Saiunkoku Monogatari

Voice cast:
Hikaru Midorikawa, Houko Kuwashima, Tomokazu Seki

Director:
Jun Shishido

Original Creator:
Sai Yukino

Madhouse Studios


Anime ini baru tayang perdana di Animax-Asia kemarin sore dengan judul Color Cloud Palace. Menit pertama kemunculannya langsung mengingatkan saya pada anime Fushigi Yuugi. Tapi ternyata sangat berbeda – selain setting tempatnya, mungkin.^^

Berbeda dengan Fushigi Yuugi yang bertema fantasi, anime ini lebih pada persoalan nyata yang berkisar pada urusan kerajaan saat itu. Tokoh utamanya pun bukanlah gadis cengeng yang dijatuhi keberuntungan menjadi orang paling penting dan dilindungi serta disukai oleh para pria-pria tampan *menyindir=P* melainkan seorang gadis periang dan menjadi orang penting karena kemampuannya, bukan keberuntungan semata.

Adalah Shi Ryuuki, seorang kaisar berusia 19 tahun yang tidak peduli dengan urusan negaranya dengan gunjingan bahwa dirinya gay. Cemas dengan keadaan negara, para pejabat istana mencarikan seorang istri untuk Ryuuki dengan harapan sang istri dapat merubah Ryuuki menjadi kaisar yang bertanggung jawab.

Sebenarnya bukan mau Ryuuki untuk menjadi kaisar. Putra bungsu dari enam bersaudara ini terpaksa menjadi kaisar.
karena empat orang kaka
knya saling membunuh memperebutkan kekuasaan, sedangkan seorang lagi yang sangat menyayangi Ryuuki – putra kedua – justru diusir dari istana karena ibunya mencoba merebut kekuasaan.

Dengan latar belakang keluarga yang cukup terhormat – walau miskin^^ - Kou Shuurei terpilih menjadi istri sang kaisar. Shuurei pergi ke istana ditemani Shi Seiran - pemuda yang diasuh oleh ayah Shuurei dan layaknya saudara bagi gadis itu – yang diangkat menjadi pengawal kaisar.

Saat Ryuuki memperkenalkan dirinya sebagai orang lain, Shuurei langsung tahu bahwa pemuda di depannya ini adalah sang kaisar. Pura-pura tidak tahu, secara perlahan Shuurei mengajak Ryuuki mengenal negaranya sendiri dengan mengajaknya keluar dari istana.

Shuurei menceritakan tentang keadaan rakyat mereka saat berlangsung perang perebutan kekuasaan delapan tahun yang lalu. Ryuuki akhirnya sadar, kemudian memperkenalkan dirinya sekali lagi pada Shuurei sebagai kaisar. Sejak saat itu Ryuuki berusaha menjalankan tugasnya sebagai kaisar ditemani oleh Shuurei.

Namun, Ryuuki tetap bertahan pada gosip dirinya yang seorang gay. Ia punya alasan; Ryuuki ingin menyerahkan tahta pada kakaknya yang diusir dari istana. Ia percaya kakaknya akan kembali.

Putra kedua itu memang kembali. Dialah Seiran, yang kini menjadi pengawal Ryuuki. Seiran sudah membuang masa lalunya sebagai putra mahkota, namun ia tetap menjaga Ryuuki layaknya seorang kakak pada adiknya.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka ya? Saya memutuskan untuk mengikuti anime ini, karena suka dengan settingnya dan temanya yang tidak bermuatan fantasi, walaupun mengambil sebuah legenda sebagai basic ceritanya, dan tentu saja karena para bishounen-nya, uhuhuhu xD.

Coffee Prince

Cast:
Gong Yoo, Yoon Eun Hye, Lee Seon Gyeon, Chae Jung Ahn

Director:
Lee Yoon Jung

Screen Play:
Lee Jung Ah


MBC


"I like you. I don't care whether you're a guy or an alien. I'm fed up trying to hide my feelings. Let's give this a try!"

-- Choi Han Kyul--

Story:
Go Eun Chan adalah cewek tomboy yang berperan sebagai kepala keluarga sejak ayahnya meninggal dunia. Ia bekerja keras agar kebutuhan hid
upnya serta ibu dan adik perempuannya terpenuhi.

Satu hari, dalam sebuah kesalahpahaman, Eun Chan bertemu dengan Choi Han Kyul – cowok pewaris perusahaan besar yang tidak ingin melakukan apapun selain bersenang-senang. Pertemuan itu membawa mereka ke pertemuan-pertemuan yang lain. Han Kyul yang sedang putus asa menolak acara-acara perjodohan yang disodorkan keluarganya, menarik Eun Chan untuk membantunya. Han Kyul yang mengira bahwa Eun Chan adalah seorang cowok memintanya untuk menjadi kekasih agar merebak gosip bahwa dirinya adalah seorang gay.

