Showing posts with label GPU. Show all posts
Showing posts with label GPU. Show all posts

Ronggeng Dukuh Paruk

[Buku 30, Fiksi 4]

Penulis [Ahmad Tohari]
Editor [-]
Penerbit [GPU]
Halaman [397]
Tahun [2003]
Sampul [Adi Permadi]




“Di belakangku Dukuh Paruk diam membisu. Namun segalanya masih utuh di sana: keramat Ki Secamenggala, kemelaratan, sumpah serapah, irama calung, dan seorang ronggeng.”
-Rasus, hal 107-

Story:
Dukuh Paruk adalah sebuah desa/dusun terpencil di Jawa Tengah. Dalam sebuah hasil wawancara yang pernah saya baca entah di mana (lupa^^), Dukuh Paruk ini benar-benar ada nyatanya, walau tentu saja nama sebenarnya bukan Dukuh Paruk (telah diganti demi menghormati privacy dusun tersebut).

Kehadiran seorang ronggeng setelah sekian lamanya, bernama Srintil, menghidupkan kembali Dukuh Paruk yang telah lama ‘mengering’. Dalam budaya mereka, ronggeng adalah seorang yang sangat dipuja dan dihormati. Dan menjadi ronggeng bukanlah sesuatu yang bisa dipelajari. Alam lah yang memilih seseorang untuk menjadi ronggeng.

Bagi Dukuh Paruk, seorang ronggeng bukan hanya sekedar menari belaka, namun juga melayani setiap laki-laki yang ingin tidur dengannya. Begitu pula dengan Srintil. Karena hal tersebut adalah budaya di tempat tersebut. Setiap laki-laki berusaha untuk mendekati Srintil. Dan Setiap wanita berlomba melayaninya dan saling bersaing membanggakan suami mereka. Karena jika Srintil bersedia melayani suami mereka, hal itu merupakan suatu kebanggaan.

Srintil yang telah menjadi milik semua orang itu membuat rasa cemburu timbul di hati Rasus, teman bermainnya sejak kecil. Bagi Srintil pun, Rasus berbeda dari semua laki-laki yang ada di Dukuh Paruk. Rasus memiliki tempat tersendiri di hati ronggeng itu. Namun dalam satu kesempatan, Rasus memilih untuk meninggalkan Dukuh Paruk dan menjadi tentara.

Perginya Rasus membuat Srintil ingin meninggalkan dunia ronggeng. Ia mulai menolak setiap laki-laki yang ingin tidur dengannya. Demi mimpinya menjadi seorang istri dan ibu, Srintil kemudian mengasuh Goder anak Tampi, seorang warga Dukuh Paruk.

Dan Dukuh Paruk mulai resah akan kembali kehilangan kebanggaan mereka, seorang ronggeng.

Ayu thinks:
Ronggeng Dukuh Paruk adalah sebuah novel luar biasa yang kaya akan unsur budaya, sosial maupun politik. Penulis mencoba memotret salah satu sisi budaya Indonesia yang suram, lengkap dengan kelaparan dan kemiskinan yang diakibatkan oleh kebodohan masyarakatnya. Kejiwaan setiap karakternya tergali dengan baik. Bahkan pergantian point of view-nya sama sekali tidak mengganggu (saya).

Ronggeng Dukuh Paruk ini sebenarnya penyatuan dari trilogi Dukuh Paruk – Lintang Kemukus Dinihari – Jantera Bianglala. Dan saya tidak menyesal telat membaca buku ini, karena trilogi yang diterbitkan ulang dalam satu buku ini memasukkan kembali bagian-bagian yang ketika itu disensor.

Dan terusnya saya menunda-nunda untuk menyelesaikan buku ini (bukannya dihabiskan dalam sekali baca), mungkin adalah satu-satunya sebab kenapa saya memberi nilai empat (bukannya lima) dari lima bintang yang tersedia.

Warrior: "Sepatu untuk Sahabat"

[Buku 28, Fiksi 2]

Penulis [Arie Saptaji]
Editor [-]
Penerbit [GPU]
Tahun [2007]
Sampul [Wawan]






Dari bumi Ngadirejo ini, ke langit mana engkau akan mengangkasa meraih bintangmu, Sri?
-Hal 27-


Story:
Sri terpilih menjadi anggota regu gerak jalan untuk perlombaan sekabupaten. Bukannya senang, Sri justru menjadi gundah. Masalahnya, sepatu Sri sudah berlubang, dan ia tidak punya uang untuk membeli yang baru.

Meminta Simbok untuk membelikannya? Kalau Sri minta, pasti Simbok akan membelikannya, walau harus ekstra kerja. Tapi Simbok sudah bekerja keras untuk membiayai kehidupan mereka berdua setiap harinya, manalah Sri tega meminta pada beliau.

Akhirnya Sri berusaha untuk mendapatkannya sendiri, dibantu oleh Lisa, sahabatnya yang ketua OSIS. Tapi kenapa setelah uang terkumpul, Sri tidak dapat membeli sepatu seperti keinginannya?

Ayu thinks:
Teenlit dengan sentuhan lokal. Saat membaca reviewnya di suatu blog, saya memang jadi penasaran dengan buku ini. Terlebih klub prosa yang saya ikuti mengambil tema lokalitas Januari ini.

Keseluruhan, saya suka buku ini. Apalagi, ini teenlit pertama yang saya baca setelah sekian lamanya ‘puasa’, dan ia menyuguhkan tema yang berbeda.

Yang (sedikit) mengganggu (untuk saya) adalah sajian pengetahuan umum yang menurut saya berlebihan (disajikannya).

Selebihnya baik-baik saja (^^). Saya memberikan tiga bintang dalam akun Goodreads.

Panah Patah Sangkuriang

Femmy Syahrani
[genre]
dongeng, legenda
[format]
paperback
[penerbit]
GPU
[tahun]
2003
[jumlah halaman]
120
[isbn]
979-22-0405-9







“Syarat yang harus kau penuhi adalah, sebelum fajar menyingsing kau harus membuat danau, lalu membangun kapal besar agar kita dapat melayari danau itu untuk berbulan madu.”

--Dayang Sumbi--

Sangkuriang tidak pernah melesatkan lebih dari satu anak panah setiap kali berburu. Semua karena busur dan anak panah pemberian Aki-nya yang sakti. Namun sejak Aki meninggal, kesaktian yang melekat pada panahnya tersebut perlahan meluntur, seiring dengan kondisi Emak –Dayang Sumbi– dan anjing kesayangannya –Tumang– yang juga menurun.

Satu hari satu anak panahnya tak sanggup membunuh kijang buruannya. Dan kesakitan yang dirasakan kijang itu turut dirasakan Sangkuriang.

Dayang Sumbi yang mendengar kisah Sangkuriang justru bersenang hati. Karena itu berarti kutukan Aki yang ditimpakan pada dirinya dan Tumang juga akan menghilang. Dengan segera Dayang Sumbi mengambil kitab milik Aki yang berisi ramuan penangkal kutukan dan menyuruh Sangkuriang mengambil hati hewan untuk melengkapi bahan ramuannya.

