The Holiday

Cast:
Cameron Diaz, Kate Winslet, Jude Law, Jack Black

Director:
Nancy Meyers

Screenplay:
Nancy Meyers

COLUMBIA PICTURES
UNIVERSAL PICTURES






“I have found almost everything ever written about love to be true. Shakespeare said, ‘Journeys end in lovers meeting’. What an extraordinary thought”
~Iris~


Story:
Surrey – U.K
Iris terus menahan perasaan cintanya pada Jasper, pria yang menginginkan namun enggan memiliki dirinya. Saat Iris merasa kesempatan itu kembali datang, Jasper justru mengumumkan pertunangannya dengan wanita lain. Dan tinggallah Iris menangis sendirian di dalam rumah mungilnya.

Los Angeles – U.S.A
Amanda, seorang wanita karir yang sukses, mendepak kekasihnya yang berselingkuh dengan resepsionis di kantornya. Ia yang patah hati mencoba mencari jalan ‘bersembunyi’ hingga hatinya tenang.


Lalu Amanda mulai ‘menjelajah’ dunia maya untuk menemukan tempat liburan yang menenangkan. Dan ia menemukan sebuah web yang menyewakan rumah-rumah untuk tempat berlibur. Saat melihat foto sebuah rumah yang ia sukai, Amanda langsung menghubungi pemiliknya, yang ternyata adalah Iris.

Maka kedua wanita berbeda benua itu mulai bertukar tempat dengan tujuan yang sama – melupakan masalah cinta mereka.

Di Inggris, Amanda bertemu dengan Graham, kakak dari Iris. Sementara di Amerika, Iris bertemu dengan Miles, seorang pencipta lagu untuk film, yang juga teman dari mantan kekasih Amanda.

Dan saat cinta datang menghampiri, para wanita tersebut harus kembali ke negaranya dalam hitungan hari. Layakkah dipertahankan?

Ayu thinks:
Well, saya hanya perempuan kebanyakan, yang suka dengan hal-hal indah dalam film roman. Film ini memuat semua hal yang saya sukai, suasana natal, lagu-lagu mellow, pria tampan^^ dan, tentu saja, kisah cinta yang manis. Bahkan para bintangnya pun tidak diragukan lagi. Jadi tidak alasan bagi saya untuk tidak menyukai film ini.

Maybe... maybe I’m just too sensitive, but I dropped tears and smiled in every scene!

Quadrangle

Nadiah Alwi

QuadBooks, April 2007

xiv + 106 hal.

979-16155-0-1

“...Tapi, sepertinya semua itu sedikit banyak mendewasakanku.”
~Dheta~






Story:

Dheta dan Lina adalah sepasang sahabat. Namun semuanya hancur saat Mirdhal hadir di antara mereka. Semua itu terjadi saat mereka berada di Paris. Berat hati, Lina pun kembali ke Indonesia, sementara Dheta memulai kehidupan baru dengan keluarga barunya di Paris, serta menjalin hubungan dengan Mirdhal.


Hubungan yang memburuk itu tidak putus begitu saja, karena, Jacques – kakak tiri Dheta – tetap berhubungan baik dengan Lina, bahkan kini mereka bersahabat, walau Lina berada di Jakarta dan Jacques ada di paris.

Tahun pun berlalu. Lina dan Mirdhal kembali bertemu dalam satu kesempatan. Dan rasa itu pun turut hadir di antara mereka. Mirdhal mendekati Lina, mencoba menjalin hubungan yang ketika itu terputus di kota Paris. Tapi ada Jacques di sisi Lina, yang selalu memberinya sebuket bunga setiap tahunnya. Dan ada Dheta, yang belum memaafkan Lina, walau kini dia sendiri sudah menikah dengan seorang pria Perancis.

Saat cinta segi tiga antara Lina–Mirdhal–Dheta telah berubah menjadi cinta segi empat dengan kehadiran Jacques, apa yang akan terjadi?

Ayu thinks:
Yang membuat rasa penasaran saya terhadap novel ini adalah proses penerbitannya. Nadiah Alwi menerbitkannya secara indie (self publishing). Ia menangani semuanya sendiri. Saya pribadi sangat salut. Proses penerbitan yang berisi kesulitan dan kesenangan yang dialami penulis dapat dilihat dalam web pribadinya, http://quadrangle.web.id.

Dan novel ini menyenangkan, tidak hanya mengajarkan apa itu cinta, namun juga sebuah persahabatan yang sesungguhnya tidak layak dihancurkan begitu saja oleh sebuah masalah.

Psycho-logylove

Syafrina Siregar

Gramedia Pustaka Utama, Mei 2007

224 hal.

979-22-2879-9


“Maka jalani dan nikmati dengan penuh kehormatan dan tanggung jawab. Have a responsible and meaningful fun!”
~Amira~




Story:

Amira adalah seorang psikolog terkenal di Makassar. Namun ia selalu ‘bersembunyi’ di belakang nama samarannya –AJ – karena ia benci publikasi. Dan satu hal lagi, Amira fobia dengan pernikahan, padahal selama ini sebagian kliennya datang karena masalah pernikahan mereka.


Bahkan Amira bergeming ketika Ardi, seorang pengusaha sukses, pemilik hotel tempat dimana sahabatnya akan melangsungkan pernikahan, memberikan sinyal-sinyal ketertarikan padanya. Amira justru menikmati saat secara tak sengaja ia kembali bertemu dengan Putra, mantan pacarnya sewaktu kuliah, yang sayangnya sudah menikah.