Cerita berlanjut pada Han Kyul yang diserahi tugas mengurus sebuah coffee shop oleh neneknya – sang pemilik perusahaan. Eun Chan turut bekerja di sana dengan tetap merahasiakan gendernya.

Tapi seiring waktu, masalah pun bertambah. Kedekatan Han Kyul dan Eun Chan membuat cowok itu memiliki perasaan pada Eun Chan. Tapi ia justru bingung, karena merasa dirinya berubah menjadi gay dan merasa perlu mendatangi psikiater^^.

Ayu thinks:
Drama seri yang berdasarkan buku karya Lee Sun Mi ini menarik sekali! Awalnya saya menonton seri ini karena Yoon Eun Hye (saya sudah menyukai cewek imut ini sejak dalam princess hours^^), tapi ternyata dia cocok sekali berperan jadi ‘cowok’, walau tetap
imut. Alurnya pun menarik dan tidak membosankan, tertata rapi, dan berimbang antara adegan romantis dan komedinya.

Eun Chan dan Han Kyul memang terlihat aneh sebagai pasangan, tapi saat saya melihat mereka bersama, saya jadi ikut tersenyum sendiri – ternyata tidak seaneh itu, kok! Mereka cukup cocok, dan lucu!

Anyway, kisah cinta yang ada dalam film ini bukan hanya milik Eun Chan dan Han Kyul, tetapi juga milik Choi Han Seong dan Han Yoo Ju. Tidak seperti Eun Chan dan Han Kyul yang manis dan menyegarkan, kisah cinta kakak sepupu Han Kyul ini romantis dan dewasa. Mereka sudah bersama sembilan tahun lamanya, sempat berpisah karena Han Yoo Ju berselingkuh, namun kembali bersama lagi. Kali ini Han Seong lah yang jatuh hati pada Eun Chan yang polos.

Saya jarang ‘menyatakan rasa suka’ pada drama Korea. Coffee Prince adalah yang kedua setelah Full House. Drama ini – seperti rasa cinta antara kedua tokoh utamanya – terasa manis dan menyegarkan!

Rona Hidup Rona

Mia Arsjad

GPU, Juli 2007

320 hal.

979-22-3034-3

"Kalau memang kita harus pisah, bukan karena kita mau, tapi karena kita harus."
--Tama--


Story:
Rona baru saja mendepak tunangannya yang suka berselingkuh. Tapi keputusannya ini memicu kepanikan massal dari orang-orang sekitarnya. Bukan hanya karena semua rencana pernikahan sudah fix, tapi juga karena mereka takut Rona jadi perawan tua karena trauma mengingat umurnya yang sudah 28 tahun.

Rona sama sekali tidak trauma. Ia justru menemukan cinta baru. Dalam diri seseorang yang lebih muda sembilan tahun darinya. Masalahnya bukan karena laki-laki itu masih bau kencur, tapi karena dia adalah orang yang sedang dikejar-kejar oleh adik Rona untuk menjadi kekasihnya.

Tidak boleh ada yang tahu Rona menaruh hati pada daun muda. Tidak boleh ada yang tahu kalau ternyata laki-laki itu juga jatuh cinta pada Rona!

Ayu thinks:
Apa salahnya jatuh cinta pada yang lebih muda? Yah... mungkin salah kalau laki-laki itu gebetan adik sendiri *LOL*. Tapi cinta tidak bisa memilih jatuh pada siapa, seperti yang terjadi pada dua tokoh cerita ini.

Chicklit kedua – setelah Autum in Paris – yang saya baca setelah ‘puasa’ chick/teenlit beberapa waktu lamanya^^. Dan, maaf, karena saya sedang tidak mood ‘bercerita’, saya tidak memberikan komentar apapun selain nilai 8 dari 10 nilai yang tersedia untuk novel ini ;D.

Autumn in Paris

Ilana Tan

GPU, Juli 2007

272 hal.

979-22-3030-0





"Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu."
--Tatsuya--


Story
Ada tiga hal yang disukai Tara Dupont, yaitu, Paris, musim gugur dan Sebastien. Yang terakhir itu, walau perasaan Tara masih bertepuk sebelah tangan, Sebastien selalu hadir untuknya. Tara menyukai hidupnya, karena ia memiliki segalanya.

Suatu hari datanglah Tatsuya Fujiwara. Teman Sebastien berkebangsaan Jepang yang sedang mengurusi pekerjaannya di Paris tersebut justru membenci kota itu dan musim gugur. Namun sejak awal perjumpaan mereka, Tatsuya membangkitkan rasa penasaran pada diri Tara, hingga perlahan ia menyadari perbedaan rasa sukanya terhadap Tatsuya dan Sebastien.