Namun keraguan Sangkuriang saat membidik mangsa buruannya justru membunuh Tumang. Atas permintaan Tumang sendiri, akhirnya Sangkuriang mengambil hati Tumang untuk diberikan pada Dayang Sumbi yang histeris saat mengetahui kematian anjingnya.

Sangkuriang yang merasa bersalah akhirnya pergi meninggalkan rumah.

Bertahun kemudian, Sangkuriang bertemu kembali dengan Dayang Sumbi yang sudah tak ia kenali rupanya. Dan Sangkuriang jatuh cinta pada Dayang Sumbi.

Kisah Sangkuriang adalah satu legenda ternama dari Jawa Barat yang menceritakan asal muasal Tangkuban Perahu.

Terinspirasi dari Disney yang meremake ulang dongeng-dongeng dunia, timbul keinginan penulis – mba’ Femmy – untuk menceritakan ulang dongeng rakyat Indonesia. Dan menurut saya mba’ Femmy berhasil membuat cerita rakyat yang tidak membosankan.

Bingung harus berkomentar apa^^, maka saya akan mengutip ucapan Sapardi Djoko Damono yang terdapat pada kover belakang: “Dengan cara bertutur demikian itu ia berhasil menggoda kita untuk, dengan penuh rasa ingin tahu, mengikuti bagian demi bagian sampai selesai, meskipun mungkin kita sudah pernah mendengar kisah itu.”

Bertanya atau Mati!

Isman H. Suryaman

[genre] komedi, nonfiksi
[format]
paperback
[penerbit]
GPU
[tahun]
2004
[jumlah halaman]
240
[isbn]
979-22-0950-6





“Untuk sering bertanya dan tidak sekedar menerima. Untuk tidak lupa bermain dengan otak kita. Dan untuk menemukan kegembiraan serta ketertarikan pad ahal-hal sederhana. Terutama karena hal-hal tersebut adalah bagian dari menikmati hidup. Dan hidup adalah kebalikan dari mati.”

--Isman--

Saya akhirnya mendapatkan buku ini, langsung dari penulisnya *Ups, sebenarnya melalui mba’ Donna, partner mas Isman=P.

Bertanya atau Mati! (BaM) adalah kumpulan esai tentang kehidupan. Kita dapat membacanya dari dua sisi. Sisi merenung dan sisi menghibur :)

Sisi merenung; karena sesungguhnya seluruh esai berbalut komedi yang ada dalam buku ini mengajak kita untuk merenung dan, tentu saja, bertanya. Mulai dari hal yang tampak remeh seperti ‘kenapa peuyeum dan kentongan dijual bersamaan?’ hingga sisi penting dari kehidupan keseharian kita. Bahkan terselip juga beberapa penjelasan ilmiah, yang salah satunya cukup sering disebut dalam lembaran-lembaran buku ini, yaitu si belalang. Dan membuat saya bertanya (Nah, saya jadi bertanya, kan?^^), apakah mas Isman penggemar belalang? =P.

Sisi menghibur; karena BaM –tidak mungkin tidak– akan membuat kita tertawa, mulai dari taraf tersenyum simpul hingga terbahak-bahak. Bahkan Miki –kucing saya– pun menatap bingung melihat saya terbahak sendirian sambil memegang BaM (mungkin dia pun terpengaruh buku ini, jadi ikut bertanya-tanya ,“Apakah majikan tersayang saya sudah gila?”)

BaM mengajak kita merenung, bercermin untuk instropeksi diri, namun tidak dengan cara mengerutkan kening.

A Very Yuppy Wedding

Ika Natassa
[genre] pop, romance
[format]
paperback
[penerbit]
GPU
[tahun]
2007
[jumlah halaman]
288
[isbn]
979-22-3181-1







“This is not the feeling of wanting something that you can’t have. But having something that you can’t want.”
--Andrea--

Andrea, seorang bankir muda yang tengah sukses menuju puncak karirnya, padahal usianya belum lagi tigapuluh tahun. Seakan belum cukup sempurna. wanita karir yang super sibuk ini memiliki kekasih bernama Adjie – the most eligible bachelor in banking – yang berniat untuk menikahinya.

A puerrfectt life, eh?

Tampaknya tidak begitu bagi Andrea. Karena, baginya, menerima pinangan Adjie, berarti ia harus berpikir dua kali meneruskan karir cemerlangnya di kantor tempat mereka berdua bekerja saat ini, secara para karyawannya dilarang memiliki hubungan kekasih.

Tapi Andrea dan Adjie punya rencana. Mereka hanya tinggal menyembunyikannya hingga beberapa bulan ke depan – saat kontrak mereka berdua di kantor itu selesai. Waktu yang cukup bagi mereka untuk menyiapkan pernikahan sembari mencari kerja di tempat lain, karena mau tak mau salah satu dari mereka harus keluar dari kantor itu kalau tidak mau membayar denda 500 juta karena pelanggaran kontrak.

Semua tampak berjalan lancar, walaupun dengan sedikit ‘gangguan’ seperti rongrongan sang wedding planner serta keinginan calon mertua yang perfeksionis. Hingga semua ini tampak sia-sia, ketika Andrea harus menghadapi kemungkinan Adjie berselingkuh dengan rekan kerjanya yang baru.

Satu lagi kisah perempuan kota yang sukses tapi kurang mensyukuri hidup sempurnanya. Tapi bukan berarti buku ini tidak bagus^^. Novel ini menarik dan memberi saya pengetahuan tentang salah satu profesi di bank, karena penulis detail sekali menjabarkan kegiatan Andrea di kantornya.

Hanya ada satu hal yang kadang membuat saya menghela napas. Nama fashion brand terkenal. Mango dan ZARA. Bukan berarti saya tidak menyukai mereka (justru sebaliknya!), tapi kedua nama brand tersebut terlalu sering disebut dalam novel-novel pop, seakan tidak ada merk lain yang sama bekennya.

Tapi untunglah hal tersebut tidak mengganggu saya menikmati jalan cerita novel ini.

Kintaholic

Primadonna Angela

[tipe] novel, fiksi
[genre] teenlit
[penerbit] GPU
[tahun] 2007
[jumlah halaman] 248
[isbn]
979-22-3205-2





“Cincin itu hanya benda. Bisa diartikan simbol ikatan atau hubungan, tapi nggak mesti begitu, kan? Tergantung manusianyalah yang menafsirkan cincin bermakna apa,”

--Yanik--

Kalau kamu diberi kesempatan ke Jepang dan berperan dalam sebuah drama bersama aktor idolamu lalu tinggal seatap dengan dirinya, apa reaksimu? Kalau saya, mungkin akan seperti Miki –kucing saya- membuka mulut ingin mengeong, tapi nggak keluar suara *lol*.

Hal yang bagi saya hanya sekedar mimpi itu (kecuali kalau Jun Matsumoto tiba-tiba mendapat ‘pencerahan’ untuk menelpon saya =P), terjadi pada Yanik Prativi.