Satu hari, sebuah peristiwa menyebabkan Amira ‘terjatuh’. Masa depan, karier dan nama baiknya, serta hidup Amira hancur berkeping-keping karena publikasi yang berlebihan. Dan ketika melarikan diri hanyalah satu-satunya pilihan, apa yang akan Amira lakukan?

Ayu thinks:
Dari seluruh novel Syafrina Siregar yang sudah saya baca (Kecuali Life begins at Fatty dan Kawin Kontrak –belum saya baca), ada satu persamaan pada tokoh-tokohnya; mereka semua adalah wanita mandiri yang hidup sendiri. Dan kehidupan mereka bukanlah berada di Jakarta atau Bandung – seperti yang selalu menjadi setting dalam novel-novel sejenis. Dan saya suka^^. Saya bisa membayangkan keadaan Makassar yang menjadi setting novel ini, karena digambarkan begitu baik.

Age of Bronze ~ A Thousand Ships

*3 Eisner Award Nominations

Eric Shanower

Lulu Wijaya (Terj.)

Gramedia Pustaka Utama, Mei 2007

225 hal.






“Rakyat Troy! Tongkat api diam-diam sudah membara selama bertahun-tahun! Kini apinya akan berkobar! Bangkit, o Troy! Padamkan menara api itu sebelum kalian semua dihanguskannya!”

~Kassandra~

Perang Troya (Trojan War) adalah satu dari legenda Yunani yang paling terkenal. Seorang wanita tercantik di zamannya membuat penyerbuan terhadap Troya oleh Sparta. Begitu banyak karya sastra yang mencoba menceritakan perang Troya di dalamnya. Seperti dalam A Thousand Ship yang mencoba menawarkan gagasan baru dalam mengisahkan perang Troya.

Diawali kehidupan Paris sebagai gembala kerbau. Saat Raja mengambil alih kerbau terbaik miliknya untuk dijadikan sebagai hadiah pertandingan festival, saat itulah kemarahan menyulut Paris. Dan ia berniat datang ke kota Troya untuk memenangkan kembali kerbaunya.

Namun seperti ucapan Oenone yang didapatkannya melalui penglihatan mimpi, Paris tidak akan kembali lagi apabila ia pergi ke Troya. Dan memang ia tidak kembali lagi. Karena ia sebenarnya adalah putra Priam, sang raja Troy. Ramalan Kassandra akan hancurnya Troy jika Paris dibiarkan hidup menyebabkan Paris terpisah dari kehidupan istana.

Ketika Paris diutus ke Salamis untuk menjemput Hesione, ia justru membawa pulang Helen yang ketika itu adalah istri dari Menelaus. Kejadian itu membuat Menelaus marah. Dengan bantuan Agamemnon, mereka menyusun kekuatan untuk menyerang Troya.

A Thousand Ships adalah babak awal dari kisah perang Troya oleh Eric Shanower yang direncanakan berjumlah tujuh jilid dalam seri Age of Bronze. Dengan mengumpulkan karya-karya sastra serta data-data dari arkeolog mengenai Troya, Shanower mencoba menceritakan kembali kisah penyerbuan Troya dengan detail-detail yang memikat

Blood Diamond

5 Academy Award Nominations

Cast:

Leonardo DiCaprio, Jennifer Connelly, Djimon Hounsou

Director:
Edward Zwick

Screenplay:
Charles Leavitt

WARNER BROSS.PICTURES


"...maybe in another life..."
~Danny Archer~


Sierra Lone – di tengah perang saudara dan kekacauan tahun 1990an – seorang nelayan Mende, Solomon Vandy (Djimon Hounsou) sedang berjalan pulang bersama Dia (Kagiso Kuypers), anak lelakinya, saat belasan tentara pemberontak – RUF – datang dan menyerang desa mereka. Solomon mencoba melarikan istri dan ketiga anaknya. Namun dia sendiri akhirnya tertangkap dan dipekerjakan di tambang berlian.

Sementara itu, seorang tentara bayaran Afrika Selatan, Danny Archer (Leonardo DiCaprio) tertangkap saat melakukan bisnis gelap perdagangan berlian untuk atasannya, the Colonel (Arnold Vosloo).

Solomon menemukan sebuah berlian besar berwarna merah muda. Dan ia berniat menyimpan untuk dirinya sendiri. Sayang, saat mengubur berlian itu, ia ketahuan oleh Captain Poison (David Harewood) sang pemimpin pemberontak. Namun hal itu bertepatan dengan penyerangan tambang berlian itu oleh para tentara pemerintah yang membawa seluruh orang di tambang tersebut ke dalam penjara.

Dalam penjara, secara kebetulan Archer mendengar bahwa Solomon menyembunyikan berlian besar itu di suatu tempat. Dan saat mereka berdua telah keluar dari penjara, Archer pun memberikan sebuah penawaran pada Solomon demi berlian itu.

Dengan meminta bantuan Maddy Bowen (Jennifer Connelly) , seorang wartawan Amerika, mereka bertiga melintasi perjalanan melalui wilayah-wilayah pemberontak. Archer demi mendapatkan berlian merah muda tersebut. Solomon demi menemukan istri dan kedua anak perempuannya serta menyelamatkan anak lelakinya yang dijebak Captain Poison dan dijadikan tentara pemberontak. Sementara Bowen demi mendapatkan sebuah berita dengan bukti-bukti kuat.