Perjumpaan-perjumpaan mereka dilanjutkan dengan ajakan kencan dari Tatsuya melalui surat pembaca di radio tempat Tara bekerja. Dan diteruskan dengan kencan-kencan berikutnya.

Tapi kedatangan Tatsuya ke Paris tidak hanya sekedar mengurusi pekerjaannya. Ia mencari seseorang yang akan menghubungkan dia dengan masa lalu.

Apa yang akan terjadi bila masa lalu yang sedang Tatsuya kejar terikat benang merah dengan diri Tara. Dan hal tersebut justru menghancurkan harapan dan perasaan mereka berdua, hingga salah satu memutuskan lebih baik mengakhiri hidupnya?


Ayu thinks
Akhir-akhir ini banyak sekali ‘aroma Jepang’ yang terhembus dalam kepala saya (tentu saja di samping manga-manga yang kerap saya beli setiap minggu). Dari dua draft novel bersetting Jepang yang sedang ditulis oleh dua orang teman, tetangga saya yang bercerita bahwa dia pernah mengunjungi museum ghibli (Urgh, iri!), hingga novel yang saya ‘temukan’ di gramedia ini.

Awalnya saya tidak begitu tertarik, secara saya sedang berusaha menyelesaikan buku-buku yang masih menumpuk di rumah^^, tapi saat saya membaca sinopsisnya, ada nama Tatsuya Fujiwara di situ. Satu lagi aroma Jepang. Voila! Akhirnya terbeli juga buku itu.

Dan, ya, novel metropop ini bagus dan mengharukan. Tentu saja bagus, karena buku-buku (serta film-film) yang masuk di duaMataduaTelinga adalah yang saya sukai^^.

Jadi, ada dua hal yang akan saya lakukan setelah membaca novel ini. Mencari novel Summer in Seoul karya Ilana Tan yang lain (yang ternyata sedikit berhubungan dengan tokoh novel ini). Dan menyentuh kembali draft novel (juga bersetting Jepang) yang telah saya tinggalkan berbulan lamanya di dalam folder komputer. Wish me luck!^^

The One I Love [Watashi no Suki na Hito]

CLAMP

Olce Balukh (Terj.)

m&c

Cetakan I, Juli 2007





“Sebelum menikah, kita melakukan hal-hal yang hanya bisa dilakukan sebelum menikah. Setelah menikah, kita akan melakukan hal-hal yang hanya bisa dilakukan setelah menikah.”

--Scene 12, Marriage--

The Story:
Seorang wanita menunggu di sebuah taman. Tidak seperti biasanya, hari ini ia begitu rapi dengan mengenakan kimono berwarna merah. Ada maksudnya kenapa ia melakukan hal tersebut.

Wanita itu baru saja bertengkar dengan kekasihnya. Akhirnya seminggu berlalu tanpa ada kata maaf terucap dari keduanya. Karena itulah ia berpakaian rapi hari ini. Ia ingin menjadi orang yang berbeda. Dengan cara itu ia merasa dapat dengan jujur mengucapkan kata maaf pada kekasihnya.

Cerita tersebut adalah satu dari dua belas kisah tentang cinta yang terangkum dalam tujuh hingga delapan halaman komik ditambah satu halaman esai di belakang setiap cerita. Semua mengisahkan tentang perasaan cinta yang dapat dialami oleh siapa pun juga.

Ayu thinks:
Kali ini CLAMP menyajikan kisah berbeda dari karya-karya mereka sebelumnya yang biasanya bermuatan fantasi. Manga yang satu ini begitu lembut dan nyata. Terinspirasi oleh kisah-kisah yang dialami sang manga-ka.

Kamu akan merasa menemukan dirimu yang sedang jatuh cinta saat membaca kisah-kisah ini. Mungkin tertawa kecil mengingat bahwa kamu pernah berada di posisi yang sama dengan si tokoh tersebut.

Ada satu cerita yang paling saya suka. Kisah yang membahas arti kata ‘lucu’. Sebuah kata yang sering diucapkan dalam setiap kesempatan, namun ternyata memiliki efek yang berbeda tergantung siapa yang mengucapkannya. I love it!

Anyway, dilihat dari style-nya, saya pribadi lebih suka menyebut komik ini sebagai graphic novel.


*Sorry, nggak dapat gambar cover edisi Indonesia^^

Tales from Earthsea

Voice Cast:
Okada Junichi, Aoi Teshima

Director:
Goro Miyazaki

Screenplay:
Goro Miyazaki

GHIBLI Studio




“Therru, what’s the most important thing?”

--Arren—

The Story:
Cerita dimulai oleh perkelahian dua ekor naga di langit sebuah laut. Raja yang khawatir akan keadaan itu hampir dipersulit oleh para dayang yang melaporkan bahwa pangeran Arren menghilang sejak semalam.