Demi menggapai Kinta, aktor yang sedang populer di seluruh dunia, Yanik berusaha mati-matian. Belajar bahasa Jepang, menghitamkan kulitnya yang seputih salju itu karena –konon– Kinta suka dengan cewek berkulit coklat seperti Lietha, sahabatnya. Hingga bingung harus curhat pada siapa tentang perasaannya pada Kinta. Tadinya Yanik ingin bercerita Lietha, sahabat baiknya sekaligus orang yang sudah dianggap adik sendiri oleh Kinta, tapi ia tidak bisa. Masalahnya Lietha sangat membenci para Kintaholic –sebutan bagi para penggemar Kinta, padahal Yanik sendiri adalah Kintaholic sejati!

Setelah membaca semua novel mba’ Donna, saya menemukan ciri khas di dalamnya (telat!), yaitu selalu terdapat list tentang sesuatu hal dan kehidupan keluarga para tokoh harmonis dan menyenangkan. Untuk saya pribadi, hal tersebut sangat menghibur. Rasanya senang membayangkan keluarga-keluarga seharmonis mereka. Membaca list-list tersebut juga suatu kenikmatan tersendiri^^. Dan dalam novel ini, list-list itu melengkapi setiap bab-nya.

Suasana Jepang yang digambarkan juga sangat jelas dan membuat keinginan saya untuk pergi ke Jepang bertambah besar^^. Chemistry antara Kinta dan Yanik juga terbangun dengan baik di sini. Intinya adegan demi adegan mengalir lancar seperti biasanya. Bravo mba’ Donna! *wink*. Sayang ada satu adegan penting yang ‘hanya’ diletakkan dalam list, yaitu adegan.... ups, nanti jadi spoiler... adegan dimana Yanik menangis sekeras mungkin. Padahal saya ingin sekali ‘melihat’ adegan tersebut.

Kintaholic, selain adalah buku kedelapan yang telah terbit, juga merupakan sekuel dari Belanglicious. Walau merupakan sekuel, kedua novel ini dapat dibaca secara terpisah karena tokoh utama dalam kedua novel tersebut berbeda (Belanglicious adalah kisah Lietha, sahabat Yanik). Namun akan lebih baik kalau membacanya berurutan. Lebih mantap!^^

Nah, silahkan membaca Kintaholic.

XX

AR Arisandi

GPU, September 2007

216 hal.

979-22-3204-4






"Aku tak sabar menunggu hari saat kita bisa menghabiskan pagi dengan melihat anak-anak kita tumbuh dan menikmati senja dengan melihat matahari terbenam."
--XX--


Selama bertahun-tahun Liana selalu menerima SMS pernyataan cinta dari seseorang bernama XX. Liana tidak pernah tahu siapa orang itu hingga suatu hari ketika ia dan tiga orang sahabatnya serta suami-suami mereka berkumpul setelah sekian lama.

XX kembali mengirimkan SMS yang hanya diketahui oleh mereka yang datang pada pertemuan itu. Dan itu berarti kecurigaan menyempit pada suami-suami sahabatnya, karena hanya mereka laki-laki yang hadir pada saat itu.

Berpegang pada clue tersebut, mereka berempat mulai menyelidiki siapa sebenarnya XX. Namun hal ini justru memicu perselisihan-perselisihan pada rumah tangga ketiga sahabatnya yang memang terlihat rapuh.

Ketiga sahabatnya ingin terus membantu, tapi mereka tidak tahan pada kecemburuan terhadap suami-suami mereka yang selalu memuji Liana yang memang memiliki kecantikan luar biasa. Semakin bertambah petunjuk yang mereka dapat, semakin sahabat-sahabat Liana takut akan kehilangan suami mereka.

Membaca cerita dalam metro pop ini membuat saya teringat akan serial desperate housewive. Penuh intrik dan teka-teki. Yang menarik, novel ini justru diceritakan melalui sudut pandang salah satu dari sahabat Liana, sang masalah utama.

Buku ini menarik dan sama sekali tidak membosankan. Sepanjang kita menyusuri tiap halamannya, kita akan dibuat menebak-nebak siapa sebenarnya XX. Dan tidak semudah itu, karena semuanya memiliki motif untuk mendekati Liana, sang bunga di antara empat sahabat tersebut.

Rona Hidup Rona

Mia Arsjad

GPU, Juli 2007

320 hal.

979-22-3034-3

"Kalau memang kita harus pisah, bukan karena kita mau, tapi karena kita harus."
--Tama--


Story:
Rona baru saja mendepak tunangannya yang suka berselingkuh. Tapi keputusannya ini memicu kepanikan massal dari orang-orang sekitarnya. Bukan hanya karena semua rencana pernikahan sudah fix, tapi juga karena mereka takut Rona jadi perawan tua karena trauma mengingat umurnya yang sudah 28 tahun.

Rona sama sekali tidak trauma. Ia justru menemukan cinta baru. Dalam diri seseorang yang lebih muda sembilan tahun darinya. Masalahnya bukan karena laki-laki itu masih bau kencur, tapi karena dia adalah orang yang sedang dikejar-kejar oleh adik Rona untuk menjadi kekasihnya.

Tidak boleh ada yang tahu Rona menaruh hati pada daun muda. Tidak boleh ada yang tahu kalau ternyata laki-laki itu juga jatuh cinta pada Rona!

Ayu thinks:
Apa salahnya jatuh cinta pada yang lebih muda? Yah... mungkin salah kalau laki-laki itu gebetan adik sendiri *LOL*. Tapi cinta tidak bisa memilih jatuh pada siapa, seperti yang terjadi pada dua tokoh cerita ini.

Chicklit kedua – setelah Autum in Paris – yang saya baca setelah ‘puasa’ chick/teenlit beberapa waktu lamanya^^. Dan, maaf, karena saya sedang tidak mood ‘bercerita’, saya tidak memberikan komentar apapun selain nilai 8 dari 10 nilai yang tersedia untuk novel ini ;D.

Autumn in Paris

Ilana Tan

GPU, Juli 2007

272 hal.

979-22-3030-0





"Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu."
--Tatsuya--


Story
Ada tiga hal yang disukai Tara Dupont, yaitu, Paris, musim gugur dan Sebastien. Yang terakhir itu, walau perasaan Tara masih bertepuk sebelah tangan, Sebastien selalu hadir untuknya. Tara menyukai hidupnya, karena ia memiliki segalanya.

Suatu hari datanglah Tatsuya Fujiwara. Teman Sebastien berkebangsaan Jepang yang sedang mengurusi pekerjaannya di Paris tersebut justru membenci kota itu dan musim gugur. Namun sejak awal perjumpaan mereka, Tatsuya membangkitkan rasa penasaran pada diri Tara, hingga perlahan ia menyadari perbedaan rasa sukanya terhadap Tatsuya dan Sebastien.

Perjumpaan-perjumpaan mereka dilanjutkan dengan ajakan kencan dari Tatsuya melalui surat pembaca di radio tempat Tara bekerja. Dan diteruskan dengan kencan-kencan berikutnya.