Sebuah perjalanan yang akan mengubah hidup mereka.

Blood diamond itu sendiri (atau biasa disebut berlian konflik) adalah berlian yang didapatkan dari hasil peperangan dan diperdagangkan secara rahasia/gelap. Lebih lengkapnya mengenai sejarah blood diamond, bisa diklik di sini.

***

Nggak kusangka kalau film ini bakal mengharukan (padahal nggak sedia tissue ;p). Dan satu lagi, padahal saya sudah malas sebenarnya melihat Leonardo DiCaprio. Tapi di film ini kok dia jadi cakep sekali yaaa?^_^. Duh, jadi jatuh cinta ;p

Gemala dan Rumah Kayu Oak

Alif Ra’ain

Gagas Media, 2007

x + 156 hal.


"Hampir semua yang datang ke sini tidak pernah ingin kembali ke duniamu"

~Nacisot~


Setelah menyelesaikan tahun ajarannya di sekolah, Gemala dan Bei pun menyusul kedua orang tuanya ke kota London untuk menetap di sana. Mereka akan tinggal di Old Creek Street, di salah satu pemukiman tua yang terletak di sebelah barat London.

Lingkungan yang nyaman dan asri segera membuat Gemala menyukainya. Di belakang rumah yang luas terdapat beberapa pohon besar. Yang membuat Gemala tertarik adalah adanya sebuah rumah kayu mungil di salah satu pohon tersebut – terletak tepat bersebrangan dengan kamar Gemala di lantai dua.

Ibu melarangnya untuk menyentuh rumah pohon itu, karena berbahaya dan takut Bei akan ikut-ikutan. Tapi Gemala tidak bisa mengabaikan rasa penasarannya. Maka, saat kedua orang tua dan Bei pergi, Gemala memutuskan untuk menaiki rumah pohon tersebut.

Rumah pohon itu, walau sudah tua, ternyata masih berdiri kokoh. Didalamnya banyak terdapat pintu-pintu mungil dan sebuah kursi goyang. Yang membuat Gemala merasa aneh, ia tidak menemukan sedikit pun debu, padahal sudah lama tidak ada yang menempati. Tapi rasa gembira Gemala karena merasa menemukan tempat untuk dirinya sendiri membuatnya tidak menghiraukan hal itu.

Beberapa hari kemudian, Gemala kembali ke rumah pohon itu, membawa serta karpet lama yang sudah tidak digunakan lagi. Karena merasa nyaman, Gemala pun akhirnya tertidur.

Saat ia terbangun, rumah kayu itu sudah bertambah besar! Dan ia bertemu dengan seekor kucing besar yang bisa berbicara, mengenakan celana pendek dan sepatu boot, serta berdiri layaknya manusia!

Ternyata Gemala memasuki Azzrael, dunia yang penuh dengan sihir dan keajaiban. Tapi yang diinginkan Gemala hanya pulang ke rumahnya, ke tempat keluarganya. Maka Ralph – si kucing yang bisa berbicara tersebut – mengajaknya ke tempat Samuel Tua. Menurutnya hanya Samuel Tua yang bisa memulangkan Gemala.

Ternyata tidak semudah itu menemukan pintu keluar dari dunia ini. Ditemani oleh teman-teman barunya, Gemala pun menjalani petualangan penuh kejutan yang melibatkan perseteruan antar kekuatan sihir demi menemukan pintu menuju dunianya.

Membaca ini jadi teringat dongeng yang pernah kubaca waktu kecil. Satu lagi, seperti dunia Narnia?

Ilustrasi kovernya sangat mendukung isi cerita. Aku jadi bisa membayangkan setting Azzrael. Tapi sayang, usia Gemala kurang cocok dengan deskripsinya. Menurutku akan lebih cocok jika Gemala berusia 13/14 tahun, karena orang-orang di dunia Azzrael memanggilnya nona kecil. Akhirnya selama membaca novel ini aku membayangkan Gemala berusia 13 tahun.

Dilihat dari endingnya, mungkin akan ada judul-judul lain dari serial Gemala?

OUT

*Pemenang Japan's Grand Prix for Crime Fiction
*Finalis Edgar Award


Natsuo Kirino

Lulu Wijaya (Terj.)

GPU, April 2007

576 hal.



"....kembali..... atau maju terus"

~Satake~


Empat orang wanita biasa yang kurang beruntung dalam kehidupan rumah tangganya terpaksa bekerja di sebuah pabrik makanan kotakan pada malam hari. Walau tidak bisa dikatakan bersahabat, mereka berempat cukup dekat satu sama lain.

Masako Katori, wanita yang dingin dan tanpa basa basi. Di mata orang lain, kehidupan Masako dan keluarganya mungkin terlihat tanpa masalah. Namun sebenarnya Masako dan suaminya sudah saling tidak berkomunikasi lagi. Dan anak satu-satunya memutuskan untuk tidak berbicara lagi setelah dikeluarkan dari sekolahnya. Walau begitu mereka tetap tinggal bersama dalam satu rumah, namun hidup dalam dunianya masing-masing.

