukan pintu menuju dunianya.

Membaca ini jadi teringat dongeng yang pernah kubaca waktu kecil. Satu lagi, seperti dunia Narnia?

Ilustrasi kovernya sangat mendukung isi cerita. Aku jadi bisa membayangkan setting Azzrael. Tapi sayang, usia Gemala kurang cocok dengan deskripsinya. Menurutku akan lebih cocok jika Gemala berusia 13/14 tahun, karena orang-orang di dunia Azzrael memanggilnya nona kecil. Akhirnya selama membaca novel ini aku membayangkan Gemala berusia 13 tahun.

Dilihat dari endingnya, mungkin akan ada judul-judul lain dari serial Gemala?

OUT

*Pemenang Japan's Grand Prix for Crime Fiction
*Finalis Edgar Award


Natsuo Kirino

Lulu Wijaya (Terj.)

GPU, April 2007

576 hal.



"....kembali..... atau maju terus"

~Satake~


Empat orang wanita biasa yang kurang beruntung dalam kehidupan rumah tangganya terpaksa bekerja di sebuah pabrik makanan kotakan pada malam hari. Walau tidak bisa dikatakan bersahabat, mereka berempat cukup dekat satu sama lain.

Masako Katori, wanita yang dingin dan tanpa basa basi. Di mata orang lain, kehidupan Masako dan keluarganya mungkin terlihat tanpa masalah. Namun sebenarnya Masako dan suaminya sudah saling tidak berkomunikasi lagi. Dan anak satu-satunya memutuskan untuk tidak berbicara lagi setelah dikeluarkan dari sekolahnya. Walau begitu mereka tetap tinggal bersama dalam satu rumah, namun hidup dalam dunianya masing-masing.

Yoshie Azuma, wanita yang telah ditinggal mati suaminya ini terpaksa harus mengurusi ibu mertua menyebalkannya – yang sudah tidak dapat melakukan apa-apa lagi selain berbaring di tempat tidur – dalam rumah sempit yang mereka tinggali bertiga bersama anak perempuan Yoshie yang masih bersekolah. Yoshie selalu kekurangan uang dan kadang terpaksa meminjamnya pada Masako.

Kuniko Junouchi hanya tinggal berdua dengan suaminya yang pemalas. Dan hidupnya dipenuhi tagihan hutang-hutang akibat gaya hidupnya yang tinggi, hingga ia nekat berhutang pada rentenir.

Yayoi Yamamoto, wanita yang terlihat paling lemah sekaligus paling cantik diantara mereka berempat ini selalu mengalami kekerasan rumah tangga oleh Kenji, suaminya. Kenji yang selalu menghabiskan uang untuk judi dan wanita itu tak segan-segan melayangkan pukulan pada Yaoi jika sedang kesal, saat kedua anak mereka yang masih kecil tengah terlelap.

Suatu hari kekesalan Yayoi pada Kenji memuncak tatkala suaminya itu menghabiskan uang tabungan mereka di meja judi. Gelap mata, Yayoi mencekik leher Kenji dengan tali pinggangnya sampai mati.

Saat sadar bahwa ia telah membunuh suaminya, ia segera menelpon Masako dan memintanya untuk membantu menyingkirkan mayat Kenji. Masako yang dengan tenang menerima berita itu menyanggupi permintaan Yayoi.

Masalahnya adalah bagaimana cara menyingkirkan mayat Kenji tersebut. Saat melihat potongan-potongan daging di tempat kerjanya, muncul ide dalam kepala Yayoi. Kalau dia jadi seperti ini, orang tak akan pernah tahu itu mayat siapa, ucapnya pada Masako.

Dengan imingan uang besar dari Yayoi, Masako mengajak Yoshie turut serta menyingkirkan mayat Kenji. Mereka berdua akan melakukannya di rumah Masako. Yayoi tak diikutsertakan karena tak mungkin ia mampu menyayat suaminya sendiri. Saat mereka tengah memotong tubuh Kenji dalam kamar mandi, Kuniko yang berniat meminjam uang pada Masako datang ke rumahnya. Mau tak mau mereka menyertakan Kuniko yang dianggapnya kurang bisa dipercaya itu. Kuniko sendiri, akhirnya turut serta setelah Masako mengatakan Yayoi akan membayarnya. Masing-masing dari mereka bertiga harus membuang potongan-potongan tubuh itu di tempat yang berlainan.