Tapi kedatangan Tatsuya ke Paris tidak hanya sekedar mengurusi pekerjaannya. Ia mencari seseorang yang akan menghubungkan dia dengan masa lalu.

Apa yang akan terjadi bila masa lalu yang sedang Tatsuya kejar terikat benang merah dengan diri Tara. Dan hal tersebut justru menghancurkan harapan dan perasaan mereka berdua, hingga salah satu memutuskan lebih baik mengakhiri hidupnya?


Ayu thinks
Akhir-akhir ini banyak sekali ‘aroma Jepang’ yang terhembus dalam kepala saya (tentu saja di samping manga-manga yang kerap saya beli setiap minggu). Dari dua draft novel bersetting Jepang yang sedang ditulis oleh dua orang teman, tetangga saya yang bercerita bahwa dia pernah mengunjungi museum ghibli (Urgh, iri!), hingga novel yang saya ‘temukan’ di gramedia ini.

Awalnya saya tidak begitu tertarik, secara saya sedang berusaha menyelesaikan buku-buku yang masih menumpuk di rumah^^, tapi saat saya membaca sinopsisnya, ada nama Tatsuya Fujiwara di situ. Satu lagi aroma Jepang. Voila! Akhirnya terbeli juga buku itu.

Dan, ya, novel metropop ini bagus dan mengharukan. Tentu saja bagus, karena buku-buku (serta film-film) yang masuk di duaMataduaTelinga adalah yang saya sukai^^.

Jadi, ada dua hal yang akan saya lakukan setelah membaca novel ini. Mencari novel Summer in Seoul karya Ilana Tan yang lain (yang ternyata sedikit berhubungan dengan tokoh novel ini). Dan menyentuh kembali draft novel (juga bersetting Jepang) yang telah saya tinggalkan berbulan lamanya di dalam folder komputer. Wish me luck!^^

Bellamore ~ A beautiful love to remember

Karla M Nashar

GPU, Juni 2007

264 hal.

979-22-2974-4

“Some things better left unspoken.”

--Fabian--



The Story:

Lana baru saja didepak oleh Tristan dengan alasan yang sama ketika diputuskan oleh pacar-pacarnya sebelum Tristan – menolak untuk bobok bareng^^. Tapi sepertinya Lana tidak dibiarkan untuk berlarut-larut dalam kesedihan ditinggal Tristan, karena ada seorang Fabian Ferdinandi.

Jadi, Fabian akan menggantikan posisi Tristan?

Salah! Justru kekesalan Lana terhadap Fabian membuatnya tidak sempat bersedih lama-lama karena Tristan.

Fabian, cowok Itali rekan kerjanya itu, tidak pernah berhenti menggoda Lana. Cowok itu terus penasaran pada Lana yang dianggapnya aneh karena mempertahankan keperawanannya. Ia tahu betul bagaimana memancing emosi Lana yang selalu berusaha untuk tenang tersebut.

Seks, seks, dan seks. Hanya hal itu yang selalu Fabian bicarakan, dan kerap membuat Lana naik darah. Tapi ketika Fabian harus meninggalkan Indonesia, Lana merasa kehilangan sesuatu. Dan akhirnya waktu mempertemukan mereka kembali dalam dinginnya kota New York. Saat itulah Lana harus mengetahui kenyataan tentang Fabian.

Ayu thinks:

Satu lagi novel yang dengan blak-blakan membicarakan seks. Memang sudah tidak aneh lagi, tapi dalam novel ini dipadukan dengan sang tokoh utama yang justru mati-matian mempertahankan keperawanannya sebelum ia menikah.

Tapi, sayang, (menurut saya) kenyataan mengejutkan yang ada tidak terlalu mengejutkan. Entah kenapa saya sedikit kecewa saat hal tersebutlah yang menjadi kenyataannya. Tapi alur yang baik (walau agak panjang^^) dan chemistry yang kuat antara Fabian dan Lana membuat ‘kenyataan’ itu tidak begitu menganggu (lagi-lagi ini pendapat subyektif saya^^).

Jadi apa yang dapat diambil dari kisah ini? Tentu saja, walau di dunia serba modern dan serba bebas ini, keperawanan patutlah dijaga... hahaha =D. Dan saat kamu mencintai seseorang, bukan berarti kamu harus memiliki dirinya. Karena mencintai seseorang berarti menginginkan kebahagiaan untuk orang tersebut.

Psycho-logylove

Syafrina Siregar

Gramedia Pustaka Utama, Mei 2007

224 hal.

979-22-2879-9


“Maka jalani dan nikmati dengan penuh kehormatan dan tanggung jawab. Have a responsible and meaningful fun!”
~Amira~




Story:

Amira adalah seorang psikolog terkenal di Makassar. Namun ia selalu ‘bersembunyi’ di belakang nama samarannya –AJ – karena ia benci publikasi. Dan satu hal lagi, Amira fobia dengan pernikahan, padahal selama ini sebagian kliennya datang karena masalah pernikahan mereka.


Bahkan Amira bergeming ketika Ardi, seorang pengusaha sukses, pemilik hotel tempat dimana sahabatnya akan melangsungkan pernikahan, memberikan sinyal-sinyal ketertarikan padanya. Amira justru menikmati saat secara tak sengaja ia kembali bertemu dengan Putra, mantan pacarnya sewaktu kuliah, yang sayangnya sudah menikah.

Satu hari, sebuah peristiwa menyebabkan Amira ‘terjatuh’. Masa depan, karier dan nama baiknya, serta hidup Amira hancur berkeping-keping karena publikasi yang berlebihan. Dan ketika melarikan diri hanyalah satu-satunya pilihan, apa yang akan Amira lakukan?

Ayu thinks:
Dari seluruh novel Syafrina Siregar yang sudah saya baca (Kecuali Life begins at Fatty dan Kawin Kontrak –belum saya baca), ada satu persamaan pada tokoh-tokohnya; mereka semua adalah wanita mandiri yang hidup sendiri. Dan kehidupan mereka bukanlah berada di Jakarta atau Bandung – seperti yang selalu menjadi setting dalam novel-novel sejenis. Dan saya suka^^. Saya bisa membayangkan keadaan Makassar yang menjadi setting novel ini, karena digambarkan begitu baik.

Age of Bronze ~ A Thousand Ships

*3 Eisner Award Nominations

Eric Shanower

Lulu Wijaya (Terj.)

Gramedia Pustaka Utama, Mei 2007

225 hal.






“Rakyat Troy! Tongkat api diam-diam sudah membara selama bertahun-tahun! Kini apinya akan berkobar! Bangkit, o Troy! Padamkan menara api itu sebelum kalian semua dihanguskannya!”

~Kassandra~

Perang Troya (Trojan War) adalah satu dari legenda Yunani yang paling terkenal. Seorang wanita tercantik di zamannya membuat penyerbuan terhadap Troya oleh Sparta. Begitu banyak karya sastra yang mencoba menceritakan perang Troya di dalamnya. Seperti dalam A Thousand Ship yang mencoba menawarkan gagasan baru dalam mengisahkan perang Troya.