Yoshie Azuma, wanita yang telah ditinggal mati suaminya ini terpaksa harus mengurusi ibu mertua menyebalkannya – yang sudah tidak dapat melakukan apa-apa lagi selain berbaring di tempat tidur – dalam rumah sempit yang mereka tinggali bertiga bersama anak perempuan Yoshie yang masih bersekolah. Yoshie selalu kekurangan uang dan kadang terpaksa meminjamnya pada Masako.

Kuniko Junouchi hanya tinggal berdua dengan suaminya yang pemalas. Dan hidupnya dipenuhi tagihan hutang-hutang akibat gaya hidupnya yang tinggi, hingga ia nekat berhutang pada rentenir.

Yayoi Yamamoto, wanita yang terlihat paling lemah sekaligus paling cantik diantara mereka berempat ini selalu mengalami kekerasan rumah tangga oleh Kenji, suaminya. Kenji yang selalu menghabiskan uang untuk judi dan wanita itu tak segan-segan melayangkan pukulan pada Yaoi jika sedang kesal, saat kedua anak mereka yang masih kecil tengah terlelap.

Suatu hari kekesalan Yayoi pada Kenji memuncak tatkala suaminya itu menghabiskan uang tabungan mereka di meja judi. Gelap mata, Yayoi mencekik leher Kenji dengan tali pinggangnya sampai mati.

Saat sadar bahwa ia telah membunuh suaminya, ia segera menelpon Masako dan memintanya untuk membantu menyingkirkan mayat Kenji. Masako yang dengan tenang menerima berita itu menyanggupi permintaan Yayoi.

Masalahnya adalah bagaimana cara menyingkirkan mayat Kenji tersebut. Saat melihat potongan-potongan daging di tempat kerjanya, muncul ide dalam kepala Yayoi. Kalau dia jadi seperti ini, orang tak akan pernah tahu itu mayat siapa, ucapnya pada Masako.

Dengan imingan uang besar dari Yayoi, Masako mengajak Yoshie turut serta menyingkirkan mayat Kenji. Mereka berdua akan melakukannya di rumah Masako. Yayoi tak diikutsertakan karena tak mungkin ia mampu menyayat suaminya sendiri. Saat mereka tengah memotong tubuh Kenji dalam kamar mandi, Kuniko yang berniat meminjam uang pada Masako datang ke rumahnya. Mau tak mau mereka menyertakan Kuniko yang dianggapnya kurang bisa dipercaya itu. Kuniko sendiri, akhirnya turut serta setelah Masako mengatakan Yayoi akan membayarnya. Masing-masing dari mereka bertiga harus membuang potongan-potongan tubuh itu di tempat yang berlainan.

Tapi masalah tak selesai sampai disitu. Justru menjadi sebuah mula dari segalanya. Karena kebodohan Kuniko, beberapa potongan tubuh – yang menjadi bagian Kuniko untuk dibuang – ditemukan polisi di taman Koganei. Dan polisi mulai melacak kasus pembunuhan ini.

Keempat wanita itu pun semakin ekstra hati-hati dalam setiap tingkah lakunya. Karena ternyata bukan hanya polisi yang mengejar mereka. Seorang pria bernama Satake – pemilik hostes club dan tempat judi yang sering didatangai oleh Kenji – diciduk oleh polisi karena diduga sebagai pelaku pembunuhan itu. Akibatnya seluruh usahanya hancur berantakan. Juga seorang mantan yakuza yang beralih profesi sebagai rentenir mencium perbuatan mereka.

Dengan karakter-karakter gelap pada setiap tokohnya, Natsuo Kirino menciptakan ketegangan yang telah ia bangun sejak bab-bab awalnya. Deskripsi Kirino tentang masa lalu para tokohnya membuat scene-scene menegangkan yang terjadi dalam novel ini terasa wajar. Dan yang paling seru – serta sadis dan sensasional ^_^ – tentu adalah adegan pemotongan tubuh Kenji yang diceritakan secara mendetail.

Seseorang mengatakan agar berhati-hati membaca buku ini, soalnya bisa membuat tidak selera lagi kalau makan daging^_^. Tenang, itu tidak terjadi, kok (setidaknya padaku^_^). Tapi nggak tahu ya kalau nonton filmnya!

Merlin

Trilogi Merlin Kecil ~buku ketiga~

Jane Yolen

Shinta Harini (Terj.)

Little Serambi, Maret 2007

150 hal.




"Kalau begitu apa yang tersisa dari masa kanak-kanak ketika kita tumbuh tua dan mati?"

~Beruang kecil~


Setelah ditinggalkan begitu saja oleh Ambrosius dan Viviane – dua orang yang telah dianggapnya sebagai keluarga – anak itu kembali ke dalam hutan. Kali ini ia seorang diri. Masih dengan mimpi-mimpi yang selalu hadir tiap anak itu memejamkan matanya – tertidur.

Didalam hutan, anak itu sempat berpetualang – berenang – bersama dengan ikan trout yang memberinya sebuah nasihat. Lalu anak itu menemukan padang rumput dengan bunga-bunga bermekaran di sana sini. Tapi tiba-tiba terdengar suara geraman segerombolan anjing datang mendekat. Anak itu berusaha menyelamatkan diri dan ditolong oleh seorang tinggi besar.

