Honey & Clover ~ Hachimitsu to Clover~
Director:
Masahiro Takada
Screenplay:
Masahiko Kawahara, Masahiro Takada
“For the first time, I saw someone fall in love.” ~Mayama~
Story:
Takemoto, seorang mahasiswa seni yang dianggap tak punya sense of fashion oleh para mahasiswi di kampusnya. Hari itu, ada acara minum-minum di rumah dosen mereka – Hanamoto sensei. Para mahasiswa-mahasiswi berkumpul di tempat itu, termasuk juga teman satu asramanya, Mayama – seorang cowok berkacamata jurusan arsitektur. Juga, teman ceweknya, Yamada, yang naksir berat pada Mayama.
Sementara Yamada terus memperjuangkan rasa sukanya pada Mayama, yang sebenarnya sedang jatuh cinta pada atasan di tempatnya bekerja – Harada, Takemoto pun memberanikan dirinya untuk mendekati Hagu.
Satu hari, mereka berlima pergi ke pantai. Dan terpaksa menginap semalam, karena mobil yang mereka naiki mogok di tempat. Dan terjadi sesuatu di pantai itu, menyebabkan Hagu kembali murung dan kehilangan gairahnya untuk melukis.
Ayu thinks:
Film ini diadaptasi dari manga berjudul sama yang telah dibuat versi animenya terlebih dahulu. Kebiasaan saya jika menonton film adaptasi dari manga/anime, adalah mencari kemiripan antara keduanya – terutama para karakternya.
Secara keseluruhan, saya menyukai film ini. Kesan yang sama seperti yang rasakan pada anime seriesnya. Perasaan bertepuk sebelah tangan yang dialami para karakter dalam film ini berhasil ‘menyentuh’ saya.Yang sedikit membuat saya kecewa adalah penggambaran para karakternya. Memang, mereka mirip dengan tampilan pada animenya. Tapi saya menangkap kesan yang berbeda. Seperti yang sudah saya tulis dalam jurnal; untuk kedua karakter cewek (Hagu dan Yamada) sama sekali tidak mengecewakan. Justru karakter cowoknyalah yang membuat saya kecewa^^
Takemoto lebih cute karakter animenya ;p, tapi untungnya saya bisa menangkap kesan yg sama dari dirinya. Morita; lebih berantakan dan sedikit cool, sementara versi anime, sedikit rapi serta gila dan ngocol^^. Well... menurut saya, untuk seorang mahasiswa seni yang ‘hobinya’ menghilang tiba-tiba dan muncul juga tiba-tiba, memang lebih cocok karakter dalam movie. Sementara, Mayama dalam anime berkesan dewasa. Sedangkan dalam versi movie, dia justru tampak seperti kutu buku yang aneh plus seorang stalker^^. Nggak sukaaa!! Mana Mayama versi anime? Saya lebih suka yang itu! Tambahan, karakter Hanamoto-sensei juga kurang mirip.
Tapi saya tetap akan memberikan nilai empat bintang dari lima pada film ini.
Posted in: movies on Sunday, July 08, 2007 at at 7:47 PM 0 yang berbagi