Namun sesaat sebelum Raja memasuki ruangannya di depan sebuah koridor gelap, pangeran Arren tiba-tiba muncul dan menusuknya dengan sebilah pisau. Kemudian ia mengambil pedang sang Raja dan pergi.

Arren pergi dari istana dengan seekor kuda dan pedang yang ia rebut dari ayahnya, pedang yang tak bisa tercabut dari sarungnya. Scene berpindah saat Arren yang tengah dikepung oleh segerombolan serigala diselamatkan oleh seorang wizard bernama Sparrowhawk. Arren kemudian turut dalam perjalanan wizard tersebut.

Mereka tiba di kota Hort. Di sana, Arren menolong seorang anak perempuan bernama Therru yang dikejar-kejar oleh penjual budak. Namun, akibatnya ia sendiri ditangkap oleh mereka dan akan dijual sebagai budak. Lagi-lagi Sparrowhawk datang menyelamatkannya. Ia membawa Arren ke rumah temannya, Tenar.

Di sana Arren bertemu lagi dengan Therru yang pada awalnya tidak menyukai Arren. Perlahan, Therru melunak saat Arren menangis mendengar lagu yang dinyanyikan Therru di padang rumput. Arren pun bercerita pada Therru bahwa ia telah membunuh ayahnya dan ia tidak tahu apa sebabnya.

Arren hidup dengan rasa takut bahwa seorang lagi dari dirinya terus datang menguasai kehidupannya. Ia merasa harus terus pergi atau dirinya yang seorang lagi akan datang terus mengejarnya. Karena itu saat Sparrowhawk sedang pergi ke kota, Arren memutuskan meninggalkan tempat itu. Namun ia tertangkap oleh Cob, musuh bebuyutan Sparrowhawk. Menurutnya, Arren dapat dimanfaatkan untuk menemukan kehidupan abadi yang ia inginkan. Di saat yang sama, Tenar pun ditangkap oleh anak buah Cob untuk memancing Sparrowhawk.

Tinggallah Therru dengan pedang milik Arren. Maka ia memutuskan untuk mengejar mereka bertiga.

Ayu thinks:
Saya selalu menyukai karya-karya Ghibli. Yang ini pun tidak terkecuali. Ghibli sukses mengemas film animasi yang berdasarkan dari cerita klasik, Earthsea series karya Ursula K. Le Guin, menjadi tontonan yang menarik. Seperti biasanya.

Kali ini yang bertanggung jawab adalah Goro Miyazaki, yang tidak lain adalah putra dari sang master, Hayao Miyazaki. Nggak ayah, nggak anak, sama saja kemampuannya menggarap film animasi... hehehe.. =D.

Kenapa saya suka karya-karya Ghibli? Karena mereka selalu menghadirkan fantasi-fantasi ‘gila’ dengan muatan pesan di dalamnya. Karena itu, kamu harus menonton untuk mengetahuinya *wink*

The Painted Veil

Cast:
Naomi Watts, Edward Norton

Director:
John Curran

Screenplay:
Ron Nyswaner




"When love and duty are one, grace is within you."
--Mother Superior--

Story:
Walter Fane (Edward Norton) adalah seorang dokter spesial bakteriologi yang kaku dan serius. Dalam sebuah pesta di sebuah rumah, ia bertemu dengan Kitty (Naomi Watts), seorang socialite – anak sang pemilik rumah.

Walter jatuh cinta padanya. Dan pada pertemuan kedua mereka, Walter melamar Kitty. Terdesak oleh keinginan ibunya agar Kitty segera menikah, akhirnya Kitty menerima pinangan Walter tanpa cinta.

Dan pasangan baru tersebut pindah ke Shanghai, mengikuti Walter yang ditugaskan di kota tersebut. Di Shanghai, Walter mengajak Kitty masuk dalam komunitas warga Inggris. Dan Kitty bertemu Charlie Townsend (Liev Schreiber) yang menarik dan mampu memikat Kitty. Sementara Walter berkutat dengan pekerjaannya, Kitty menghabiskan waktu berselingkuh dengan Townsend.

Saat Walter mengetahui perselingkuhan itu, ia memutuskan menjadi sukarelawan di sebuah desa di pedalaman China yang sedang terserang wabah kolera. Walter memaksa Kitty untuk turut serta atau ia mengancam akan menceraikannya. Kitty yang tak bisa berbuat apa-apa terpaksa menyetujuinya.

Maka sampailah mereka di desa tersebut. Ditengah mewabahnya kolera dan kebencian yang mulai muncul terhadap warga asing, Walter dan Kitty menjalani keseharian mereka dan mencoba menebus kembali kesalahan-kesalahan dan cinta mereka.