Diawali kehidupan Paris sebagai gembala kerbau. Saat Raja mengambil alih kerbau terbaik miliknya untuk dijadikan sebagai hadiah pertandingan festival, saat itulah kemarahan menyulut Paris. Dan ia berniat datang ke kota Troya untuk memenangkan kembali kerbaunya.

Namun seperti ucapan Oenone yang didapatkannya melalui penglihatan mimpi, Paris tidak akan kembali lagi apabila ia pergi ke Troya. Dan memang ia tidak kembali lagi. Karena ia sebenarnya adalah putra Priam, sang raja Troy. Ramalan Kassandra akan hancurnya Troy jika Paris dibiarkan hidup menyebabkan Paris terpisah dari kehidupan istana.

Ketika Paris diutus ke Salamis untuk menjemput Hesione, ia justru membawa pulang Helen yang ketika itu adalah istri dari Menelaus. Kejadian itu membuat Menelaus marah. Dengan bantuan Agamemnon, mereka menyusun kekuatan untuk menyerang Troya.

A Thousand Ships adalah babak awal dari kisah perang Troya oleh Eric Shanower yang direncanakan berjumlah tujuh jilid dalam seri Age of Bronze. Dengan mengumpulkan karya-karya sastra serta data-data dari arkeolog mengenai Troya, Shanower mencoba menceritakan kembali kisah penyerbuan Troya dengan detail-detail yang memikat

OUT

*Pemenang Japan's Grand Prix for Crime Fiction
*Finalis Edgar Award


Natsuo Kirino

Lulu Wijaya (Terj.)

GPU, April 2007

576 hal.



"....kembali..... atau maju terus"

~Satake~


Empat orang wanita biasa yang kurang beruntung dalam kehidupan rumah tangganya terpaksa bekerja di sebuah pabrik makanan kotakan pada malam hari. Walau tidak bisa dikatakan bersahabat, mereka berempat cukup dekat satu sama lain.

Masako Katori, wanita yang dingin dan tanpa basa basi. Di mata orang lain, kehidupan Masako dan keluarganya mungkin terlihat tanpa masalah. Namun sebenarnya Masako dan suaminya sudah saling tidak berkomunikasi lagi. Dan anak satu-satunya memutuskan untuk tidak berbicara lagi setelah dikeluarkan dari sekolahnya. Walau begitu mereka tetap tinggal bersama dalam satu rumah, namun hidup dalam dunianya masing-masing.

Yoshie Azuma, wanita yang telah ditinggal mati suaminya ini terpaksa harus mengurusi ibu mertua menyebalkannya – yang sudah tidak dapat melakukan apa-apa lagi selain berbaring di tempat tidur – dalam rumah sempit yang mereka tinggali bertiga bersama anak perempuan Yoshie yang masih bersekolah. Yoshie selalu kekurangan uang dan kadang terpaksa meminjamnya pada Masako.

Kuniko Junouchi hanya tinggal berdua dengan suaminya yang pemalas. Dan hidupnya dipenuhi tagihan hutang-hutang akibat gaya hidupnya yang tinggi, hingga ia nekat berhutang pada rentenir.

Yayoi Yamamoto, wanita yang terlihat paling lemah sekaligus paling cantik diantara mereka berempat ini selalu mengalami kekerasan rumah tangga oleh Kenji, suaminya. Kenji yang selalu menghabiskan uang untuk judi dan wanita itu tak segan-segan melayangkan pukulan pada Yaoi jika sedang kesal, saat kedua anak mereka yang masih kecil tengah terlelap.

Suatu hari kekesalan Yayoi pada Kenji memuncak tatkala suaminya itu menghabiskan uang tabungan mereka di meja judi. Gelap mata, Yayoi mencekik leher Kenji dengan tali pinggangnya sampai mati.

Saat sadar bahwa ia telah membunuh suaminya, ia segera menelpon Masako dan memintanya untuk membantu menyingkirkan mayat Kenji. Masako yang dengan tenang menerima berita itu menyanggupi permintaan Yayoi.

Masalahnya adalah bagaimana cara menyingkirkan mayat Kenji tersebut. Saat melihat potongan-potongan daging di tempat kerjanya, muncul ide dalam kepala Yayoi. Kalau dia jadi seperti ini, orang tak akan pernah tahu itu mayat siapa, ucapnya pada Masako.

Dengan imingan uang besar dari Yayoi, Masako mengajak Yoshie turut serta menyingkirkan mayat Kenji. Mereka berdua akan melakukannya di rumah Masako. Yayoi tak diikutsertakan karena tak mungkin ia mampu menyayat suaminya sendiri. Saat mereka tengah memotong tubuh Kenji dalam kamar mandi, Kuniko yang berniat meminjam uang pada Masako datang ke rumahnya. Mau tak mau mereka menyertakan Kuniko yang dianggapnya kurang bisa dipercaya itu. Kuniko sendiri, akhirnya turut serta setelah Masako mengatakan Yayoi akan membayarnya. Masing-masing dari mereka bertiga harus membuang potongan-potongan tubuh itu di tempat yang berlainan.

Tapi masalah tak selesai sampai disitu. Justru menjadi sebuah mula dari segalanya. Karena kebodohan Kuniko, beberapa potongan tubuh – yang menjadi bagian Kuniko untuk dibuang – ditemukan polisi di taman Koganei. Dan polisi mulai melacak kasus pembunuhan ini.

Keempat wanita itu pun semakin ekstra hati-hati dalam setiap tingkah lakunya. Karena ternyata bukan hanya polisi yang mengejar mereka. Seorang pria bernama Satake – pemilik hostes club dan tempat judi yang sering didatangai oleh Kenji – diciduk oleh polisi karena diduga sebagai pelaku pembunuhan itu. Akibatnya seluruh usahanya hancur berantakan. Juga seorang mantan yakuza yang beralih profesi sebagai rentenir mencium perbuatan mereka.

Dengan karakter-karakter gelap pada setiap tokohnya, Natsuo Kirino menciptakan ketegangan yang telah ia bangun sejak bab-bab awalnya. Deskripsi Kirino tentang masa lalu para tokohnya membuat scene-scene menegangkan yang terjadi dalam novel ini terasa wajar. Dan yang paling seru – serta sadis dan sensasional ^_^ – tentu adalah adegan pemotongan tubuh Kenji yang diceritakan secara mendetail.

Seseorang mengatakan agar berhati-hati membaca buku ini, soalnya bisa membuat tidak selera lagi kalau makan daging^_^. Tenang, itu tidak terjadi, kok (setidaknya padaku^_^). Tapi nggak tahu ya kalau nonton filmnya!

Perempuan Kembang Jepun

Lan Fang

GPU, Oktober 2006

288 hal.

“Apakah salah aku terlalu mencintainya?”