Seorang tinggi besar itu kemudian membiarkan anak itu mengikutinya. Mereka tiba di sebuah pedesaan. Tempat itu adalah perkampungan para manusia liar – wodewose – yang terdiri dari anak-anak terlantar seperti dirinya, pria-pria yang terbuang dari masyarakat serta para wanita yang melarikan diri.

Walau untuk pertama kalinya anak itu merasa menemukan tempatnya diantara orang-orang yang senasib dengan dirinya, ternyata mereka tidak bersikap ramah padanya, terlebih para wanita. Hanya dua orang yang baik terhadapnya – pria yang menyelamatkan dirinya dari grombolan anjing di padang rumput dan seorang anak kecil bernama Cub yang berteman dengan serigala dan beruang.

Suatu hari anak itu kembali bermimpi. Dan keadaan pun berubah. Anak itu mendapat makan lebih banyak dari biasanya, namun ia dikurung. Mereka menyuruhnya untuk terus bermimpi. Mereka menginginkan mimpi-mimpi anak itu.

Cub selalu datang menemani anak itu. Teringat akan mimpi-mimpinya, anak itu sadar bahwa jalan keluar dari semua ini ada pada anak kecil bernama Cub tersebut – seseorang yang diramalkan para wodewose akan menjadi raja.

Penutup dari serial trilogi merlin kecil. Yang menarik, Jane Yolen memasukan seni menjinakan elang dalam serial ini, juga mengambil nama jenis-jenis elang sebagai karakter sang tokoh. Nama Merlin sebenar adalah jenis elang terkecil dari Inggris. Walau kecil, kepakan sayap elang jenis Merlin sangat kuat hingga jarang gagal menangkap mangsanya. Sementara, Hobby – nama yang dipakai pada buku kedua – adalah falcon atau elang betina yang dilatih untuk memburu burung-burung kecil. Sedangkan nama yang dipakai pada buku pertama, Passager, adalah elang muda yang ditangkap dari alam liar dan dilatih oleh penjinak elang.

Hobby

Trilogi Merlin Kecil ~buku kedua~

Jane Yolen

Yvonne C. J. Wotulo (Terj.)

Little Serambi, Maret 2007

151 hal.




“Mungkin suatu hari nanti kau akan tumbuh menjadi sehebat nama itu...”

~Ambrosius~


Anak itu terbangun dan mendapati dirinya di tengah-tengah kepulan asap. Dan lidah-lidah api menjilati sekitarnya. Dalam sekejap rumah beserta isi sekaligus penghuninya itu hangus terbakar.

Dengan sedih anak itu menggali tanah untuk tempat peristirahatan terakhir tiga orang dan dua ekor anjing yang selama empat tahun terakhir ini menjadi keluarganya.

Dengan tekad tidak ingin menangis – walau akhirnya tak berhasil – anak itu kembali ke hutan. Kali ini ditemani oleh seekor kuda dan seekor sapi yang juga selamat dari kebakaran seperti dirinya.

Masih sama seperti ketika di hutan dulu, anak itu masih terusik oleh mimpi-mimpinya. Dan kali ini semakin mengganggunya. Membuatnya lelah.

Sebuah mimpi mengenai rumah membawa anak itu ke sebuah reruntuhan bangunan. Anak itu bertemu dengan seorang laki-laki dan anjingnya. Tapi laki-laki itu ternyata jahat. Ia memukuli dan mengikat anak itu serta menyuruh anjingnya untuk menjaga anak itu agar tidak kabur. Sementara, ia mengambil sepatu boot anak itu beserta kuda dan sapinya.

Suatu malam anak itu bermimpi bahwa pria itu roboh dan berlumuran darah. Dan mimpi itu menjadi kenyataan. Anak itu pun pergi beserta kuda dan sapinya kembali. Lalu ia bermimpi lagi mengenai apel dan naga. Dalam sebuah keramaian kota, mimpi itu perlahan semakin nyata. Anak itu dituduh hendak mencuri apel. Namun dengan pertolongan seorang pesulap ia selamat dari tuduhan itu.

Anak itu kemudian mencari sang pesulap. Ia menemukannya bersama dengan seorang pengamen perempuan. Sang pesulap yang sejak semula memang tertarik dengan anak itu mengajak untuk turut serta dalam perjalanannya.

Mungkinkah anak itu mendapati keluarganya kembali?

Passager

Trilogi Merlin Kecil ~buku pertama~

Jane Yolen

Rita Agustina (Terj.)

Little Serambi, Maret 2007

127 hal.




"Dia bisa tertawa saat melihat tingkah binatang-binatang muda yang konyol, tetapi dia tidak bisa berkelakar.

Dia mampu menirukan kicauan burung, tetapi dia tidak bisa bernyanyi.

Dia menyukai air hujan yang menetes di rambutnya dan membasahi pipinya, tetapi dia tidak menangis. Binatang tidak menangis."

Diawali sebuah percakapan antara dua orang yang meninggalkan seorang anak kecil di dalam hutan, kisah ini bertutur mengenai sang anak tersebut.

Tahun-tahun berlalu. Anak itu sudah terbiasa dengan tempat tinggalnya – hutan. Bahkan ia sudah melupakan bahasa manusia karena tidak pernah berinteraksi dengan sesamanya. Kini anak itu hanya mengenal bahasa binatang; lolongan anjing atau siulan burung.

Anak itu hapal betul seluk beluk hutan tersebut. Bahkan ia menandai wilayahnya seperti yang selalu dilakukan oleh gerombolan anjing yang selalu mencoba menyerangnya itu.