Ayu thinks:
Saya mengetahui keberadaan film ini, pertama, dari blog seorang teman. Membaca postingannya kala itu, entah kenapa membuat saya turut penasaran pada film ini, selain karena dua pemainnya yang sudah tak perlu diragukan lagi.

Seperti yang sudah saya katakan dalam blog saya, film ini membuat saya jatuh cinta! Sinematografinya sangat indah. Dan sang sutradara berhasil membuat hasil yang diinginkan melalui visualisasi dari karya klasik milik W. Somerset Maugham ini.

Saya harus cepat-cepat mencari novelnya^^.

Biasa Bercerita

Nana Tedja

Erlangga, 2007

176 hal.

9789790152571





“...akankah menjadi sebuah pelajaran atau bahkan hanya menjadi sebuah cerita biasa yang sering terjadi di negeri ini?”

--Lilin – lilin kecil--


The Story:
Kebencian Rei terhadap ayahnya sudah sampai pada tahap luar biasa. Bagaimana tidak, jika ayah telah membunuh Oliver, kekasih anaknya sendiri! Salahkah jika satu-satunya keinginan Rei adalah membunuh ayah?

Kisah Rei tersebut adalah satu dari sembilan cerita pendek yang terkumpul dalam buku ini. Sang penulis – Nana Tedja – yang masih aktif dalam berbagai kegiatan sastra juga menghiasi kumpulan cerpennya ini dengan beberapa puisi dan ilustrasi karyanya sendiri.

Ayu thinks:
Konflik-konflik yang tertuang dalam kumpulan cerpen ini benar-benar erat dalam kehidupan nyata, terlebih lagi diceritakan secara lugas dan mengalir begitu saja. Pun, pemilihan nama untuk para karakternya terasa familiar.

Saya menemukan buku ini dalam rak ‘Bahasa dan Sastra’ di toko buku Gramedia. Pertama kali melihat, entah kenapa langsung saya ambil dan masukkan dalam tas belanjaan. Dan memang, buku kumpulan cerpen ini sangat layak untuk dibaca.

Perempuan Lain

Kristy Nelwan

Grasindo, 2007

xii + 362 hal.

979-759-774-1





“Maksud gue, status tuh penting nggak, sih?”

--Maya--


The Story:
Maya memergoki Fauzan, tunangan Hesti – sahabatnya – berselingkuh dengan wanita lain. Meluncurlah makian-makian kasar dari Maya. Ia paling benci dengan wanita perusak hubungan. Itu pula sebabnya, Maya kerap kesal dengan kakaknya yang selalu suka dengan pria beristri.

Kejadian tidak menyenangkan tentu diimbangi oleh hal-hal yang menyenangkan. Maya dipercaya menjadi PO untuk launch produk terbaru Nokila. Disanalah ia bertemu Sandi. Klien nya itu memberikan padanya perhatian lebih. Dan Maya jatuh cinta seperti Sandi yang juga jatuh cinta padanya.

Tapi bagaimana kalau ternyata Sandi sudah menjadi milik wanita lain? Dan Maya tidak pernah bisa melepasnya, karena ia sudah jatuh terlalu jauh dalam cintanya pada pria itu. Tentu saja, kalau sudah begini, hubungan mereka harus dirahasiakan rapat-rapat, terutama dari Hesti.

Maksudnya, tidak mungkin memberitahu sahabatnya itu, sementara karena perselingkuhanlah, Hesti memutuskan pertunangannya. Dan Maya memaki-maki wanita selingkuhannya itu lalu berpidato panjang lebar tentang dirinya yang membenci wanita yang mau saja jadi selingkuhan.

Dan sekarang dalam posisi itulah Maya berada, menjadi selingkuhan! Jadi, mengerti, kan, kenapa Maya harus menyembunyikan hubungannya dengan Sandi tersebut?

Ayu thinks:
Satu dari sekian buku yang saya pilih karena kovernya^^. Lihatlah kover buku ini, tidakkah memancing rasa penasaran dan keinginan untuk membacanya? Dan sangat melegakan bagi saya, ternyata saat dibaca, isinya jauh dari kata mengecewakan.

Novel ini bercerita tentang affairs, baik affair sang tokoh utama, maupun orang-orang di sekitarnya. Banyak menggunakan alur flashback yang perpotongan scene-nya menggunakan lamunan si tokoh. Untunglah tidak membingungkan saat scene berpindah kembali ke masa kini.

Oke, apa yang bisa diambil dari kisah ini? Yaitu, hati-hati jika berselingkuh.... hahaha =D. Salah! Lebih baik jauhkan diri dari sebuah affair yang hanya akan membuat kesulitan bagi diri sendiri^^. Kita memang tidak dapat mengontrol hati untuk tidak jatuh cinta pada seseorang, tapi kita dapat mengontrol tindak diri.