~Sujono~


Sulis

Lelah dengan kehidupannya, kemelaratannya. Lelah dengan Sujono, suaminya yang selalu pulang dengan keadaan mabuk. Sujono yang bekerja seenak perutnya, tidak menghiraukan dirinya dan Joko, anak yang tidak pernah diakui lelaki itu. Ya, Sujono memang tidak pernah mengakui Joko sebagai anaknya. Ia selalu menuding Sulis bahwa Joko adalah buah dari hubungan Sulis dengan Wandi. Walau kerap menyangkal, sebenarnya Sulis pun tidak tahu siapa ayah dari anaknya. Karena pada Wandi dan Sujono, Sulis berganti-ganti menyerahkan dirinya.

Sulis akhirnya memilih Sujono karena apa kata orang jika ia mengawini Wandi yang seusia ayahnya, yang telah memiliki istri dan anak? Tapi yang ia dapatkan dari Sujono adalah kesengsaraan, kehidupannya yang semakin melarat.


Tjoa Kim Hwa

Datang ke Indonesia demi Shosho Kobayashi. Setelah menetap sebentar di tempat Itsuka-san di Jakarta, ia menuju Surabaya. Orang Jepang pantang merendahkan martabat wanitanya di negeri orang. Karena itulah ia menjadi Tjoa Kim Hwa sekarang. Karena ia tidak boleh ketahuan berasal dari Jepang.


Matsumi

Seorang geisha ternama di distrik Gion, Kyoto yang terdampar di Surabaya demi keinginan Shoso Kobayashi. Matsumi tinggal dan bekerja di tempat Hanada-san. Sebuah kelab hiburan di daerah Kembang Jepun. Ia terpaksa menyembunyikan status Jepangnya karena tidak ada wanita Jepang yang boleh menyandang status jugun ianfu, seperti yang terpaksa diterima wanita-wanita pribumi, Cina dan Korea untuk memuaskan nafsu para tentara Jepang tersebut.

Lalu Matsumi bertemu Sujono. Laki-laki yang memberinya kenikmatan dan cinta dengan caranya sendiri. Laki-laki yang memberinya seorang bayi mungil bernama Kaguya.


Sujono

Ia merasa terjebak dalam perkawinannya dengan Sulis. Perkawinan yang terpaksa ia lakukan karena perempuan yang selalu menuntut itu memakai seorang anak sebagai tamengnya. Anak yang bahkan bukan miliknya.

Sujono menemukan cintanya pada diri Matsumi, wanita penghibur yang bekerja di Kembang Jepun. Cinta yang menjadikan dirinya egois. Terutama saat mengetahui Matsumi hamil. Sujono tak rela Matsumi bekerja lagi di kelab hiburan itu, melayani para tamu laki-laki yang memandang penuh nafsu terhadap Matsumi. Sujono ingin Matsumi hanya untuk dirinya. Dan ia pun mengekang wanita Jepang itu. Memberinya penderitaan.


Lestari

Melihat putrinya menikah adalah sebuah kebahagiaan besar, karena ia tidak pernah mengecapnya. Lestari menutup pintu hatinya untuk menerima cinta. Cukup cinta yang diberikan ayahnya saja.

Ayah selalu memberi cinta pada dirinya sambil terus menggumankan sebuah nama, Matsumi. Nama yang tak ia kenal, tapi juga memberi sebuah kerinduan.

Dan takdir membawa Lestari bertemu Matsumi yang terus meminta maaf padanya. Yang akhirnya memberi Lestari jawaban atas rasa rindunya setiap ia mendengar nama itu.


98% kepala laki-laki berisi uang dan seks, dan 2% sisanya – cinta dan kebersamaan – ada di kepala perempuan*. Novel berlatar belakang Surabaya tahun 1940-an dengan daerah Kembang Jepunnya yang terkenal ini menceritakan tentang kebutuhan akan uang dan kenikmatan akan seks. Dan juga cinta serta kebersamaan yang membungkus perasaan para tokohnya.

*dikutip dari sinopsis pada back covernya.

Cha Untuk Chayang

Abmi Handayani & Dalih Sembiring

GPU, Maret 2007

224 hal.

“Karena kamu bukan dia”

~Febri~


Lina diterima menjadi mahasiswa Fakultas Hukum UGM. Tapi untuk itu Lina mau tak mau harus meninggalkan keluarganya, meninggalkan Balikpapan. Dan untuk pertama kalinya ia terbang meninggalkan kota tercintanya. Menuju Yogyakarta.

Dengan logat Balikpapan kentalnya yang sering mengundang senyum dan pembawaannya yang supel, dengan mudah Lina mendapat teman-teman baru di kota pelajar itu.

Satu hari Lina kehilangan ponselnya. Tidak tega minta ponsel baru pada orang tuanya, Lina memutuskan untuk kerja sambilan demi mengumpulkan uang membeli ponsel. Dengan bantuan Fitri dan Deni – teman barunya – Lina akhirnya mendapat pekerjaan di resto Bebe’s burger, milik seorang waria kece yang malah menjadi teman dekatnya.

Di Bebe’s burger, Lina mendapat kenalan baru. Ada Imam sang koki. Eno, cewek kasir yang jutek berat. Serta Zeta dan Lili, duet pudel yang mementingkan penampilan diatas segalanya. Juga ada Helmi, cowok yang rela mengantar jemput Lina ke tempat kerjanya. Helmi rela melakukannya karena cowok itu naksir berat sama Lina. Walau Lina sendiri tidak memiliki perasaan yang sama.

Lalu ia bertemu seorang teman Eno. Namanya Yogi, si cowok indie. Lina yang naksir pada pandangan pertama langsung berusaha pedekate. Sayangnya, Yogi tergila-gila dengan cewek pudel. Demi mendapatkan cowok itu, Lina berusaha mengubah image penampilannya. Ia pun belajar membuat cha latte yang sebenarnya tak ia sukai.

Tapi perubahan Lina membuat teman-temannya heran. Dan mereka juga tidak menyukai hal itu. Lina tidak peduli, karena yang penting adalah mendapatkan Yogi.

Maka secara perlahan Lina berubah menjadi pribadi yang berbeda.

Gaya teenlit satu ini beda dari teenlit-teenlit sebelumnya. Dengan setting Yogyakarta dan tokoh utamanya yang berlogat Balikpapan, ceritanya jadi lucu banget. Kisah cintanya pun nggak cengeng. Dan aku, sedikit banyak, jadi belajar bahasa binan...hehehe...

Yang paling aku suka memang logatnya Lina. Sampai-sampai setiap membaca dialog cewek itu, aku jadi kebawa-bawa pengin ikut ngucapinnya (^__^). Jadinya aja, aku baca sambil sesekali ngomong sendiri. Untung bacanya di rumah, jadi nggak dikira gila...gehehehee.... ^__^

HOLIDAY PRINCESS

MEG CABOT

DONNA WIDJAJANTO (Terj.)

GPU, 2006

168 hal.

“oh yeah: sangat penting untuk MEMBERI. Kalau tidak, kau tidak akan MENERIMA”

~Princess Mia~

Kalau kamu mendadak menjadi putri dari sebuah kerajaan, tentu banyak yang harus kamu pelajari untuk beradaptasi dengan statusmu sekarang. Apalagi menjelang hari-hari besar, mau tidak mau kamu harus beramah tamah dengan para petinggi negara lain yang sedang berkunjung ataupun sedang kamu kunjungi.