Tapi masalah tak selesai sampai disitu. Justru menjadi sebuah mula dari segalanya. Karena kebodohan Kuniko, beberapa potongan tubuh – yang menjadi bagian Kuniko untuk dibuang – ditemukan polisi di taman Koganei. Dan polisi mulai melacak kasus pembunuhan ini.

Keempat wanita itu pun semakin ekstra hati-hati dalam setiap tingkah lakunya. Karena ternyata bukan hanya polisi yang mengejar mereka. Seorang pria bernama Satake – pemilik hostes club dan tempat judi yang sering didatangai oleh Kenji – diciduk oleh polisi karena diduga sebagai pelaku pembunuhan itu. Akibatnya seluruh usahanya hancur berantakan. Juga seorang mantan yakuza yang beralih profesi sebagai rentenir mencium perbuatan mereka.

Dengan karakter-karakter gelap pada setiap tokohnya, Natsuo Kirino menciptakan ketegangan yang telah ia bangun sejak bab-bab awalnya. Deskripsi Kirino tentang masa lalu para tokohnya membuat scene-scene menegangkan yang terjadi dalam novel ini terasa wajar. Dan yang paling seru – serta sadis dan sensasional ^_^ tentu adalah adegan pemotongan tubuh Kenji yang diceritakan secara mendetail.

Seseorang mengatakan agar berhati-hati membaca buku ini, soalnya bisa membuat tidak selera lagi kalau makan daging^_^. Tenang, itu tidak terjadi, kok (setidaknya padaku^_^). Tapi nggak tahu ya kalau nonton filmnya!

Merlin

Trilogi Merlin Kecil ~buku ketiga~

Jane Yolen

Shinta Harini (Terj.)

Little Serambi, Maret 2007

150 hal.




"Kalau begitu apa yang tersisa dari masa kanak-kanak ketika kita tumbuh tua dan mati?"

~Beruang kecil~


Setelah ditinggalkan begitu saja oleh Ambrosius dan Viviane – dua orang yang telah dianggapnya sebagai keluarga – anak itu kembali ke dalam hutan. Kali ini ia seorang diri. Masih dengan mimpi-mimpi yang selalu hadir tiap anak itu memejamkan matanya – tertidur.

Didalam hutan, anak itu sempat berpetualang – berenang – bersama dengan ikan trout yang memberinya sebuah nasihat. Lalu anak itu menemukan padang rumput dengan bunga-bunga bermekaran di sana sini. Tapi tiba-tiba terdengar suara geraman segerombolan anjing datang mendekat. Anak itu berusaha menyelamatkan diri dan ditolong oleh seorang tinggi besar.

Seorang tinggi besar itu kemudian membiarkan anak itu mengikutinya. Mereka tiba di sebuah pedesaan. Tempat itu adalah perkampungan para manusia liar – wodewose – yang terdiri dari anak-anak terlantar seperti dirinya, pria-pria yang terbuang dari masyarakat serta para wanita yang melarikan diri.

Walau untuk pertama kalinya anak itu merasa menemukan tempatnya diantara orang-orang yang senasib dengan dirinya, ternyata mereka tidak bersikap ramah padanya, terlebih para wanita. Hanya dua orang yang baik terhadapnya – pria yang menyelamatkan dirinya dari grombolan anjing di padang rumput dan seorang anak kecil bernama Cub yang berteman dengan serigala dan beruang.

Suatu hari anak itu kembali bermimpi. Dan keadaan pun berubah. Anak itu mendapat makan lebih banyak dari biasanya, namun ia dikurung. Mereka menyuruhnya untuk terus bermimpi. Mereka menginginkan mimpi-mimpi anak itu.

Cub selalu datang menemani anak itu. Teringat akan mimpi-mimpinya, anak itu sadar bahwa jalan keluar dari semua ini ada pada anak kecil bernama Cub tersebut – seseorang yang diramalkan para wodewose akan menjadi raja.

Penutup dari serial trilogi merlin kecil. Yang menarik, Jane Yolen memasukan seni menjinakan elang dalam serial ini, juga mengambil nama jenis-jenis elang sebagai karakter sang tokoh. Nama Merlin sebenar adalah jenis elang terkecil dari Inggris. Walau kecil, kepakan sayap elang jenis Merlin sangat kuat hingga jarang gagal menangkap mangsanya. Sementara, Hobby – nama yang dipakai pada buku kedua – adalah falcon atau elang betina yang dilatih untuk memburu burung-burung kecil. Sedangkan nama yang dipakai pada buku pertama, Passager, adalah elang muda yang ditangkap dari alam liar dan dilatih oleh penjinak elang.