Bellamore ~ A beautiful love to remember

Karla M Nashar

GPU, Juni 2007

264 hal.

979-22-2974-4

“Some things better left unspoken.”

--Fabian--



The Story:

Lana baru saja didepak oleh Tristan dengan alasan yang sama ketika diputuskan oleh pacar-pacarnya sebelum Tristan – menolak untuk bobok bareng^^. Tapi sepertinya Lana tidak dibiarkan untuk berlarut-larut dalam kesedihan ditinggal Tristan, karena ada seorang Fabian Ferdinandi.

Jadi, Fabian akan menggantikan posisi Tristan?

Salah! Justru kekesalan Lana terhadap Fabian membuatnya tidak sempat bersedih lama-lama karena Tristan.

Fabian, cowok Itali rekan kerjanya itu, tidak pernah berhenti menggoda Lana. Cowok itu terus penasaran pada Lana yang dianggapnya aneh karena mempertahankan keperawanannya. Ia tahu betul bagaimana memancing emosi Lana yang selalu berusaha untuk tenang tersebut.

Seks, seks, dan seks. Hanya hal itu yang selalu Fabian bicarakan, dan kerap membuat Lana naik darah. Tapi ketika Fabian harus meninggalkan Indonesia, Lana merasa kehilangan sesuatu. Dan akhirnya waktu mempertemukan mereka kembali dalam dinginnya kota New York. Saat itulah Lana harus mengetahui kenyataan tentang Fabian.

Ayu thinks:

Satu lagi novel yang dengan blak-blakan membicarakan seks. Memang sudah tidak aneh lagi, tapi dalam novel ini dipadukan dengan sang tokoh utama yang justru mati-matian mempertahankan keperawanannya sebelum ia menikah.

Tapi, sayang, (menurut saya) kenyataan mengejutkan yang ada tidak terlalu mengejutkan. Entah kenapa saya sedikit kecewa saat hal tersebutlah yang menjadi kenyataannya. Tapi alur yang baik (walau agak panjang^^) dan chemistry yang kuat antara Fabian dan Lana membuat ‘kenyataan’ itu tidak begitu menganggu (lagi-lagi ini pendapat subyektif saya^^).

Jadi apa yang dapat diambil dari kisah ini? Tentu saja, walau di dunia serba modern dan serba bebas ini, keperawanan patutlah dijaga... hahaha =D. Dan saat kamu mencintai seseorang, bukan berarti kamu harus memiliki dirinya. Karena mencintai seseorang berarti menginginkan kebahagiaan untuk orang tersebut.

I've Been Married To Hell! [Erai Tokoro ni Totsunaide Shimatta!]


Cast:

Nakama Yukie, Tanihara Shosuke, Matsuzaka Keiko

Director:
Osamu Katayama

Screenplay:
Noriko Goto

“I've married to hell!”
~Kimiko~

Story:
Kimiko (Nakama Yukie)adalah seorang wanita modern dan mandiri yang bekerja sebagai freelance writer di Tokyo. Ia dan Isojiro (Tanihara Shosuke) baru saja melangsungkan pernikahan mereka. Sesuai kesepakatan, pernikahan mereka hanya dihadiri oleh dua orang teman. Kimiko sendiri pun sempat-sempatnya ketiduran di tengah-tengah upacara pernikahan.


Saat mereka kembali ke apartment mereka, Isojiro memberitahu bahwa mereka harus datang ke rumah Yamamoto – keluarga Isojiro – untuk mengadakan resepsi. Kimiko tak bisa menolaknya karena Isojiro bilang, hanya sebuah resepsi sederhana yang hanya dihadiri oleh keluarga.

Terkejutlah Kimiko setiba di sana. Karena rumah Yamamoto sangat besar, bergaya tradisonil, dan penuh dengan tradisi-tradisi lama. Bahkan, saat datang, mereka berdua disambut secara formil – dimana menurut Isojiro hal itu sama sekali tidak formil.

Kimiko tambah shock begitu melihat Isojiro yang biasanya pemalas berubah 180 derajat, menjadi sopan. Dan dengan penuh semangat, Shimako (Matsuzaka Keiko) – ibu Isojiro – mempersilahkan Kimiko memperlihatkan keahliannya dalam memasak, merangkai bunga, menarikan tarian Jepang, dan semua hal yang menurut Shimako, Kimiko pelajari dari para masternya. Padahal hal tersebut sama sekali tidak benar. Isojiro berbohong agar Kimiko disukai oleh ibunya.

Sementara Kimiko sibuk meluruskan kesalahpahaman, Isojiro hanya terus meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja. Padahal, justru sebaliknya yang terjadi.