Seperti halnya Putri Amelia Mignonette Grimaldi Thermopolis Renaldo, banyak yang harus ia lakukan pada saat hari raya berlangsung, yaitu hari Natal dan Tahun Baru. Putri Mia berbaik hati memberitahukan pada kamu apa yang sebaiknya kamu lakukan agar tidak salah langkah, terutama untuk kamu yang baru saja menjadi seorang putri (dan pangeran).

Buku berjudul Holiday Princess ini berisikan tips-tips dari Putri Mia bagaimana beretiket di hari natal, juga pada hari raya lain yang jatuh pada tanggal yang berdekatan, yaitu Hanukkah dan Kwanzaa.

Putri Mia juga berbaik hati menjelaskan simbol-simbol yang berkaitan dengan Natal, seperti rahasia Santa Klaus atau pohon natal. Juga tentang kebiasaan-kebiasaan Natal dari berbagai negara.

Dan kalau kamu ingin mengucapkan selamat tahun baru pada temanmu diseluruh dunia, tanyakan saja pada Putri Mia bagaimana caranya.

A LIFE

SILVIA ARNIE

GPU

208 hal.





“… kita udah jadi temen, kan? Baru sekarang ini gue punya temen kayak lo. Yang nampar gue waktu gue salah. Yang mendukung gue waktu gue butuh.yang rela dengerin gue malem-malem cerita. Yang temenan sama gue karena apa adanya gue, bukan karena apa yang gue punya. Nggak akan ada orang kayak lo lagi…”

~Ginna~

Lunna sedang uring-uringan. Walau puisi karyanya baru memenangkan lomba, ia sedang kesal karena cowoknya, Sandy, ternyata selingkuh dibelakangnya. Dengan dukungan teman-temannya, Lunna berniat memutuskan hubungan mereka. Hanya saja dia sedang mencari moment yang pas biar sekalian memergokinya sedang bersama selingkuhannya. Dengan begitu akan ada bukti yang tak bisa dibantah, kan?

Saat sedang asyik ngopi di kafe langganannya, Lunna bertemu cowok bernama Mango yang memintanya untuk menuliskan lirik buat band-nya karena secara kebetulan Mango membaca puisi Lunna. Di kafe itu akhirnya Lunna secara tidak sengaja memergoki Sandy bersama cewek lain. Lalu ia mendekati mereka untuk melabraknya.

Ginna sedang bingung kenapa cowoknya, Roland, bersikap seakan tidak menginginkannya. Nada bicara yang malas-malasan saat Ginna menelponnya membuat cewek itu semakin resah. Akhirnya Ginna melampiaskannya dengan shopping. Tanpa sadar limit kartu kreditnya hampir mencapai batas. Ginna pun pulang untuk mempersiapkan dirinya berkencan dengan Roland.

Roland benar-benar tidak perhatian padanya! Ginna sampai malu pada waiter kafe yang sepertinya menyadari suasana dingin diantara mereka. Tiba-tiba saja seorang cewek yang dari tadi menatap mereka dengan tajam berjalan mendekat. Dan cewek itu marah-marah.

Sandy adalah Roland. Roland adalah Sandy. Cowok itu ternyata menduakan Lunna dan Ginna. Sementara kedua cewek itu berantem sampai tonjok-tonjokan, Sandy atau Roland itu malah kabur meninggalkan mereka.

Lunna dan Ginna tersadar bahwa cowok yang membuat mereka berantem itu sama sekali tidak layak untuk diperebutkan, tidak peduli sedalam apa mereka menyukainya. Kejadian itu justru membuat mereka berdua perlahan menjadi teman baik. Lunna yang tomboy dan berantakan dan Ginna yang feminin dan terawat. Entah bagaimana caranya mereka untuk dekat satu sama lain.

Mereka membiarkan pertemanan mereka mengalir begitu saja. Dan masing-masing dari mereka pun bertemu dengan cowok lain. Ginna sedang bingung karena perbedaan usia diantaranya dengan cowok yang sedang ia taksir. Sedangkan Lunna bingung harus menjawab bagaimana atas perasaan cowok yang menembaknya, sementara Sandy datang kembali kehadapannya.

Bagaimana Lunna dan Ginna mengatasi masalah-masalah itu dengan persahabatan mereka?

Waktu ke gramedia, aku menemukan dua buah teenlit baru. Bingung memilihnya secara tidak ada satu pun yang terlepas dari plastik kemasannya. Setelah menimbang-nimbang, aku memilih yang bersampul hijau ini. Well, ternyata tidak salah pilih. Sebuah kisah cinta remaja yang dibungkus dengan cerita persahabatan antara dua rival yang semula saling membenci. Gaya penulisannya bagus. Dan puisi-puisinya tidak hanya sekedar menempel untuk memperindah, tapi berkaitan dengan jalan cerita itu sendiri.

ZONA @ LAST

DEWIE SEKAR

GPU

352 hal.

“Nggak boleh ya naksir karena kasihan? Kasihan kan kata dasarnya kasih. Sama dengan sayang.... sama dengan cinta. Nah?”

~Nora~

Zona yang kecewa karena ditinggal menikah oleh gadis impiannya memutuskan akan kembali ke Jakarta setelah lama ‘terdampar’ di Paris untuk belajar bahasa sebelum melanjutkan ke sekolah seni – Ecole Nationale des Beaux-Arts – di Paris. Zona pulang ke Jakarta mengikuti Wira dan Nora yang ia kenal saat dua orang itu mengunjungi paris.

Di Jakarta, Zona menghabiskan waktu seharian bersama Nora. Gadis ceria yang konyol dan blak-blakan ini mampu membuat Zona tertawa, sedikit melupakan kesedihannya sejenak. Namun Zona memutuskan untuk kembali meninggalkan Jakarta. Ia menuju villa milik ayahnya di Anyer.

Di Anyer, Ari – saudara kembar identiknya – sudah menunggu. Walau sebenarnya Zona menyayangi Ari yang mampu berkomunikasi dengannya melalui telepati, ia lebih sering menghujaninya dengan makian. Zona memang kerap kesal karena Ari selalu mengintip pikirannya dan mencampuri urusannya hanya karena dia merasa bertanggung jawab sebagai anak sulung walau umur mereka hanya berbeda berapa menit. Tapi Zona senang dengan kehadiran Ari disitu.

Nora, gadis yang pergi ke Paris karena ingin menemui mantan kekasihnya yang telah menikah – selain menemani Wira sepupunya untuk menghadiri pameran wisata – menyadari dirinya menyukai Zona, cowok korban tsunami yang kehilangan tangan kanannya. Ia merasa kecewa dan sakit hati mengetahui Zona pergi tanpa memberi kabar apapun padanya.

Lenyapnya Zona membuat Nora jadi uring-uringan dan berusaha mencari tahu tentangnya. Zona yang memberitahu Wira lewat sms bahwa ia akan berusaha datang pada hari pernikahan Wira membuat Nora semangat menanti hari itu tiba. Tapi Nora sekali lagi harus menelan kekecewaan karena hingga acara berakhir, Zona tak juga datang.