Tapi ia merindukan kehidupan sebelumnya. Walau sudah terlupa dari pikirannya, namun rasa-rasa itu terus menyentuhnya melalui mimpi-mimpi setiap malam.

Suatu hari seorang pria datang ke hutan. Anak itu memperhatikannya yang sedang mencoba memanggil burung elang yang bertengger di atas pohon. Dengan sabar ia memperhatikan pria itu. Rasa penasaran yang berlanjut membuatnya mengikuti pria itu hingga ke luar hutan, tanpa sadar bahwa pria itu tahu dan lalu menangkapnya.

Kemudian pria itu mencoba menjinakkan anak itu seperti yang biasa ia lakukan pada elang-elang buruannya.

Begitu banyak versi yang menceritakan kehidupan Merlin, seorang penyihir legendaris pada zaman raja Arthur. Jane Yollen mencoba membuat sebuah jalinan baru dengan menggabungkan potongan-potongan cerita-cerita kuno tersebut dengan memasukan unsur sejarah di dalamnya.

Passager adalah bagian pertama dari kisah trilogi merlin kecil.

Tada, Kimi wo Aishiteru

Cast:
Tamaki Hiroshi, Miyazaki Aoi, Kuroki Meisa

Director:
Takehiko Shinjo

Screenplay:
Kenji Bando


“Makoto, apakah terdapat sedikit saja cinta, pada ciuman waktu itu?”

~Shizuru~


Hari pertama di universitas. Makoto Segawa (Tamaki Hiroshi) memilih untuk membolos. Dan ia menemukan dua hal menarik hari itu. Sebuah tempat berpagar – yang ternyata adalah hutan – yang diberi tanda ‘dilarang masuk’ dan seorang cewek aneh bernama Satonaka Shizuru (Miyazaki Aoi) yang sedang mencoba menyebrang jalanan yang ramai.

Makoto adalah penyendiri yang enggan bersosialisasi karena suatu alasan. Itu sebabnya ia merasa risih saat Shizuru mendekatinya dan mengajaknya ngobrol. Namun Shizuru – dengan dandanan nyentriknya itu – adalah pribadi yang riang dan supel. Dengan mudah Shizuru mendekati Makoto, bahkan ia mengikuti Makoto saat cowok itu berniat masuk ke dalam hutan rahasia. Dan hutan itu pun menjadi tempat rahasia mereka berdua.

Lambat laun, Shizuru jatuh cinta pada Makoto. Demi meraih hatinya, ia pun berusaha mempelajari fotografi yang merupakan hobi Makoto. Dan tak jarang ia mengungkapkan perasaannya pada cowok itu. Tapi Makoto selalu menganggapnya sebagai gurauan.

Saat mengetahui Makoto yang ia sayangi ternyata menyukai cewek teman sekelasnya yang bernama Miyuki (Kuroki Meisa), Shizuru pun berusaha berteman dengannya.

Suatu hari Shizuru mengajukan sebuah permintaan sebagai hadiah ulang tahunnya. Dengan alasan untuk diikutsertakan dalam lomba fotografi, Shizuru meminta sebuah ciuman dari Makoto untuk diabadikan dalam selembar foto. Makoto menyanggupinya.

Setelah kejadian ciuman itu, Shizuru menghilang. Makoto mencarinya mati-matian. Tapi Shizuru tetap tak ditemukan. Hingga beberapa tahun kemudian, Makoto menerima sepucuk surat darinya. Dan surat itu membawa Makoto ke New York untuk sebuah jawaban.

*****

Saat melihat film ini, rasa-rasanya mirip dengan sebuah film berjudul Ren-Ai Shashin yang pernah kutonton. Ternyata novel karya Takuji Ichikawa yang mendasari film ini terinspirasikan dari film tersebut.

Kisah cintanya sendiri sebenarnya klise dengan karakter-karakter tipikal – cewek nerd dengan dandanan yang aneh dan cowok penyendiri. Tapi film ini penuh dengan scene dan setting yang indah.

Dan aku pribadi menilai bahwa film ini CANTIK!

Aku Terlahir 500 gr Dan Buta ~Ikitemasu, 15-sai~

Miyuki Inoue

Tiwuk Ikhtiari (Terj.)

Elex Media Komputindo

xiv + 183 hal.

* Dimuat di Harian Batam Pos, Minggu, 29 April 2007

Bagaimana rasanya hidup tanpa mampu menikmati seluruh pemandangan di dunia yang penuh warna ini? Bagaimana rasanya hidup tapi selalu terancam oleh kematian yang dapat menjemput kapan saja? Hanya mengandaikannya saja mungkin kita tidak mampu, sudah takut lebih dahulu. Tapi bagi seorang Miyuki Inoue, hal itu harus ia hadapi dalam setiap detik napasnya.

Ayah Miyuki meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Hal itu menyebabkan ibu Miyuki, Michiyo, yang sedang hamil dirinya menjadi shock berat. Terlebih lagi keluarga ayah Miyuki tidak menyukai Michiyo sehingga ia harus menanggung kesedihan seorang diri. Akibatnya tubuhnya menjadi rentan, padahal kandungannya sudah mencapai 6 bulan.