Ayu thinks:
Saat melihat tema cerita ini, saya sangka, saya akan melihat usaha Kimiko memperjuangkan dirinya untuk beradaptasi dengan tradisi-tradisi yang kolot dan berusaha diterima oleh Shimako –sang ibunda.

Tapi, saya lalu berpikir; ini, kan, drama Jepang. Dan cerita Jepang biasanya selalu hal biasa yang tidak biasa (bingung deh^^). Memang itu yang terjadi dalam film ini. Alih-alih menghadirkan ibu mertua yang strict – sehingga sang tokoh utama harus berusaha meluluhkan hatinya, film ini justru menghadirkan Shimako – seorang ibu yang sangat positive thinking.

Maka dimulailah kelucuan - kelucuan dalam film ini. Kimiko yang berusaha mengelak terus dari tradisi-tradisi lama, Shimako yang terus percaya bahawa Kimiko melaksanakan tradisi dengan senang hati, serta Isojiro yang terlalu polos dan baik, hingga tak bisa menolak semua permintaan – terutama semua ucapan Shimako.

Mungkin setelah beberapa episode, penonton akan sedikit merasa bosan. Karena pengulangan pola yang sama, yaitu, Kimiko yang terpaksa kembali lagi ke rumah Yamamoto untuk sebuah acara yang tak bisa ia tolak. Namun, komedi yang ada seolah menutupi semuanya.

Kimiko yang seorang super lady (ia dapat melakukan segalanya, sendirian), Isojiro yang terlalu polos (atau bodoh?^^), serta Shimako yang kadar pikiran positifnya di atas normal^^. Sebuah perpaduan yang menarik, kan?

*Sumber gambar:
Erai Tokoro ni Totsuide Shimatta! Official Site

Honey & Clover ~ Hachimitsu to Clover~

Cast:

Iseya Yusuke, Sakura Shoo, Aoi Yuu, Seki Megumi, Kase Ryo, Nakamura Shido

Director:
Masahiro Takada

Screenplay:
Masahiko Kawahara, Masahiro Takada


“For the first time, I saw someone fall in love.” ~Mayama~




Story:
Takemoto, seorang mahasiswa seni yang dianggap tak punya sense of fashion oleh para mahasiswi di kampusnya. Hari itu, ada acara minum-minum di rumah dosen mereka – Hanamoto sensei. Para mahasiswa-mahasiswi berkumpul di tempat itu, termasuk juga teman satu asramanya, Mayama – seorang cowok berkacamata jurusan arsitektur. Juga, teman ceweknya, Yamada, yang naksir berat pada Mayama.


Di tempat itulah, mereka bertiga bertemu dengan Hagu. Cewek mungil pemalu yang berbakat melukis ini adalah keponakan Hanamoto-sensei yang akan kuliah di universitas yang sama. Takemoto langsung jatuh cinta saat pertama kalinya melihat Hagu yang sedang asyik melukis di ruangan lantai dua.

Sementara Yamada terus memperjuangkan rasa sukanya pada Mayama, yang sebenarnya sedang jatuh cinta pada atasan di tempatnya bekerja – Harada, Takemoto pun memberanikan dirinya untuk mendekati Hagu.

Kemudian, datanglah Morita. Senior mereka yang belum lulus juga gara-gara terlalu sering ‘menghilang’ ke luar negeri. Saat pertama kali bertemu Hagu, Morita justru saling berebut buku sketsa dengan cewek mungil itu. Tapi, seiring seringnya mereka bertemu, sebuah ‘ikatan’ terjalin antara mereka berdua. Takemoto yang menyadarinya semakin ragu untuk menyatakan perasaannya pada Hagu.

Satu hari, mereka berlima pergi ke pantai. Dan terpaksa menginap semalam, karena mobil yang mereka naiki mogok di tempat. Dan terjadi sesuatu di pantai itu, menyebabkan Hagu kembali murung dan kehilangan gairahnya untuk melukis.

Ayu thinks:
Film ini diadaptasi dari manga berjudul sama yang telah dibuat versi animenya terlebih dahulu. Kebiasaan saya jika menonton film adaptasi dari manga/anime, adalah mencari kemiripan antara keduanya – terutama para karakternya.

Secara keseluruhan, saya menyukai film ini. Kesan yang sama seperti yang rasakan pada anime seriesnya. Perasaan bertepuk sebelah tangan yang dialami para karakter dalam film ini berhasil ‘menyentuh’ saya.