Dalam pencariannya tentang Zona, Nora menemukan nama Mutia, gadis yang telah meninggalkan Zona. Rasa penasaran membuatnya menghubungi Mutia. Dan hal itu membawa Nora berangkat ke Aceh, menemui Mutia yang kini tinggal di kota itu dan sekaligus mencari Zona yang dianggapnya pasti akan kembali ke Aceh.

Zona memang kembali ke Aceh, bersama Ari. Ia sangat terkejut saat mendapati keberadaan Nora yang dilihatnya sedang turun dari dalam mobil saat ia dan Ari sedang duduk menikmati kopi.

Dan untuk yang kedua kalinya, Zona melarikan diri dari gadis yang mengejarnya. Apakah Zona tetap membiarkan cintanya untuk Mutia yang kini telah menjadi milik orang lain dari pada menyambut perasaan Nora?

Zona @ Last adalah novel yang utuh berdiri sendiri, walau merupakan sekuel dari Zona @ Tsunami dan memiliki benang merah dengan kisah Perang Bintang.

PERANG BINTANG


DEWIE SEKAR

GPU

400 hal.

“Padahal cinta jelas nggak diukur pakai rasio, tapi pakai perasaan....”

~Yuli~

Wira hadir di kantor biro perjalanan itu menggantikan posisi ayahnya yang sedang sakit terkena stroke. Kehadiran Wira mengubah hari-hari Rezia, karena tanpa sadar Rezia menaruh hati pada bos barunya itu.

Rezia menekan perasaannya. Selain Wira itu tiga tahun lebih muda darinya, ia seorang janda dengan satu anak. Apalagi setelah melihat tatapan Wira saat pria itu mengetahui kalau dirinya seorang janda. Rezia merasa direndahkan. Ia tidak akan membiarkan perasaannya tumbuh sebelum semuanya terlambat.

Wira sadar ia menyukai Rezia, sekretaris ayahnya yang kini telah menjadi sekretarisnya itu. Tapi mengetahui status Rezia yang janda membuatnya ragu. Apa kata orang nanti? Apalagi ibunya sudah wanti-wanti mengingatkannya agar jangan mendekati Rezia, anak buah kesayangan orang tuanya itu. Wira pun menyangkal perasaannya. Tapi tetap saja ia cemburu melihat Rezia berdekatan dengan Dwiko, duda beranak satu yang memang sedang mendekati Rezia, juga pada mantan suami Rezia.

Akan ada pameran wisata di Paris. Wira mengajak Rezia turut serta sebagai wakil dari perusahaan mereka. Setengah memaksa, akhirnya Wira berhasil membuat Rezia mengangguk setuju dengan ajakannya.

Tapi perasaan Rezia pada Wira yang semakin besar dan Wira yang semakin terang-terangan mendekatinya membuat Rezia mendadak membatalkan keikut sertaannya ke Paris. Wira yang patah hati akhirnya berangkat ke Paris bersama Nora, sepupunya. Saat kembali ke Indonesia, Wira semakin patah hati mengetahui Rezia malah akan mengundurkan diri dari perusahaan dan ‘lari’ ke kampung halamannya dengan alasan merawat eyangnya yang sakit-sakitan.

Apa yang akan Wira lakukan? Memperjuangkan cintanya atau membiarkan semuanya selesai sampai disini saja?

Ini novel Dewie Sekar yang pertama kubeli. Seperti yang pernah kubilang, aku langsung jatuh cinta sama gaya penulisannya, terutama humor-humornya yang suka muncul tiba-tiba itu.

ZONA @ TSUNAMI

DEWIE SEKAR

GPU

392 hal.

"Kalau kau belum pernah jatuh cinta pada pandangan pertama, bukan berarti cinta macam itu tak ada. Kau hanya belum pernah merasakannya"

~Sakti~

Mutiara dan Zona. Copy writer dan Art director yang bekerja dalam satu kantor itu sebenarnya saling menyukai satu sama lain. Sayangnya, pertemuan mereka lebih sering diisi oleh perang mulut. Zona yang hobi menggodanya selalu dibalas Mutia dengan sikap jutek.

Akhir 2004, Zona yang mendapat tugas dari LSM tempatnya menjadi anggota gerakan pelestarian alam berangkat ke Nangroe Aceh Darussalam untuk menyelidiki proyek di Taman Nasional Gunung Leuser. Dalam perjalanannya Zona singgah di Banda Aceh. Saat itulah terjadi tsunami. Musibah dahsyat yang meluluh lantakan Aceh hingga berkeping-keping itu turut melenyapkan Zona.

Rasa khawatir dan cintanya pada Zona membuat Mutia nekat pergi ke Banda Aceh. Ia rela mengais-ngais tumpukan jenazah yang puluhan ribu banyaknya demi menemukan Zona. Tanpa lelah. Mutia tidak hanya mencari Zona di reruntuhan kota Aceh tersebut. Ia juga turut membantu para korban tsunami dengan memanfaatkan ilmu psikologi yang ia pelajari waktu kuliah dulu.

Zona tidak mati. Ari, saudara kembarnya, menemukan Zona tiga hari setelah tsunami dalam keadaan menggenaskan. Dan Ari membawa Zona keluar dari Aceh. Sekarang Zona berada di rumah sakit Singapura. Tsunami merenggut tangan kanan Zona hingga harus diamputasi. Zona yang kecewa menyembunyikan diri dari orang-orang yang mencarinya, terutama dari Mutia. Ia tidak sanggup bertemu cewek itu.

Sakti, seorang dokter yang memutuskan untuk pergi dan menetap di Aceh demi membantu para korban tsunami. Walau untuk itu ia harus putus dengan pacarnya yang manja yang terus melarangnya pergi. Sakti bertemu Mutia di reruntuhan Aceh. Ketegaran Mutia mencari Zona yang orang-orang kira tunangannya itu menumbuhkan simpati Sakti. Dan simpati itu berubah menjadi cinta. Tapi Mutia sudah memiliki Zona, jadi Sakti memutuskan membantu Mutia menemukan Zona.

Tanpa tahu Zona telah selamat, Mutia terus mencarinya. Walau tahu Mutia terus mencarinya tanpa lelah, Zona tetap tidak mau menunjukan dirinya. Meski tahu dalam hati Mutia hanya ada Zona, rasa dalam hati Sakti justru bertambah besar. Apa yang akan terjadi pada mereka bertiga?

Novel ini memang sudah lama terbit, tapi baru sekarang aku baca. Semua gara-gara novel Perang Bintang yang kubeli beberapa bulan lalu. Sejak membaca novel itu, aku langsung suka dengan gaya penulisannya.

Musibah Tsunami yang melatar belakangi kisah Mutia dan Zona ini tidak membuatnya menjadi novel cengeng yang bisa bikin nangis bombay, malah kadang membuatku tertawa dengan humor-humor segarnya yang kadang muncul.