Akibat rentetan kejadian tersebut, Michiyo harus melahirkan saat itu juga. Maka lahirlah Miyuki dengan berat hanya 500 gram, seperenam dari berat bayi pada umumnya. Begitu kecilnya Miyuki hingga dapat digenggam dengan satu tangan.

Dokter terus mengatakan agar Michiyo menguatkan hatinya karena hidup Miyuki hanyalah tinggal beberapa hari saja. Tapi Michiyo melakukan yang sebaliknya, ia terus memohon pada Tuhan agar Miyuki dibiarkan hidup. Michiyo terus menemani bayi mungilnya yang berada dalam inkubator. Hingga suatu hari Miyuki membuka matanya dan jari-jari mungilnya mengenggam jari Michiyo.

Miyuki memang selamat dari kematian yang telah divoniskan oleh dokter, tapi dengan resiko berbagai penyakit dalam tubuhnya yang bisa berakibat fatal bila keadaan tubuhnya memburuk. Dan ia pun harus rela hidup dalam gelap karena terkena ROP – Retinophaty of Prematurity, suatu penyakit yang mudah membuat mata bayi prematur mengalami kebutaan akibat terlalu banyak menghirup oksigen dalam inkubator.

Miyuki hidup hanya berdua dengan ibunya. Beliau bisa dibilang keras dalam mendidiknya, hingga terkadang membuat Miyuki tertekan dan merasa benci padanya. Bahkan pernah sekali ia ingin bunuh diri. Tapi semua itu karena ibunya ingin orang-orang tidak menganggap Miyuki berbeda. Perlahan Miyuki mulai mengerti sikap keras sang ibu, walau terkadang mereka masih sering bertengkar.

Michiyo, sang ibu, dengan setia terus mendampingi setiap kehidupan Miyuki. Hingga Miyuki bertekad kalau suatu hari nanti ibunya menangis, itu adalah tangisan bahagia. Bukan lagi tangisan karena kesedihan dan rasa lelah yang selama ini dialaminya.

Autobiografi Miyuki ini ditulis dan diterbitkan pada tahun 2000, saat ia berumur 16 tahun. Sebelumnya Miyuki pernah memenangkan lomba mengarang tingkat nasional Jepang untuk karyanya yang berjudul Air Mata Ibu dan cerpen berjudul Diriku Dalam Genggaman. Miyuki juga menerima penghargaan pendidikan Fukuoka atas karyanya. Kita juga dapat melihat kehidupan Miyuki dalam foto-fotonya yang terlampir dalam buku ini.

Miyuki mengajarkan pada kita bahwa sebuah keinginan yang disertai usaha keras dapat membuahkan hasil. Dan cacat fisik bukanlah suatu halangan baginya, justru menjadikan dirinya lebih terpacu dalam menggapai mimpi-mimpinya. Seperti yang dirinya katakan “Karena aku cacat, aku harus berusaha lebih keras dari pada orang lain”.

The Secret Message ~Keita Go Ochite Ita~

Akaishi Michiyo

Lidwina Leung (Terj.)

M&C, April 2007

184 hal.


“Kalau kami semua bahagia, apa kau juga akan bahagia?”

~Kurumi~



Tankoubon Akaishi-sensei kali ini terdiri dari dua cerita. Keduanya unik. Aku suka!

The Secret Message

Momoka menemukan sebuah ponsel berstrap pink terjatuh di jalan. Ponsel itu berbunyi saat Momoka memungutnya. Momoka yang sedang iseng sehabis berkencan dengan Hase akhirnya malah berbalas pesan dengan si pengirim sms, hingga orang itu mengatakan “ya, mungkin saja aku sudah mati”.

Momoka memutuskan menyerahkan ponsel itu ke pos polisi. Dan Momoka menemukan Yuu disana. Yuu, mantan pacarnya yang seorang polisi. Momoka memutuskannya karena tak tahan harus melihat Yuu terluka terus dalam tugasnya. Momoka yang tak ingin bertemu Yuu akhirnya batal menyerahkan ponsel itu.

Dan ponsel itu berdering kembali. Benda itu tahu siapa Yuu dan hubungan mereka. Momoka malah menerima pesan-pesan berisi nasihat untuk hubungannya dengan Yuu. Merasa bahwa ponsel itu semakin lama semakin menyeramkan, Momoka memutuskan kembali ke pos polisi untuk menyerahkan ponsel itu.

Saat ponsel itu sudah berada di tangan Yuu, cowok itu menerima pesan untuk tidak membiarkan Momoka naik ke dalam taksi, karena kalau tidak, Momoka akan mati. Yuu yang mempercayainya segera pergi mencegah. Dan hal itu benar-benar terjadi. Taksi yang batal dinaiki Momoka mengalami kecelakaan tepat didepan mata mereka.

Akhirnya Yuu dan Momoka memutuskan mencari siapa pemilik ponsel yang selalu mengirimkan pesan-pesan bagaikan ramalan itu.


Seven Pieces

Seorang cowok berdiri di jalanan depan apartment Kurumi. Cowok itu tersenyum padanya. Kurumi merasa pernah melihatnya entah dimana. Ia memilih tidak menghiraukannya dan kembali menjalani harinya bersama Kaidou, sepupunya yang mengikat hidupnya. Kurumi tak bisa berbuat apa-apa karena ia merasa berhutang budi pada Kaidou yang telah menanggung hidupnya serta biaya operasi dirinya.