Yang sedikit membuat saya kecewa adalah penggambaran para karakternya. Memang, mereka mirip dengan tampilan pada animenya. Tapi saya menangkap kesan yang berbeda. Seperti yang sudah saya tulis dalam jurnal; untuk kedua karakter cewek (Hagu dan Yamada) sama sekali tidak mengecewakan. Justru karakter cowoknyalah yang membuat saya kecewa^^

Takemoto lebih cute karakter animenya ;p, tapi untungnya saya bisa menangkap kesan yg sama dari dirinya. Morita; lebih berantakan dan sedikit cool, sementara versi anime, sedikit rapi serta gila dan ngocol^^. Well... menurut saya, untuk seorang mahasiswa seni yang ‘hobinya’ menghilang tiba-tiba dan muncul juga tiba-tiba, memang lebih cocok karakter dalam movie. Sementara, Mayama dalam anime berkesan dewasa. Sedangkan dalam versi movie, dia justru tampak seperti kutu buku yang aneh plus seorang stalker^^. Nggak sukaaa!! Mana Mayama versi anime? Saya lebih suka yang itu! Tambahan, karakter Hanamoto-sensei juga kurang mirip.

Tapi saya tetap akan memberikan nilai empat bintang dari lima pada film ini.

Don't Let Me Awake If This Is a Dream ~Yume Nara Samenaide

Yasuko

Torana Astrid Y (Terj.)

MnC

Cetakan I, Juni 2007

“Selamanya, aku akan berada di sisi Sachika.”
~Tetsuo~
Story:
Sachika terbangun dari komanya akibat tertabrak mobil sepulang berkencan dengan Tetsuo. Tapi yang ada di sampingnya bukanlah orang tuanya maupun Tetsuo, melainkan seorang pria asing bernama Kohara yang mengaku saudara jauhnya.


Dalam kebingungannya, Kohara membawa Sachika ke rumahnya. Orang tuanya menghilang dan Tetsuo meninggalkannya. Sachika pun semakin menemukan kejanggalan dalam diri Kohara, hingga ia menyadari kenyataan yang sesungguhnya.

Ayu thinks:
Sebenarnya tema seperti ini bukan ide baru. Saya sudah menemukan beberapa tema serupa dalam berbagai judul manga. Tapi Yasuko-sensei menggambarkannya dengan indah, hingga membuat saya tersentuh dan begitu ingin memasukkannya ke dalam blog ini^^.

Buku ini baru saya beli kurang dari seminggu yang lalu, tapi entah sudah berapa kali saya baca. Di dalamnya terdapat 3 cerita pendek dari Yasuko-sensei yang semuanya unik^^.

Gokil!

Miund
Rahat Books
Cetakan II, Juni 2007
Xiv + 222 hal.
797-1238-40-5



“...karena cinta sebagaimana juga hidup harus dibiarkan mengalir dan ditambahkan dengan usaha.”
~Miund~


Story:
Sedang berjalan-jalan di Metro Plaza Senayan bersama Wenni dan Tiyas.


Pernyataan bodoh:
Saya : “Bo, gue nggak ngerti deh ama Superman baru. Kenapa ya ketika dia jadi Clark Kent itu rambutnya gonjes, tapi kalo jadi Superman teh cepak. Ga berantakan lagi kalo terbang. Edan yah!”

Tanggapan tolol pertama:
Tiyas : “Mungkin pake hairspray.”

Tanggapan tolol kedua:
Wenni : “Ih kalo gue mah gak mikirin rambutnya. Yang gue gak ngerti... Superman itu kenapa matanya pake infra red? Hari gini jamannya udah bluetooth gitu loohh...”

*catatan redaksi: Wenni bekerja di bidang telekomunikasi.
-----------
Percakapan di atas hanya salah satu bagian dari kumpulan blog Miund (ya, ini nama orang), seorang perempuan twenstysomething di Jakarta. Masih banyak lagi berbagai bahasan ringan, lucu, dan tajam tentang kehidupan sehari-hari dalam buku ini. Disajikan dengan idealis tanpa menggurui. Kadang tampak ‘termehe-mehe’, naif, bingung dengan langkah yang diambil, yang akhirnya membuat tulisan pekerja kreatif ini jadi lucu, dalam, sekaligus...gokil!

[Sinopsis diambil dari back cover *males mode on^^*]

Ayu thinks:
Bukan bermaksud membandingkan, tapi memang tidak jauh berbeda dari buku Kambing Jantan-nya Raditya Dika. Yah, namanya juga tulisan yang diambil dari blog, yang berarti tulisan-tulisan tersebut adalah isi hati dari pemilik blog a.k.a jurnal pribadi a.k.a diary.

Tapi isinya memang cukup sesuai dengan judulnya, walau beberapa berisi kekesalan yang disamarkan menjadi komedi. Favorit saya adalah entry yang membahas tentang lagu dan permainan anak-anak. Menghibur!

Kalau kamu sedang malas mikir yang susah-susah, atau membutuhkan bacaan yang menghilangkan mood yang sedang buruk, bacalah buku ini. Gokil!^^