Ketika kembali ke apartmen, Kurumi mendapati bahwa cowok itu masih berdiri di tempatnya tadi pagi. Ia menghampiri Kurumi dan bertanya “kau bahagia?”

Kurumi yang merasa ketakutan segera menjawab bahwa ia tidak bahagia dan masuk ke dalam apartmentnya, meninggalkan cowok itu sendiri. Tepat saat Kurumi menutup pintu, terdengar bunyi telepon.

“lebih baik kau tidak berkata ‘aku bahagia’” ucap orang di telepon tersebut. Dan ia meminta untuk bertemu Kurumi.

“bagaimana caranya agar kau bahagia?” tanya cowok itu lagi, yang ternyata masih ada disana, ketika Kurumi keluar dari apartmentnya. Kurumi yang jatuh kasihan akhirnya malah berjalan-jalan dengannya. Dan cowok itu terluka akibat menolong Kurumi dari seorang perampok.

Akhirnya Kurumi memutuskan untuk bertemu dengan si penelepon. Dan mengetahui bahwa dirinya, si penelepon dan cowok itu terkait oleh sesuatu. Bahwa jika Kurumi mengatakan kalau dirinya bahagia, maka cowok itu akan mati.

Perempuan Kembang Jepun

Lan Fang

GPU, Oktober 2006

288 hal.

“Apakah salah aku terlalu mencintainya?”

~Sujono~


Sulis

Lelah dengan kehidupannya, kemelaratannya. Lelah dengan Sujono, suaminya yang selalu pulang dengan keadaan mabuk. Sujono yang bekerja seenak perutnya, tidak menghiraukan dirinya dan Joko, anak yang tidak pernah diakui lelaki itu. Ya, Sujono memang tidak pernah mengakui Joko sebagai anaknya. Ia selalu menuding Sulis bahwa Joko adalah buah dari hubungan Sulis dengan Wandi. Walau kerap menyangkal, sebenarnya Sulis pun tidak tahu siapa ayah dari anaknya. Karena pada Wandi dan Sujono, Sulis berganti-ganti menyerahkan dirinya.

Sulis akhirnya memilih Sujono karena apa kata orang jika ia mengawini Wandi yang seusia ayahnya, yang telah memiliki istri dan anak? Tapi yang ia dapatkan dari Sujono adalah kesengsaraan, kehidupannya yang semakin melarat.


Tjoa Kim Hwa

Datang ke Indonesia demi Shosho Kobayashi. Setelah menetap sebentar di tempat Itsuka-san di Jakarta, ia menuju Surabaya. Orang Jepang pantang merendahkan martabat wanitanya di negeri orang. Karena itulah ia menjadi Tjoa Kim Hwa sekarang. Karena ia tidak boleh ketahuan berasal dari Jepang.


Matsumi

Seorang geisha ternama di distrik Gion, Kyoto yang terdampar di Surabaya demi keinginan Shoso Kobayashi. Matsumi tinggal dan bekerja di tempat Hanada-san. Sebuah kelab hiburan di daerah Kembang Jepun. Ia terpaksa menyembunyikan status Jepangnya karena tidak ada wanita Jepang yang boleh menyandang status jugun ianfu, seperti yang terpaksa diterima wanita-wanita pribumi, Cina dan Korea untuk memuaskan nafsu para tentara Jepang tersebut.

Lalu Matsumi bertemu Sujono. Laki-laki yang memberinya kenikmatan dan cinta dengan caranya sendiri. Laki-laki yang memberinya seorang bayi mungil bernama Kaguya.


Sujono

Ia merasa terjebak dalam perkawinannya dengan Sulis. Perkawinan yang terpaksa ia lakukan karena perempuan yang selalu menuntut itu memakai seorang anak sebagai tamengnya. Anak yang bahkan bukan miliknya.

Sujono menemukan cintanya pada diri Matsumi, wanita penghibur yang bekerja di Kembang Jepun. Cinta yang menjadikan dirinya egois. Terutama saat mengetahui Matsumi hamil. Sujono tak rela Matsumi bekerja lagi di kelab hiburan itu, melayani para tamu laki-laki yang memandang penuh nafsu terhadap Matsumi. Sujono ingin Matsumi hanya untuk dirinya. Dan ia pun mengekang wanita Jepang itu. Memberinya penderitaan.


Lestari

Melihat putrinya menikah adalah sebuah kebahagiaan besar, karena ia tidak pernah mengecapnya. Lestari menutup pintu hatinya untuk menerima cinta. Cukup cinta yang diberikan ayahnya saja.

Ayah selalu memberi cinta pada dirinya sambil terus menggumankan sebuah nama, Matsumi. Nama yang tak ia kenal, tapi juga memberi sebuah kerinduan.

Dan takdir membawa Lestari bertemu Matsumi yang terus meminta maaf padanya. Yang akhirnya memberi Lestari jawaban atas rasa rindunya setiap ia mendengar nama itu.


98% kepala laki-laki berisi uang dan seks, dan 2% sisanya – cinta dan kebersamaan – ada di kepala perempuan*. Novel berlatar belakang Surabaya tahun 1940-an dengan daerah Kembang Jepunnya yang terkenal ini menceritakan tentang kebutuhan akan uang dan kenikmatan akan seks. Dan juga cinta serta kebersamaan yang membungkus perasaan para tokohnya.

*dikutip dari sinopsis pada back covernya.